3.7 C
Munich
Selasa, Oktober 27, 2020

MANFAAT JAHE BAGI KESEHATAN

Must read

PRIORITAS KESEHATAN MANUSIA

Kehidupan penuh dengan berbagai macam cobaan dan memiliki sebuah kerentangan dalam setiap unsur, salah satunya adalah kesehatan. Kesehatan sangat penting bila dilihat dari sebuah kebutuhan manusia, bahkan dalam “teori hirarki kehidupan” memaparkan bahwa setiap individu memiliki kebutuhan yang utama adalah kebutuhan fisiologis yang ditinjau dari factor fisiologi.

Kampanye Sosial Media: Saatnya Kaum Millenial Cerdas Memilih dan Anti Money Politic

Pada akhir tahun nanti, pemilihan kepala daerah akan serentak dilaksanakan di beberapa provinsi maupun kabupaten atau kota. Ada satu opini masyarakat yang sudah mendarah daging. Money Politic atau politik uang. Rasanya tidak sah bagi pemilih apabila uang tidak hinggap ditangannya. Celetuk dari salah satu warga Surabaya,”Gak ono duite yo males nyoblos”. Ulasnya. Yang artinya tidak ada uang, maka mereka enggan untuk memilih.

IMPLEMENTASI SEBUAH KEBIJAKAN

Implementasi kebijakan merupakan salah satu tahapan dalam keseluruhan proses kebijakan, yaitu tahapan perumusan, tahapan implementasi, dan tahapan evaluasi yang berlangsung dalam suatu sistem kebijakan yang kompleks dan dinamis dan akan menentukan berhasil tidaknya suatu kebijakan.

UPAYA TERAPEUTIK

Klinis seharusnya mempertimbangkan kisaran dari ekspresi pasien untuk merumuskan pemahaman pengalaman pasien dan untuk merefleksikan signifikansinya. Klinis mengingat norma dan klasifikasi pengalaman dan gejala yang mungkin relevan dengan sabar tetapi pada saat yang sama memungkinkan adanya karakter yang unik dari pengalaman pasien individu.

Jahe merupakan salah satu bagian dari tanaman herbal yang sangat berguna bagi kesehatan manusia dengan berbagai macam khasiat yang terkandung didalamnya. Jahe atau dengan nama ilmiah Zingiber officinale Rosc yang masuk dalam family Zingiberaceae. Perspektif jahe yang mempromosikan kesehatan dikaitkan dengan fitokimia yang kaya, analisis kimia terhadap jahe menunjukkan bahwa jahe mengandung lebih dari 400 senyawa berbeda. Konstituen utama dalam jahe adalah karbohidrat (50-70%), lipid (3-8%), terpene, dan senyawa fenolik. Komponen terpene dari jahe termasuk zingiberene, β-bisabolene, α-farnesene, β-sesquiphellandrene, dan α-curcumene, sedangkan senyawa fenolik meliputi gingerol, paradol, dan shogaol. Gingerol ini (23-25%) dan shogaol (18-25%) ditemukan dalam jumlah yang lebih tinggi daripada yang lain. Selain itu, asam amino, serat mentah, protein, pitosterol, vitamin (mis., Asam nikotinat dan vitamin A), dan mineral. Penggolongan jahe dibagi menjadi 3 jenis berdasarkan ukuran, bentuk, dan warna jahe:

Jahe Kuning Besar, yang biasa disebutkan oleh masyarakat adalah jahe badak atau jahe gajah, jahe dalam jenis ini sangat cocok sekali sebagai tambahan bumbu masakan

Jahe Kuning Kecil, biasa disebut dengan jahe emprit yang memiliki ruas kecil dengan rasa yang sedikit lebih pedas serta memiliki serat yang banyak. Cocok digunakan dalam bentuk minuman herbal seperti wedhang jahe, obat herbal dan ekstraksi pada jahe ini lebih bermanfaat bagi kesehatan

Jahe Merah, jenis jahe ini berwarna merah dengan ukuran yang lebih kecil. Jahe ini digunakan untuk pembuatan ramuan-ramuan herbal. Sebagai bahan yang dibutuhkan dalam tubuh jahe merah sedikit memiliki khasiat dalam aktivitas sebagai immunomodular yang berfungsi sebagai peningkatan daya tahan tubuh manusia. Jika dilihat dari kasus pandemi yang sedang terjadi di dunia saat ini, konsumsi jahe merah sebagai bagian dari meningkatkan daya tahan tubuh sebagai bagian dari pencegahan terhadap Virus Covid 19 semakin relevan melihat dari khasiat yang ada dalam jahe merah tersebut. Dan dalam jahe merah pun terdapat antiinflamasi dan antioksidan serta memiliki aktivitas farmakologi lainnya seperti menurunkan tekanan darah, sebagai antibakteri dan lain sebagainya.

Referensi

  1. G. Demin and Z. Yingying, “Comparative antibacterial activities of crude polysaccharides and flavonoids from Zingiber officinale and their extraction,” American Journal of Tropical Medicine, vol. 5, pp. 235–238, 2010.View at: Google Scholar
  2. R. Grzanna, L. Lindmark, and C. G. Frondoza, “Ginger—an herbal medicinal product with broad anti-inflammatory actions,” Journal of Medicinal Food, vol. 8, no. 2, pp. 125–132, 2005.View at: Publisher Site | Google Scholar
  3. E. Langner, S. Greifenberg, and J. Gruenwald, “Ginger: history and use,” Advances in Therapy, vol. 15, no. 1, pp. 25–44, 1998.View at: Google Scholar
  4. Y. Shukla and M. Singh, “Cancer preventive properties of ginger: a brief review,” Food and Chemical Toxicology, vol. 45, no. 5, pp. 683–690, 2007.View at: Publisher Site | Google Scholar
  5. Sahdeo Prasad. Ginger and Its Constituents: Role in Prevention and Treatment of Gastrointestinal Cancer, Volume 2015 |Article ID 142979 | 11 pages. https://www.hindawi.com/journals/grp/2015/142979/
  6. http://lipi.go.id/berita/Meluruskan-Informasi-Khasiat-Jahe-Merah/21972
- Advertisement -

More articles

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

PRIORITAS KESEHATAN MANUSIA

Kehidupan penuh dengan berbagai macam cobaan dan memiliki sebuah kerentangan dalam setiap unsur, salah satunya adalah kesehatan. Kesehatan sangat penting bila dilihat dari sebuah kebutuhan manusia, bahkan dalam “teori hirarki kehidupan” memaparkan bahwa setiap individu memiliki kebutuhan yang utama adalah kebutuhan fisiologis yang ditinjau dari factor fisiologi.

Kampanye Sosial Media: Saatnya Kaum Millenial Cerdas Memilih dan Anti Money Politic

Pada akhir tahun nanti, pemilihan kepala daerah akan serentak dilaksanakan di beberapa provinsi maupun kabupaten atau kota. Ada satu opini masyarakat yang sudah mendarah daging. Money Politic atau politik uang. Rasanya tidak sah bagi pemilih apabila uang tidak hinggap ditangannya. Celetuk dari salah satu warga Surabaya,”Gak ono duite yo males nyoblos”. Ulasnya. Yang artinya tidak ada uang, maka mereka enggan untuk memilih.

IMPLEMENTASI SEBUAH KEBIJAKAN

Implementasi kebijakan merupakan salah satu tahapan dalam keseluruhan proses kebijakan, yaitu tahapan perumusan, tahapan implementasi, dan tahapan evaluasi yang berlangsung dalam suatu sistem kebijakan yang kompleks dan dinamis dan akan menentukan berhasil tidaknya suatu kebijakan.

UPAYA TERAPEUTIK

Klinis seharusnya mempertimbangkan kisaran dari ekspresi pasien untuk merumuskan pemahaman pengalaman pasien dan untuk merefleksikan signifikansinya. Klinis mengingat norma dan klasifikasi pengalaman dan gejala yang mungkin relevan dengan sabar tetapi pada saat yang sama memungkinkan adanya karakter yang unik dari pengalaman pasien individu.

ADAPTASI KOMUNIKASI EFEKTIF DITELAAH DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT

Kesadaran manusia tidak dapat dipisahkan dari komunikasi. Kondisi komunikasi dalam konteks klinis ditentukan oleh niat peduli dan ketidaksetaraan hubungan, yang menyiratkan tanggung jawab khusus dari pihak klinisi.