Beranda Seputar Kesehatan Public Health KEGUNAAN KONDOM

KEGUNAAN KONDOM

369
15


Kondom dan Penggunaan Kondom Secara Konsisten

Secara universal pencegahan HIV mengenal tiga strategi umum yang diformulasikan sebagai startegi ABCDE. A adalah Abstinance atau tidak melakukan hubungan seks sama sekali sebelum menikah, B adalah Be Faitful atau Setia alias saling setia dengan satu pasangan, C adalah Condom alias menggunakan kondom secara konsisten pada setiap hubungan seks beresiko, D adalah Don’t use Drug tidak menggunakan narkoba suntik, E adalah Education yaitu pemberian pendidikan, apabila strategi A dan B tidak sesuai atau gagal dilakukan. Maka strategi C yaitu penggunaan condom secara konsisten digunakan untuk pencegahan penularan HIV melalui transmisi seksual.


Strategi ABCDE digunakan untuk segmen populasi yang berbeda. Umumnya strategi A dipromosikan kepada remaja atau orang muda yang belum aktif secara seksual. Sementara bagi mereka yang telah mempunyai pasangan tetap disarankan untuk melakukan startegi B. Strategi C digunakan bagi mereka yang mempunyai pasangan seks lebih dari satu atau sering berganti-ganti pasangan seksual seperti wanita pekerja seks. Segmen populasi ini biasanya disebut MARP (most-at risk populations) atau populasi paling beresiko terhadap penularan HIV. Beda segmen beda strategi.


MARP untuk setiap regional atau negara bisa berbeda. Untuk konteks Indonesia MARP termasuk(14): a) pekerja seks perempuan, b) lelaki yang berhubungan seks dengan lekaki (LSL), c) waria, d) laki-laki klien pekerja seks, dan e) injecting drug user. KPA memasukkan kelompok-kelompok tersebut sebagai MARP atas dasar fakta bahwa epidemi HIV di Indonesia memang digerakkan oleh perilaku beresiko pada populasi tersebut. MARP inilah yang mengontrol jalannya epidemi HIV di Indonesia. Sebagaian besar penularan HIV terjadi diantara MARP ini yang membuat Indonesia termasuk dalam kategori concentrated level epidemic country.