Beranda Seputar Kesehatan Kesehatan Reproduksi & HIV SALAH SATU PENYEBAB KEHAMILAN PADA REMAJA

SALAH SATU PENYEBAB KEHAMILAN PADA REMAJA

558
43

Pergaulan remaja di Era Melenium ini tidak bisa disamakan dengan pergaulan remaja sepulh atau dua puluh tahun yang lalu. Salah satu cermin dapat dilihat dari perkembangan sinetron remaja sekarang jauh lebih eksplisit menampilkan adegan-adegan bermesraan dan cara pacaran remaja sekarang tidak cukup hanya sebatas bergandengan tangan, tetapi sudah jauh dari itu, berpelukan, berciuman bahkan sampai berhubungan seksual. Hal ini berimbas dari pola pergaulan remaja yang bebas. Kebebasan pergaulan antar jenis kelamin yang berbeda dengan mudah dapat dilihat dari pola remaja berpacaran. Dengan tidak adanya pendidikan seks yang memadai dan pandangan orang tua yang menabukan hal-hal yang berkaitan dengan seks membuat remaja cenderung terkena imbas seks dari pergaulan bebas, baik dari lingkungan masyarakat maupun lingkungan sebaya.

Berbicara pada hal perilaku yang sering terjadi dikalangan remaja memang membuat kita semua cukup tertegun dengan apa yang telah terjadi. Semangkin banyaknya dan maraknya tingkat mobilisasi yang terjadi menyebabkan semangkin tingginya angka kehamilan yang terjadi pada remaja yang bisa membuat putus harapan dan cita-cita pada remaja tersebut. Perilaku memang susa diubah walaupun dengan pendekatan berbagai macam teori yang sudah ada namun semua itu bisa disiasati dengan memberikan pendekatan agama yang aktif dalam merubah perilakunya. Peningkatan angka kehamilan ini sejalan dengan semangkin besarnya angka kematian pada Ibu dan Anak (dapat di baca pada bab masalah kebidanan angka kematian ibu dan masalah kebidanan angka kematian anak)

Berikut akan dijelaskan tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan kehamilan remaja menurut Maurer dan Smith (2010), karena ternyata 80% kehamilan remaja adalah tidak diinginkan. Sebagian besar remaja mengenal hubungan seks melalui media berpacaran.

Perubahan hormonal, timbulnya kesadaran seksual dan peer pressure

Menurut Kalmuss et al (2003, dalam Maurer & Smith 2010) masa remaja adalah masa dimana kesedaran seksual, keingintahuan dan keinginan untuk bereksperimen meningkat. Tekanan teman sebaya mempengaruhi remaja untuk terlibat dalam aktivitas seksualnya. Hal ini sebagaimana disebutkan oleh Wong (2000) bahwa remaja dihadapkan pada harapan adanya perilaku peran seksual yang matang baik dari teman sebaya maupun orang dewasa. Remaja yang terlibat dalam aktivitas seksual biasanya mempunyai teman yang melakukan hal itu juga.

Peran seksual yang pervasive dari media

Remaja sering terekspose dengan paparan dari media terkait seks, aktivitas seksual dan pentingnya menjadi orang yang menarik perhtian lawan jenis. Hal ini menjadikan remaja terjebak pdalam perilaku seks pra nikah, yang antara lai berujung pada KTD

Aktivitas seksual yang terpaksa

Semangkin muda usia remaja, semangkin mudah untuk terlibat dalam aktivitas seksual yang terpaksa. Akibat dari proses kurangnya pematangan seksual ini sering kali menimbulkan permasalahan tersendiri bagi remaja perempuan.

Kurangnya pengetahuan tentang seks dan konsepsi

Peningkatan aktivitas seksual remaja tidak diimbangi dengan peningkatan pengetahuan tentang fungsi seksual, control kehamilan dan pro-creation. Remaja juga kurang memahami tentang masa rentan dalam siklus menstruasi. Hal ini yang menyebabkan remaja kurang dapat menyesuaikan aktivitas seksual dengan masa subur dalam siklus haidnya.

Misuse atau kontrasepi

Remaja kurang mengetahui metode kontrasepsi yag spesifik dan penggunaan kontrasepsi yang tepat.
Kurangnya maturitas dan orientasi masa depan
Perencanaan masa remaja minimal. Mereka kurang bisa berfikir tentang akibat dari aktivitaas seksual mereka. Walaupun jika melihat dari perkembangan kognitif mereka, remaja sudah dapat memikirkan akibat dari tindakan yang dilakukan.

Kurangnya maturitas dan orientasi masa depan

Perencanaan masa remaja minimal. Mereka kurang bisa berfikir tentang akibat dari aktivitaas seksual mereka. Walaupun jika melihat dari perkembangan kognitif mereka, remaja sudah dapat memikirkan akibat dari tindakan yang dilakukan.

Kurang adanya dukungan akan seksual

Usia remaja adalah bagian terpenting dalam membangun masa depan yang lebih cerah dengan berbagai impian akan cita-cita dan harapan. Harapan yang besar itu akan sirna seiring dengan perilaku yang telah terbentuk dan membuat dampak yang berisiko bagi keberlangsungan hidupnya. Perkembangan zaman yurut mengambil tanggung jawab atas kesalahan yang terjadi dan peran serta orang tua dan lingkungan selalu seiring sejalan memberikan berbagai macam kegiatan dan obrolan positif pada kalangan remaja. Tentang seksual di zaman sekarang sudah tidak ada tabu untuk di bicarakan mengingat banyaknya remaja yang berperilaku buruk mencari arti seksual dengan jalan yang salah.

Referensi

Pudiastutik, Ratna Dewi. (2011). Buku Ajar Kebidanan (Teori dan Aplikasi Dilengkapi Contoh Askeb). Yogyakarta: Nuha Medika

Yulifah dan Yuswanto. (2012). Asuhan Kebidanan Komunitas. Jakarta: Salemba Medika