Beranda News PEMBEKALAN GADAR DAN ORIENTASI KADERISASI HIMASAKA INSTITUT KESEHATAN DAN BISNIS SURABAYA

PEMBEKALAN GADAR DAN ORIENTASI KADERISASI HIMASAKA INSTITUT KESEHATAN DAN BISNIS SURABAYA

174
3

“THE NEXT GENERATION IT’S TIME TO SHOW UP”

Surabaya, Sabtu, 27-28 Februari 2021 Bicara kaderisasi tidak terlepas pada konsep Kegawatdaruratan (Gadar) sesuatu yang menarik bagi mahasiswa dalam mengembangkan daya dan upaya dibidang Gadar. STIKes Surabaya yang kini bertransformasi menjadi Institut Kesehatan dan Bisnis Surabaya sangat mendukung aktivitas mahasiswa berkenaan dengan pengkaderan Himpunan Mahasiswa Jurusan Keperawatan (Himasaka). Sebuah pengkaderan itu tidak terlepas dari sebuah proses, cara dan perbuatan memdidik atau membentuk seseorang menjadi kader yang berjiwa kepemimpinan yang tinggi. Harapan yang sangat tinggi dibebankan kepada mahasiswa dengan karya nyata berawal dari sebuah kaderisasi.

Sudah jamak diorganisasi mana pun, terutama organisasi mahasiswa keluhan mengenai problem kaderisasi. Terutama keluhan kekurangan kader, terlebih saat reorganisasi kepengurusan. Ya, kaderisasi memang vital bagi organisasi. Karena dari kaderisasi itulah keberlangsungan organisasi dipertaruhkan. Organisasi adalah kumpulan manusia, jika tidak ada manusia yang menghidupkan maka matilah organisasai itu. Betapa banyak organisasi besar yang kemudian surut bahkan menghilang karena ketidakmampuan dalam mengelola kaderisasi dan hal ini pun pernah terjadi pada UKM yang dimiliki oleh STIKes Surabaya, maka dari pada itu beta penting pola kaderisasi.

Sebuah pembukaan dilakukan oleh Bu Uswatun Hasannah, M.Ked.Trop yang diwakilkan oleh Pak Octo Zulkarnain, S.Kep., Ns., M.Imun memberikan suatu pemaparan bahwa kegiatan pengkaderisasi sangat penting yang berada dalam sebuah organisasi dan proses kaderisasi dibuka dengan hikmat sehingga proses kedepannya berjalan lebih sempurna dengan kepemimpinan yang tangguh.

Dalam pemaparannya Pak Minanton, S.Kep,. Ns., M.Kep menuturkan bahwa Bicara kaderisasi terutama kaderisasi sesuatu yang sangat penting terlebih pengkaderan berbicara mengenai Kegawatdaruratan sangat penting bagi tenaga kesehatan terkhusus pada keperawataan sebagai kompetensi dasar, bahkan kegawatandarurtan kini semangkin berkembang seiring dengan arus mobilsasi masyarakat yang dimana kompetensi itu harus sudah dipahami oleh masyarakat awam yang tidak pernah mengenyam pendidikan di bangku kuliah kesehatan. Problem terbesar pada dinamika saat ini melihat pada sebuah keutamaan dalam kehidupan adalah kegawatdaruratan. Sangat penting sekali kaderisasi dibungkus dalam topic pembekalan Gadar yang dilakukan saat ini mengingat secara gampang, orientasi kaderisasi adalah tersedianya stok kader yang mumpuni untuk proses dan progress khusus dibidang kegawatdaruratan diwilayah kampus.

Pemaparan Destu Ayu Hapsari S.Kep menyatakan bahwa pembentukan kaderisasi memberikan sebuah keadaan dalam mewariskan nilai-nilai organisasi kampus yang bernuansa positif dengan mengedepankan kritis dan seorang kader memiliki sebuah tanggung jawab dalam keberlangsungan organisasi dan bisa membentuk pola pikir yang baik. Hal ini yang ada pada kader Himasaka.

Fungsi dari kaderisasi adalah mempersiapkan calon-calon (embrio) yang siap melanjutkan tongkat estafet perjuangan sebuah organisasi. Kader suatu organisasi adalah orang yang telah dilatih dan dipersiapkan dengan berbagai keterampilan dan disiplin ilmu, sehingga dia memiliki kemampuan yang di atas rata-rata orang umum. Titipan pesan oleh bung Hatta pernah menyatakan kaderisasi dalam kerangka kebangsaan, “Bahwa kaderisasi sama artinya dengan menanam bibit. Untuk menghasilkan pemimpin bangsa di masa depan, pemimpin pada masanya harus menanam.” Peran kaderisasi:

Pewarisan nilai-nilai organisasi yang baik

Proses transfer nilai adalah suatu proses untuk memindahkan sesuatu (nilai) dari satu  orang keorang lain (definisi Kamus Besar Bahasa Indonesia). Nilai-nilai ini bisa berupa hal-hal yang tertulis atau yang sudah tercantum dalam aturan-aturan organisasi (seperti Konsepsi, AD ART, dan aturan-aturan lainnya) maupun nilai yang tidak tertulis atau budaya-budaya baik yang terdapat dalam organisasi (misalnya budaya diskusi) maupun kondisi-kondisi terbaru yang menjadi kebutuhan dan keharusan untuk ditransfer.

Penjamin keberlangsungan organisasi

Organisasi yang baik adalah organisasi yang mengalir, yang berarti dalam setiap keberjalanan waktu ada generasi yang pergi dan ada generasi yang datang (ga itu-itu aja, ga ngandelin figuritas). Nah, keberlangsungan organisasi dapat dijamin dengan adanya sumber daya manusia yang menggerakan, jika sumber daya manusia tersebut hilang maka dapat dipastikan bahwa organisasinya pun akan mati. Regenerasi berarti proses pergantian dari generasi lama ke generasi baru, yang termasuk di dalamnya adanya pembaruan semangat.

Sarana belajar bagi anggota

Tempat di mana anggota mendapat pendidikan yang tidak didapat di bangku pendidikan formal.Pendidikan itu sendiri berarti proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau sekelompok orang dalam proses mendewasakan manusia melalui proses pengajaran dan pelatihan.

Pendidikan di sini mencakup dua hal yaitu pembentukan dan pengembangan. Pembentukan karena dalam kaderisasi terdapat output-output yang ingin dicapai, sehingga setiap individu yang terlibat di dalam dibentuk karakternya sesuai dengan output. Pengembangan karena setiap individu yang terlibat di dalam tidak berangkat dari nol tetapi sudah memiliki karakter dan skill sendiri-sendiri yang terbentuk sejak kecil, kaderisasi memfasilitasi adanya proses pengembangan itu.

Pendidikan yang dimaksudkan di sini terbagi dua yaitu dengan pengajaran (yang dalam lingkup kaderisasi lebih mengacu pada karakter) dan pelatihan (yang dalam lingkup kaderisasi lebih mengacu pada skill).

Dengan menggunakan kata pendidikan, kaderisasi mengandung konsekuensi adanya pengubahan sikap dan tata laku serta proses mendewasakan. Hal ini sangat terkait erat dengan proses yang akan dijalankan di tataran lapangan, bagaimana menciptakan kaderisasi yang intelek untuk mendekati kesempurnaan pengubahan sikap dan tata laku serta pendewasaan.

3 KOMENTAR

  1. Good luck dan makasih untuk bapak dan ibu yang telah memberikan ilmu dan pengalamnya. Semoga kita dapat menjadi penerus yang berguna bagi negara dan agama dan orang lain

  2. Alhamdulillah dengan adanya kegiatan pembekalan gadar bagi kami ini sangat bermanfaat..
    Kami bisa mengetahui bagaimana menjadi pemimpin yang baik dalam berorganisasi dan bisa menambah ilmu pengetahuan tentang kegawadaruratan..
    Karena organisasi di dalam kampus sangat penting bagi mahasiswa seperti kami.. sukses di dalam akademik dan sukses dalam berorganisasi..
    Terima kasih untuk artikel nya pak, sukses selalu bapak😊

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here