Connect with us

Kesehatan Reproduksi & HIV

STIGMA HIV/AIDS DI KALANGAN REMAJA

Penyakit dari infeksi HIV/AIDS (Human Immunodeficiency Virus atau Acquired Immuno Deficiency Syndrome) merupakan masalah kesehatan yang tersebar di dunia dalam dewasa termasuk berada di negara Indonesia sudah tidak asing lagi pada penyakit tersebut. Masalah perkembangan yang berhubungan dengan HIV/AIDS adalah angka persentase dimana yang melonjak pada kasus kematian yang terus menerus meningkat.

Published

on

Prev1 of 4
Use your ← → (arrow) keys to browse

Penyakit dari infeksi HIV/AIDS (Human Immunodeficiency Virus atau Acquired Immuno Deficiency Syndrome) merupakan masalah kesehatan yang tersebar di dunia dalam dewasa termasuk berada di negara Indonesia sudah tidak asing lagi pada penyakit tersebut. Masalah perkembangan yang berhubungan dengan HIV/AIDS adalah angka persentase dimana yang melonjak pada kasus kematian yang terus menerus meningkat. Jadi, orang yang terkena virus dapat lebih rentan terhadap infeksi oportunistik ataupun semacam terkena tumor yang lainnya. Namun, yang telah ada dapat terjadi untuk memperlambat laju mengenai virus tersebut. Tetapi menurut informasi penyakit ini belum benar-benar untuk disembuhkan. Penularan terjadi melalui hubungan seks, transfusi darah, jarum suntik yang sudah terkontiminasi, antara ibu dan bayi selama kehamilan dan bersalin serta cairan-cairan dalam tubuh yang sudah terinfeksi tersebut.

Dari kejadian tersebut mengenai HIV/AIDS lebih rentan terjadi pada kalangan remaja. Dimana dalam keadaan emosionalnya yang masih labil dan masih berkeinginan untuk mecoba melakukan hal hal yang baru dengan sangat tinggi. Dapat terjadi kemungkinan sekali pada anak kalangan remaja ini mencoba melakukan hal-hal yang baru dengan mudah terjerumus kearah HIV/AIDS ataupun hal lainnya. Namun, ini dibutuhkan informasi yang banyak dengan akurat bahwa anak pada kalangan remaja agar dapat dipahami oleh mereka mengenai virus HIV/AIDS dan bagaimana cara pencegahannya.

Dalam kasus AIDS tersebut masih tertinggi terdapat kelompok/kalangan anak muda (remaja) dengan persentase berkisar 50%. Untuk meningkat sendiri ialah jumlah kalangan remaja pengidap HIV/AIDS kemungkinan karena kertebatasan akses informasi/pengetahuan yang belum dipahami dan layanan kesehatan yang berdampak sangat rendah pengetahuan tentang HIV dan AIDS. Menurut KPA(2011) itu sendiri mengenai pemahaman kalangan remaja tentang HIV dan AIDS yang masih sangat minim berada di negara Indonesia, padahal kalangan remaja tersebut termasuk kelompok/golongan usia yang rentan dengan perilaku yang berisiko.Amgka dar persentase sendiri pada usia remaja ialah (15-24 tahun) yang masih mampu demgam memberikan jawaban yang benar dan tepat mengenai cara-cara dari pencegahan penularan HIV dan AIDS serta dengan menolak untuk memahami yang salah mengenai dalam penularan HIV dan AIDS yang hanya berkisar sebesar 14,3 %.

Prev1 of 4
Use your ← → (arrow) keys to browse

Continue Reading
Advertisement
4 Comments

4 Comments

  1. Denny fhang dwi astuti

    Oktober 5, 2020 at 10:20 am

    Trimakasih pak atas ilmunya dengan ilmu ini saya akan lebih berhatiĀ² dalam pergaualanšŸ˜‡šŸ™

  2. Glorya Indah S

    Oktober 5, 2020 at 4:00 pm

    Terimakasih atas ilmunya bapak, sangat bermafaat dan mudah dipahami.
    Tetap semangat trus untuk pembaharuan ilmu-ilmu yang bermanfaat guna pembangunan artikel kedepannya.

  3. Laode aman setiawan madi

    Oktober 6, 2020 at 11:29 pm

    Sngat brguna skali ilmunya pak bagi kami ini klangan remaja dngan materi pembeljaran stigma HIV AIDS di kalangan remaja krna di jaman skrang pergaulan bebas di kalangan remaja semakin hari semakin mningkat

  4. Junita sari

    Oktober 13, 2020 at 1:12 pm

    Terima kasih ilmunya tentang stigma hiv / aids di kalangan remaja, dengan artikel bapak ini sangat bermanfaat bagi kehidupan kami di era millenial sekarang ini..

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *