Beranda Seputar Kesehatan Public Health OBSTRUCTIVE SLEEP APNEA PADA GAGAL JANTUNG

OBSTRUCTIVE SLEEP APNEA PADA GAGAL JANTUNG

299
0

Obstructive sleep apnea (OSA) adalah bagian dari gangguan pernapasan saat tidur yang umumnya ditemukan pada populasi gagal jantung. Studi epidemiologi telah menunjukkan asosiasi independen yang signifikan antara OSA dan gagal jantung. OSA memainkan peran penting dalam patogenesis dan perkembangan gagal jantung. Beberapa patogenesis adalah efek mekanis, aktivasi simpatis, proses inflamasi, dan disfungsi endotel. Ini dapat mengganggu kontraktilitas miokard dan menyebabkan perkembangan dan perkembangan gagal jantung. Namun, prevalensi OSA hanya “puncak gunung es” karena kesulitannya diagnosa. Sebagian besar penderita OSA, terutama pada penderita gagal jantung populasi, tidak memiliki keluhan kantuk.

Proses respirasi adalah proses pertukaran udara antara atmosfer dan alveoli. Sistem respirasi manusia terdiri dari otot-otot pernapasan, saluran napas bagian atas, saluran napas bagian bawah, dan alveoli. Otot-otot pernapasan terdiri atas mm. intercostales, m. pectoralis mayor dan minor, m. trapezius, m. serratus anterior dan posterior, serta diafragma. Saluran napas bagian atas bertugas untuk melembapkan dan menghangatkan udara yang masuk, sedangkan saluran napas bagian bawah berfungsi menghantarkan udara sampai ke alveoli tempat udara akan berdifusi ke dalam darah. Saluran napas bagian atas terdiri atas kavum nasi, sinus paranasal, faring (nasofaring, orofaring, laringofaring), serta laring. Saluran napas bagian bawah terdiri atas trakea, bronkus, dan bronkiolus. Alveoli terdiri atas membran alveolar dan ruang interstitial. Alveoli merupakan tempat terjadinya difusi udara, yaitu proses pertukaran gas antara alveoli dan darah kapiler paru. Proses difusi terjadi akibat perbedaan tekanan, gas berdifusi dari tekanan tinggi ke rendah.

Sindroma OSA adalah jika kondisi OSA disertai dengan hipersomnolen atau minimal dua episode tersedak atau gasping selama tidur, terbangun dari tidur secara beulang, tidur yang tidak menenangkan tubuh, lelah pada siang hari, atau terganggunya konsentrasi dan memori. OSA merupakan faktor risiko berbagai penyakit kardiovaskular termasuk stroke. Studi di Swedia menunjukkan dari 132 pasien stroke, 23 orang menderita OSA, 28 menderita central sleep apnea, dan 2 dengan mixed sleep apnea. Bassetti dan Aldrich mendapatkan AHI ≥ 10 pada 62% pasien transient ischaemic attack (TIA). Selain itu, OSA juga merupakan faktor risiko hipertensi, aritmia, serta gagal jantung yang merupakan faktor risiko stroke. Wisconsin Sleep Cohort Study menemukan hubungan linear antara tekanan darah dan AHI.16 Studi kasus menunjukkan OSA terdapat pada 37% dari 450 pasien CHF.17 Aritmia nokturnal didapatkan pada 50% pasien OSA.10. Salah satu faktor risiko independen penyakit kardiovaskular, prevalensi OSA ditemukan lebih tinggi pada populasi penduduk dengan penyakit kardiovaskular. Wisconsin Sleep Cohort Study menunjukkan prevalensi OSA pada laki-laki dan perempuan usia 30-60 tahun masing-masing sebesar 15% dan 5%. Penelitian Butt, et al, (2009) menunjukkan bahwa 9-15% populasi lanjut usia mengalami OSA, terutama pada laki-laki. Menunjukkan terdapat korelasi antara OSA yang diterapi dengan continuous positive airway pressure (CPAP) dan status kolesterol HDL serum, tanpa berkorelasi dengan kolesterol LDL serum, kolesterol total, dan trigliserida.

OSA akan memicu terjadinya kondisi hipoksia intermiten dan retensi CO2 selama tidur, saturasi oksigen akan turun Ɋ60%, serta terganggunya pola tidur. OSA dapat menyebabkan komplikasi kardiovaskular melalui mekanisme aktivasi simpatis, variabilitas kardiovaskular, pelepasan substansi vasoaktif, inflamasi, stres oksidatif, disfungsi endotel, resistensi insulin, trombosis, dan perubahan tekanan intratorakal. Apnea dapat terjadi berkali-kali dalam semalam diikuti peningkatan aktivitas simpatis yang berakibat vasokonstriksi. OSA akan meningkatkan kadar endothelin yang akan meningkatkan tekanan darah. Selain itu, terdapat korelasi antara aldosteron dan derajat OSA.

 

Hall JE. (uyton and Hall textbook of medical physiology. New :orkElsevier; 2010

Somers 7K, 8hite DP, Amin R, Abraham 8T, Costa F, Culebras A, et al. Sleep apnea and cardiovascular disease. J Am Coll Cardiol. 2008;52(8)686-717.

Yaggi HK, Concato J, Kernan 8N, Lichtman JH, Brass LM, Mohsenin 7. Obstructive sleep apnea as a risk factor for stroke and death. N Eng J Med. 2005;3532043-1

Sahlin C, Sandberg O, (ustafson :. Obstructive sleep apnea is a risk factor for death in patients with stroke. Arch Intern Med. 2008;168(3)297-301.

Basseti C, Aldrivh MS. Sleep apnea in acute cerebrovascular diseasesFinal report on 128 patients. Sleep. 1999;22(2)217-23.