Beranda Seputar Kesehatan Public Health DINAMIKA KEBERHASILAN KOMUNIKASI PERAWAT

DINAMIKA KEBERHASILAN KOMUNIKASI PERAWAT

315
17

Bagaimana reaksi kita ketika berbicara pada pasien atau keluarga pasien, terutama tentang sesuatu hal berkaitan dengan proses dan pelaksanaan pelayanan kesehatan? Apakah kita menjadi defensif dan mulai menyerang, atau apakah kita mendengarkan dengan cermat dan penuh pertimbangan, memahami bahwa kita dapat menggunakan komunikasi ini untuk meningkatkan hubungan dan terhubung dengan lebih baik?

Mampu berkomunikasi tanpa pertahanan adalah salah satu ciri pemimpin yang hebat, tidak hanya dalam bisnis, terutana dunia medis. Ketika kita tidak defensif, kita dapat fokus pada konten, struktur, dan makna pesan yang dikomunikasikan dan kita mulai menemukan pemahaman serta terbentuknya hubungan saling percaya. Terutama bidang kesehatan khususnya keperawatan yang meniti beratkan pada sebuah komunikasi.

Komunikasi itu sangat penting dalam menjalin sebuah kegiatan pekerjaan yang berhubungan dengan manusia. Jalinan komunikasi ini banyak dilakukan oleh seorang perawat agar tidak ada kesenjangan, kesalahpahaman yang berawal dari factor emosi dan sebagainya. Emosi pun dipengaruhi oleh sebuah pemikiran yang konkrit akibat sesuatu hal yang terjadi yaitu penekanan, ketidak adilan, keadaan yang tidak mendukung serta dan lain-lain.

Dunia keperawatan sangat mengedepankan komunikasi terapeutik yang komprehensif dengan mengedepankan komunikasi, maka didapatkan sebuah jalinan yang tepat dalam menjalankan sebuah kegiatan pelayanan kesehatan.

Ada banyak factor yang dapat mempengaruhi sebuah komunikasi bisa di lihat pada materi komunikasi keperawatan yang ada di blog ini juga. Mengedepankan sebuah unsur dan meminimalisirkan kesalahan dan hambatan dalam komunikasi itu mutlak kita harus pahami agar tidak terjadi sesuatu hal yang mendorong kita kedalam permasalahan.

Komunikasi dengan pasien adalah bagian individu dari ‘seni panjang’ pengobatan. Ini tidak hanya didasarkan pada kemampuan bawaan yang bervariasi dari orang ke orang, tetapi juga pada pelatihan dan pengalaman yang diperoleh seseorang selama latihan. Hasil ini akan menunjukkan pemahaman yang lebih besar di antara pasien dengan manfaat yang lebih besar bagi pasien dan kepuasan pribadi perawat dalam bekerja untuk pencapaian kesehatan yang optimal.

Komunikasi yang baik juga meningkatkan kualitas perawatan yang diberikan kepada pasien, yang terlihat dari hasil dari kepuasan klien. Selain itu, ini dianggap sebagai hak yang tidak dapat dicabut dan prasyarat untuk membangun hubungan yang tulus dan bermakna antara pasien dan perawat.

Jadi agar Keperawatan modern sebagai layanan kepada manusia untuk mewujudkan proyek tersebut, diperlukan dialog dan iklim interpersonal yang baik yang berkembang secara pribadi dengan setiap orang yang sakit, terutama dalam masyarakat multikultural modern kita. Pelatihan keahlian terbaik dan pendidikan perawat yang berkelanjutan dalam hal-hal yang berkaitan dengan teknik komunikasi yang tepat akan memungkinkan mereka untuk menanggapi secara memadai dan manusiawi harapan pasien.