Beranda Seputar Kesehatan Kesehatan Reproduksi & HIV SIKAP TERHADAP HIV DAN AIDS

SIKAP TERHADAP HIV DAN AIDS

577
31

Berbicara tentang HIV tidak lagi hanya tantangan kesehatan masyarakat, tetapi juga semacam ancaman bagi global dengan dampak negatif dahsyat telah merenggut lebih dari 35 juta jiwa secara global. Pada tahun 2017 terdapat sekitar 36,9 juta jiwa orang hidup dengan HIV dan 1,8 juta orang dengan baru terinfeksi secara global. Berkaitan dengan stigma dikalangan masyarakat memiliki sebuah arti yang negative, karena pandangan masyarakatakan HIV dikaitkan dengan sesuatu dengan sterotif negative yang bisa baerakhir dalam keadaan atau situasi diskriminasi bagi penderita. Stigma terkait HIV mengacup ada keyakinan, perasaan, dan sikap negatif terhadap individu dengan HIV dan AIDS. Diskriminasi termasuk segala tindakan atau perilaku yang memiliki maksud atau efek merusak kenikmatan manusia yang mendasar hak, termasuk akses tak terbatas mereka keperawatan kesehatan dan layanan.

Stigmatisasi dan diskriminasi terhadap orang yang hidup dengan HIV dapat mempengaruhi setiap bidang hidup mereka. Stigma dan diskriminasi terkait HIV terkait erat dengan beberapa konsekuensi negatif, termasuk penolakan masyarakat, kemarahan, depresi, harga diri rendah, dan bahkan pikiran atau tindakan bunuh diri. Dalam beberapa masyarakat, orang yang terinfeksi HIV dianggap sebagai social diusir dan mengancam masyarakat. Mengancam jiwa sifat stadium lanjut dari penyakit ini, hubungannya dengan sikap negatif, dan keyakinan bahwa orang dengan HIV/AIDS dihukum secara adil karena telah melakukannya sesuatu yang salah, semuanya berkontribusi terhadap HIV/AID stigma dan diskriminasi. Individu yang tinggal bersama HIV sering takut stigma dan penolakan dari masyarakat, teman, dan anggota keluarga. Mereka berdiri untuk kehilangan sosial mereka tempat milik, kehilangan tempat tinggal, dan keamanan pekerjaan.

Pengetahuan yang buruk tentang HIV/AIDS, kesalah pahaman dan sikap negatif yang berkaitan dengan HIV/AIDS dapat mengganggu dengan teman, anggota keluarga, dan penyedia layanan kesehatan kemampuan untuk memberikan perawatan berkualitas bagi pasien HIV-positif. Stigma dan diskriminasi terhadap HIV positif telah ditemukan untuk meningkatkan peluang mereka mengalami kekerasan bila dibandingkan sikap yang tidak mengalami HIV. Kekerasan tersebut.