10 C
Munich
Kamis, Oktober 29, 2020

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESEHATAN KELUARGA

Must read

PRIORITAS KESEHATAN MANUSIA

Kehidupan penuh dengan berbagai macam cobaan dan memiliki sebuah kerentangan dalam setiap unsur, salah satunya adalah kesehatan. Kesehatan sangat penting bila dilihat dari sebuah kebutuhan manusia, bahkan dalam “teori hirarki kehidupan” memaparkan bahwa setiap individu memiliki kebutuhan yang utama adalah kebutuhan fisiologis yang ditinjau dari factor fisiologi.

Kampanye Sosial Media: Saatnya Kaum Millenial Cerdas Memilih dan Anti Money Politic

Pada akhir tahun nanti, pemilihan kepala daerah akan serentak dilaksanakan di beberapa provinsi maupun kabupaten atau kota. Ada satu opini masyarakat yang sudah mendarah daging. Money Politic atau politik uang. Rasanya tidak sah bagi pemilih apabila uang tidak hinggap ditangannya. Celetuk dari salah satu warga Surabaya,”Gak ono duite yo males nyoblos”. Ulasnya. Yang artinya tidak ada uang, maka mereka enggan untuk memilih.

IMPLEMENTASI SEBUAH KEBIJAKAN

Implementasi kebijakan merupakan salah satu tahapan dalam keseluruhan proses kebijakan, yaitu tahapan perumusan, tahapan implementasi, dan tahapan evaluasi yang berlangsung dalam suatu sistem kebijakan yang kompleks dan dinamis dan akan menentukan berhasil tidaknya suatu kebijakan.

UPAYA TERAPEUTIK

Klinis seharusnya mempertimbangkan kisaran dari ekspresi pasien untuk merumuskan pemahaman pengalaman pasien dan untuk merefleksikan signifikansinya. Klinis mengingat norma dan klasifikasi pengalaman dan gejala yang mungkin relevan dengan sabar tetapi pada saat yang sama memungkinkan adanya karakter yang unik dari pengalaman pasien individu.

Ancaman kesehatan keluarga dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya faktor keturunan, pendidikan/pengetahuan keluarga tentang sehat dan sakit, faktor ekonomi keluarga yang mempengaruhi pemenuhan nutrisi dan pemilihan fasilitas pelayanan kesehatan, faktor lingkungan, dan faktor budaya/kebiasaan yang melekat yang merugikan kesehatan (Effendy, 1998).

Dari hasil penelitian didapatkan 27 dari 47 keluarga beresiko terhadap penyakit yang dapat diturunkan, akan tetapi sebagian besar keluarga tidak mengetahui bahwa predisposisi genetik/keturunan merupakan faktor resiko dari penyakit tersebut. Menurut Potter & Perry (2005), padahal mengidentifikasi faktor resiko sangat berperan penting, dalam pelaksanaan peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit tersebut dengan mengupayakan perawatan kesehatan preventif secara rutin (Notoatmodjo, 2003). Penyakit menular hanya sedikit yang ditemukan dalam keluarga, oleh karena itu ketika ditanya bagaimana proses penularan penyakit, ternyata kebanyakan keluarga kurang memahami dan tidak mampu untuk menjelaskan bagaimana penyakit dapat menular kepada anggota keluarga yang lain. Selain itu, keluarga merasa belum dapat memenuhi kebutuhan seluruh anggota keluarga dengan baik tetapi bukan karena jumlah anggota yang besar. Kesulitan ini dihadapi karena pekerjaan kepala keluarga yang sebagian besarnya adalah wiraswasta dengan penghasilan yang tidak menentu, seperti pendapatan petani yang melonjak ketika panen, dan rendah pada hari-hari biasa.

Bentuk kecelakaan keluarga terbanyak adalah kecelakaan jatuh yang sering terjadi pada anak-anak dan luka berkendaraan pada orang dewasa, luka sayat hanya sedikit yaitu pada kaum ibu ketika menggunakan peralatan dapur, dan tidak ditemukan kecelakaan keracunan pada keluarga yang diteliti. Untuk usaha pencegahan kecelakaan dilakukan oleh hampir semua keluarga dengan lebih berhati-hati dalam beraktivitas.

Situasi Krisis, Hasil penelitian tentang gambaran situasi krisis dalam keluarga di Desa Ilie Kecamatan Ulee Kareng Banda Aceh pada 47 responden pada umumnya berada pada kategori tinggi (55,3%) yaitu 26 responden dan kategori rendah (44,7%) yaitu 21 responden. Krisis keluarga sebagai akibat dari ketidak seimbangan antara permintaan dengan sumber-sumber keluarga dan upaya koping keluarga. Keluarga memiliki tantangan untuk dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan ditiap tahap perkembangan keluarga sehingga dapat mencapai tahap perkembangan selanjutnya. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa 19 pasangan mengalami kesulitan dalam perubahan perandan 13 pasangan ketergantungan pada keluarga asal diawal perkawinan dari 47 pasangan yang diteliti. Kesulitan pada awal perkawinan dikarenakan suami/istri memiliki latar belakang keluarga, lingkungan tempat tinggal ataupun pengalaman pribadi yang berbeda. Ketergantungan pada keluarga asal terjadi pada pasangan yang menikah muda yang masih membutuhkan orang tua dan pada beberapa kasus, ketergantungan tersebut bersifat duaarah. Artinya, anak menjadi sumber sense of self dari orang tua (karena keberadaan anak membuat dirinya merasa berguna, dibutuhkan, berarti), sehingga orang tua ingin terus berperan sebagai orang tua yang menentukan kehidupan anak meskipun sang anak telah dewasa dan berkeluarga.

Keluarga mengalami krisis terbesar saat ibu hamil dan persalinan, walaupun keluarga memberi dukungan yang cukup, tetapi perubahan yang drastis ini menimbulkan kecemasan yang besar pada ibu, terutama bagi ibu yang memiliki riwayat persalinan sulit, mereka memiliki kekhawatiran yang besar untuk persalinannya juga kehamilan berikutnya. Hanya sebagian kecil keluarga yang memberikan pendidikan seksual kepada anak yang telah remaja. Padahal pada masa remaja informasi tentang masalah seksual sudah seharusnya mulai diberikan, agar remaja tidak mencari informasi dari orang lain atau dari sumber-sumber yang tidak jelas. Remaja cenderung memiliki tingkat seksual yang tinggi sehubungan dengan mulai matangnya hormon seksual dan organ- organ reproduksi. Pendidikan seks yang paling ideal adalah bisa dimulai dari lingkungan yang paling dekat dengan remaja itu sendiri, yaitu keluarga. Dalam hal ini pihak orang tua, yaitu ayah dan ibu yang diharapkan bisa lebih dini secara aktif memberikan informasi dan pengetahuan yang benar mengenai kesehatan reproduksi dan persoalan seksualitas sebagai upaya pencegahan terhadap terjadinya prilaku penyimpangan seksual pada remaja.

Pendidikan seksual selain menerangkan tentang aspek-aspek anatomis dan biologis juga menerangkan tentang aspek-aspek psikologis dan moral. Pendidikan seksual yang benar harus memasukkan unsur-unsur hak asasi manusia. Juga nilai-nilai kultur dan agama diikutsertakan sehingga akan merupakan pendidikan akhlak dan moral juga. Jadi tujuan pendidikan seksual adalah untuk membentuk suatu sikap emosional yang sehat terhadap masalah seksual dan membimbing anak dan remaja ke arah hidup dewasa yang sehat dan bertanggung jawab terhadap kehidupan seksualnya. Untuk krisis situasional (seperti kehilangan anggota keluarga, abortus, kehilangan perkerjaan dan pindah rumah) tidak banyak keluarga yang mengalaminya, dan kebanyakan dari keluarga tersebut pun mampu malewatinya dengan baik. Sifat kekeluargaan dan gotong royong yang masih sangat membudaya di desa ini lah yang menjadi sistem pendukung sosial yang merupakan strategi koping keluarga eksternal yang paling utama.

Referensi

Friedman dkk. (2003). Buku Ajar Keperawatan Keluarga (Riset, Teori dan Praktik). Jakarta: EGC

Friedman, Marilyn. (1992). Keperawatan Keluarga (Teori dan Praktik). Jakarta:EGC

Meilani, Niken dkk. (2009). Kebidanan Komunitas. Yogyakarta: Fitramaya

- Advertisement -

More articles

30 KOMENTAR

  1. Ancaman kesehatan keluarga dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya faktor keturunan, pendidikan/pengetahuan keluarga tentang sehat dan sakit, faktor ekonomi keluarga yang mempengaruhi pemenuhan nutrisi dan pemilihan fasilitas pelayanan kesehatan, faktor lingkungan, dan faktor budaya/kebiasaan yang melekat yang merugikan kesehatan 
    Situasi Krisis, Hasil penelitian tentang gambaran situasi krisis dalam keluarga di Desa Ilie Kecamatan Ulee Kareng Banda Aceh pada 47 responden pada umumnya berada pada kategori tinggi (55,3%) yaitu 26 responden dan kategori rendah (44,7%) yaitu 21 responden. 

    Perilaku penyimpangan seksual pada remaja.
    Pendidikan seksual selain menerangkan tentang aspek-aspek anatomis dan biologis juga menerangkan tentang aspek-aspek psikologis dan moral. Pendidikan seksual yang benar harus memasukkan unsur-unsur hak asasi manusia. Juga nilai-nilai kultur dan agama diikutsertakan sehingga akan merupakan pendidikan akhlak dan moral yg paling utama

  2. Jika dikaitkan dengan Teori precede and procede artikel diatas adalah:
    1. Predisposing yakni pengetahuan keluarga akan resiko akan penyakit tersebut dapat diturunkan.
    2.Reinforsing yakni kurang dapatnya memenuhi kebutuhan (ekknomi/pendapatan keluarga)
    3. Enabling yakni ketidak seimbangan antara permintaan dengan sumber-sumber keluarga dan upaya koping keluarga.

  3. Ancaman kesehatan keluarga dipengaruhi oleh berbagai faktor
    1. Predeisposis yaitu keluarga terlalu menganggap remeh dengan kesehatanya
    2. Enabling (pendukung) yaitu tingkat kesehatan khususnya keluarga akan terpengaruh jika fasilitas ata sarana perasarana itu kurang lengkap
    3. Renforcing (Pendorong ) yaitu tergantung bagaimana kita yang berwawasan tentang kesehatan atau tenaga medis dalam memberi edukasi dan bagaimana sikap kita terhadap mereka

  4. kesehatan keluarga adalah pengetahuan tentang keadaan sehat fisik, jasmani dan sosial dari individu-individu yang terdapat dalam satu keluarga. Antara individu yang satu dengan lainnya saling mempengaruhi dalam lingkaran siklus keluarga untuk mencapai derajat kesehatan keluarga yang optimal. Keluarga yang sehat adalah salah satu kekayaan yang tak terhingga. Tapi tak sedikit dari kita yang masih mencari formulasi yang tepat untuk mengajak seluruh anggota keluarga memiliki kebiasaan hidup sehat. Mehmet C Oz, MD, dokter yang dibesarkan oleh Oprah Winfrey,
    memberikan tip praktisnya untuk kita. “Jadikan trik ini seperti waktu

    Faktor-faktor yang mempengaruhi yaitu kebersihan, kesehatan, pendidikan, pengetahuan dll

  5. Nama : Agung Wisnu Ryandika Putra
    Nim : 191141002

    1. Predisposing factor, Di artikel ini di tuliskan bahwa ada perubahan sikap yang terjadi untuk mencegah kecelakaan jatuh yang sering terjadi pada anak-anak dan luka berkendaraan pada orang dewasa, luka sayat hanya sedikit yaitu pada kaum ibu ketika menggunakan peralatan dapur. Dengan masalah itu keluarga menjadikan motivasi untuk bisa dicegah supaya tidak terjadi kecelakaan itu dengan cara lebih berhati-hati dalam beraktivitas.

    2. Enabling factor, Di artikel di atas di tuliskan bahwa penyakit keturunan kebanyakan keluarga tidak memahami dan tidak mampu untuk menjelaskan bagaimana penyakit dapat menular kepada anggota keluarga yang lain. Karena terdapat faktor pekerjaan kepala keluarga yang sebagian besarnya adalah wiraswasta dengan penghasilan yang tidak menentu.

    3. Reinforcing factor, Di artikel di atas di tuliskan bahwa Pendidikan seksual terdapat aspek-aspek psikologis dan moral. Untuk mengurangi terjadinya krisis situasional. Maka Sifat kekeluargaan dan gotong royong yang menjadi sistem pendukung sosial yang merupakan strategi koping keluarga eksternal yang paling utama.

  6. Keterkaitan artikel dengan teori precede dan procede
    1. Predisposing ;
    – pengetahuan tentang faktor resiko, penyakit menular, krisis keluarga, dan pendidikan seksual
    – terdapat sikap ketergantungan kepada keluarga lama oleh pasangan nikah muda

    2. Reinforcing ;
    – orang tua dapat memberikan informasi pendidikan seksual secara dini kepada anak remajanya
    – sifat kekeluargaan dan gotong royong sebagai faktor pendukung dan strategi koping keluarga eksternal

    3. Enabling
    – alat kontrasepsi seperti kondom dan keterjangkauan mendapatkan alat kontrasepsi
    – pendidikan dan promosi kesehatan tentang seksualitas dan resikonya

  7. Jika dikaitkan dengan teori precede and proceed dengan artikel di atas adalah :
    1. Predisposisi, sebagian besar pengetahuan keluarga tidak mengetahui.
    2. Pendukung, fasilitas atau sarana kurang mendukung.
    3. Pendorong, perilakunya tidak seimbang.

  8. 1. Predisposing: sifat kekeluargaan dan gotong royong yang masih sangat membudaya di desa yang menjadi sistem pendukung sosial atau keluarga eksternal yang paling utama.
    2. Reinforcing: anak menjadi sumber sense of self dari orangtua karena keberadaan anak membuat dirinya merasa berguna dan di butuhkan sehingga orangtua terus berperan yang menentukan kehidupan anak, meskipun telah dewasa atau keluarga.
    3. Enabling: dari artikel diatas sarana pendidikan yang paling ideal adalah bisa dimulai dari lingkungan yang paling dekat dengan remaja itu sendiri, yaitu keluarga.

  9. 1. Contoh dari Sifat predisposing adalah kekeluargaan dan gotong royong yang masih sangat membudaya di desa ini lah yang menjadi sistem pendukung sosial yang merupakan strategi koping keluarga eksternal yang paling utama.

    2. Contoh dari Enabling Dari artikel diatas sarana pendidikan yang paling ideal adalah bisa di mulai dari lingkungan yang paling dekat dengan remaja itu sendiri yaitu keluarga

    3. Contoh dari Renforcing Adalah Artinya, anak menjadi sumber sense of self dari orang tua (karena keberadaan anak membuat dirinya merasa berguna, dibutuhkan, berarti), sehingga orang tua ingin terus berperan sebagai orang tua yang menentukan kehidupan anak meskipun sang anak telah dewasa dan berkeluarga.
     

  10. 1. Predisposing factor
    Penyakit menular hanya sedikit yang ditemukan dalam keluarga, oleh karena itu ketika ditanya bagaimana proses penularan penyakit, ternyata kebanyakan keluarga kurang memahami dan tidak mampu untuk menjelaskan bagaimana penyakit dapat menular kepada anggota keluarga yang lain. Kesulitan ini dihadapi karena pekerjaan kepala keluarga yang sebagian besarnya adalah wiraswasta dengan penghasilan yang tidak menentu, seperti pendapatan petani yang melonjak ketika panen, dan rendah pada hari-hari biasa.
    2. Enabling factor.
    Tingkat kesehatan khususnya keluarga yang kurang mengerti tentang hal kesehatan akan berpengaruh juga jika fasilitas atau sarana tidak dapat terpenuhi, dan juga terjadi ketidak seimbangnya antara permintaan dengan sumber-sumber keluarga dan upaya koping dari suatu keluarga
    3. Reforcing factor
    Kita sebagai tenaga kesehatan yang berwawasan tentang kesehatan atau tentang medis yang harus memberi edukasi, dan sikap yang baik untuk masyarakat

  11. Jika dikatakan dalam teori preceed and procede dari artikel tersebut yaitu :
    1. Predisposing :* karakteristik ancaman kesehatan keluarga yaitu keturunan, pendidikan/ pengetahuan keluarga tentang sehat dan sakit, ekonomi keluarga, lingkungan,dan budaya atau kebiasaan yang melekat dan merugikan kesehatan.
    *pengetahuan atau wawasan keluarga mengenai faktor resiko dari penyakit tersebut yang akan diturunkan.
    2. Reinforcing : *dukungan dari orang tua dalam memberikan informasi kesehatan.
    * Sikap dan pengetahuan keluarga terhadap ancaman kesehatan keluarga.
    3. Enabling : Ketidakseimbangan antara permintaan dengan sumber- sumber keluarga dan upaya koping keluarga

  12. Faktor yang mempengaruhi kesehatan keluarga jika menggunakan teori precede and procede yaitu
    -Predisposing : sebuah keluarga harus memiliki pengetahuan yang cukup tentang genetik atau terkait merupakan faktor risiko dari penyakit tersebut
    -Reinforcing : perilaku yang di lakukan oleh keluarga yg kurang dapat memenuhi kebutuhan keluarga atau pendapatannya tidak menentu juga dapat mempengaruhi sebuah faktor kesehatan keluarga. Karena jika sebuah keluarga dapat memenuhi kebutuhan dengan cukup maka mereka akan lebih memperhatikan kesehatan keluarga nya
    -Enabling : lingkungan juga mempengaruhi sebuah keluarga dalam faktor yang mempengaruhi kesehatan. Jika sebuah keluarga hidup di lingkungan yang mempunyai fasilitas kesehatan lengkap akan berbeda dengan keluarga yang hidup di lingkungan yang fasilitas kesehatannya tidak memadai

  13. Berhubungan dg materi diatas.

    1. Misal dari Sifat predisposing adalah kekeluargaan dan gotong royong yang masih sangat membudaya di desa ini lah yang menjadi sistem pendukung sosial yang merupakan strategi koping keluarga eksternal yang paling utama.
    2. Misal dari Enabling Dari artikel diatas sarana pendidikan yang paling ideal adalah bisa di mulai dari lingkungan yang paling dekat dengan remaja itu sendiri yaitu keluarga
    3.Misal dari Renforcing Adalah Artinya, anak menjadi sumber sense of self dari orang tua (karena keberadaan anak membuat dirinya merasa berguna, dibutuhkan, berarti), sehingga orang tua ingin terus berperan sebagai orang tua yang menentukan kehidupan anak meskipun sang anak telah dewasa dan berkeluarga.

  14. Jika kita mengaitkan Teori precede and procede dengan artikel diatas adalah:
    1. Predisposing berupa ketidakpahaman atau ketidaktahuaan keluarga terhadap suatu penyakit.
    2. Reinforcing berupa dukungan atau ilmu yang didapat oleh orang tua khususnya dalam memberikan pendidikan kesehatan
    3. Enabling berupa sarana dan prasarana sebagai penunjang kesehatan dalam keluarga

  15. Nama : Hilya Humaidah
    Nim : 191141028

    1. Predisposing factor, Telah dijelaskan di artikel tersebut bahwa ada perubahan sikap yang terjadi untuk mencegah kecelakaan jatuh yang sering terjadi pada anak-anak dan luka berkendaraan pada orang dewasa, luka sayat hanya sedikit yaitu pada kaum ibu ketika menggunakan peralatan dapur. Dengan adanya masalah itu keluarga menjadikan motivasi untuk bisa dicegah supaya tidak terjadi kecelakaan itu dengan cara lebih berhati-hati.

    2. Enabling factor, pada artikel tersebut dijelaskan bahwa penyakit keturunan kebanyakan keluarga tidak memahami dan tidak mampu untuk menjelaskan bagaimana penyakit dapat menular kepada anggota keluarga yang lain. Karena terdapat faktor pekerjaan kepala keluarga yang sebagian besarnya adalah wiraswasta dengan penghasilan yang tidak menentu.

    3. Reinforcing factor, pada artikel ini juga tuliskan bahwa Pendidikan seksual terdapat aspek-aspek psikologis dan moral. Untuk mengurangi terjadinya krisis situasional. Maka Sifat kekeluargaan dan gotong royong yang menjadi sistem pendukung sosial yang merupakan strategi koping keluarga eksternal yang paling utama.

  16. a. Faktor predisposisi (predisposing factor): Sebagian besar keluarga tidak mengetahui bahwa predisposisi genetik/keturunan merupakan faktor resiko dari penyakit tersebut. Penyakit menular hanya sedikit yang ditemukan dalam keluarga, oleh karena itu ketika ditanya bagaimana proses penularan penyakit, ternyata kebanyakan keluarga kurang memahami dan tidak mampu untuk menjelaskan bagaimana penyakit dapat menular kepada anggota keluarga yang lain. ( Dari sini kita dapat mengetahui bahwa pengetahuan yang dimiliki oleh sebagian besar keluarga masih sangat minim.)
    b. Faktor-faktor pendorong (reinforcing factor): Bentuk kecelakaan keluarga terbanyak adalah kecelakaan jatuh yang sering terjadi pada anak-anak dan luka berkendaraan pada orang dewasa, luka sayat hanya sedikit yaitu pada kaum ibu ketika menggunakan peralatan dapur, dan tidak ditemukan kecelakaan keracunan pada keluarga yang diteliti. Untuk usaha pencegahan kecelakaan dilakukan oleh hampir semua keluarga dengan lebih berhati-hati dalam beraktivitas.( Dari sini kita dapat mengetahui bahwa keluarga telah melakukan usaha seperti pencegahan terhadap suatu kecelakaan dan lebih berhati-hati dalam beraktivitas.)
    c. Faktor-faktor pendukung (enabling factor): Keluarga memiliki tantangan untuk dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan ditiap tahap perkembangan keluarga sehingga dapat mencapai tahap perkembangan selanjutnya. walaupun keluarga memberi dukungan yang cukup, Akan tetapi masih saja ada keluarga yang merasa belum dapat memenuhi kebutuhan seluruh anggota keluarga dengan baik tetapi bukan karena jumlah anggota yang besar. Kesulitan ini dihadapi karena pekerjaan kepala keluarga yang sebagian besarnya adalah wiraswasta dengan penghasilan yang tidak menentu, seperti pendapatan petani yang melonjak ketika panen, dan rendah pada hari-hari biasa.( Dari sini kita dapat mengetahui bahwa pemberian sarana prasarana yang memadai belum dapat dilakukan akibat permasalahan ekonomi keluaraga.)

  17. 1.Masalah yang berkaitan dengan Faktor Predisposing yaitu ;
    – kebanyakan keluarga kurang memahami dan tidak mampu untuk menjelaskan bagaimana penyakit dapat menular kepada anggota keluarga yang lain.
    2. Masalah yang berkaitan dengan Faktor Predisposing yaitu ;
    – Ketergantungan pada keluarga asal terjadi pada pasangan yang menikah muda yang masih membutuhkan orang tua dan pada beberapa kasus, ketergantungan tersebut bersifat dua arah. Artinya, anak menjadi sumber sense of self dari orang tua (karena keberadaan anak membuat dirinya merasa berguna, dibutuhkan, berarti).
    3. Masalah yang berkaitan dengan Faktor Enabling yaitu;
    – Pendidikan seksual yang benar harus memasukkan unsur-unsur hak asasi manusia. Juga nilai-nilai kultur dan agama diikutsertakan sehingga akan merupakan pendidikan akhlak dan moral juga

  18. Dalam Teori precede and procede ada 3 item penting:

    – predisposing Factor merupakan Faktor yang mencakup pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap kesehatan, tradisi dan kepercayaan masyarakat terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan, sistem nilai yang dianut masyarakat, tingkat pendidikan, tingkat sosial ekonomi dan sebagainya.
    Maka faktor ini penting dalam keluarga dimana sikap dari anggota keluarga sangat berpengaruh,dalam hal pola hidup sehat,jika salah satu keluarga menunjukan sikap yang kurang baik bisa saja akan ditiru oleh anggota keluarga yang lain,bukan hany itu pengetahuan pun menjadi dasar dalam suatu kesehatan keluarga.
    Dalam artikel diatas dikaitkan bahwa sikap keluarga sangat berpengaruh padakkecelakaan yang terjadi pada anak ,maupun kecelkan orang tua

    – reinforcing factor merupakan Faktor-faktor yang meliputi sikap dan perilaku tokoh masyarakat, tokoh agama dan para petugas kesehatan. Untuk berperilaku sehat, masyarakat kadang-kadang bukan hanya perlu pengetahuan dan sikap positif serta dukungan fasilitas saja, melainkan diperlukan perilaku contoh (acuan) dari para tokoh masyarakat, tokoh agama dan para petugas terlebih lagi petugas kesehatan.
    Jadi,dalam faktor ini bagaimana peran dari tokoh masyarakat maupun tenaga kesehatan
    Yang menjadi contoh bagi keluarga maupun masyarakat yg tingal di suatu daerah setempat dalam hal pemenuhan kebutuhan gizi.

    -Enabling Factor merupakan faktor yang mencakup berbagai keterampilan dan sumber daya, dimana keterampilan dan sumber daya merupakan poin penting yang diperlukan untuk melakukan perubahan perilaku kesehatan. Sumber daya itu meliputi fasilitas pelayanan kesehatan, personalia klinik atau sumber daya yang serupa itu. Faktor pemungkin ini juga menyangkut keterjangkauan berbagai sumber daya, biaya, jarak ketersediaan transportasi, waktu dan sebagainya.
    Jadi disamping kedua faktor tersebut faktor enabling sangat berpengaruh dalam hal fasilitas dan sarana,jika dalam keluarga hanya ada ada anggota keluarga yang hanya mempunyai sikap,pengetahuan yang baik,maupun tenaga kesehatan yang cukup tetapi jika tidak ada fasilitas yang mendukung maka kesehatan keluarga belum sepenuhnya tercukupi.

    Terimakasih.

  19. Teori precede and procede ada 3 item, yaitu :

    1. Predisposing factor, Yang terwujud dalam pengetahuan, sikap, kepercayaan, keyakinan, nilai nilai dan sebagainya. perubahan sikap yang terjadi untuk mencegah kecelakaan jatuh yang sering terjadi pada anak-anak dan luka berkendaraan pada orang dewasa, luka sayat hanya sedikit yaitu pada kaum ibu ketika menggunakan peralatan dapur. Dengan masalah itu keluarga menjadikan motivasi untuk bisa dicegah supaya tidak terjadi kecelakaan itu dengan cara lebih berhati-hati dalam beraktivitas.

    2. Enabling factor, Yang terwujud dalam fasilitas fasilitas atau sarana sarana , alat alat kontrasepsi, jamban, dan sebagainya. penyakit keturunan kebanyakan keluarga tidak memahami dan tidak mampu untuk menjelaskan bagaimana penyakit dapat menular kepada anggota keluarga yang lain. Karena terdapat faktor pekerjaan kepala keluarga yang sebagian besarnya adalah wiraswasta dengan penghasilan yang tidak menentu.

    3. Reinforcing factor, Yang terwujud dalam sikap dan perilaku petugas kesehatan atau petugas lain, yang merupakan kelompok referensi dari perilaku masyarakat. Pendidikan seksual terdapat aspek-aspek psikologis dan moral. Untuk mengurangi terjadinya krisis situasional. Maka Sifat kekeluargaan dan gotong royong yang menjadi sistem pendukung sosial yang merupakan strategi koping keluarga eksternal yang paling utama.

  20. Faktor yang mempengaruhi kesehatan keluarga jika menggunakan teori precede and procede yaitu
    1. Predisposing : sebuah keluarga harus memiliki pengetahuan yang cukup tentang genetik atau terkait merupakan faktor risiko dari penyakit tersebut
    2. Reinforcing : perilaku yang di lakukan oleh keluarga yg kurang dapat memenuhi kebutuhan keluarga atau pendapatannya tidak menentu juga dapat mempengaruhi sebuah faktor kesehatan keluarga. Karena jika sebuah keluarga dapat memenuhi kebutuhan dengan cukup maka mereka akan lebih memperhatikan kesehatan keluarga nya
    3. Enabling : lingkungan juga mempengaruhi sebuah keluarga dalam faktor yang mempengaruhi kesehatan. Jika sebuah keluarga hidup di lingkungan yang mempunyai fasilitas kesehatan lengkap akan berbeda dengan keluarga yang hidup di lingkungan yang fasilitas kesehatannya tidak memadai

  21. Kesehatan keluarga jika dikaitkan dengan teori precede and procede yaitu :
    1. Predisposing : keluarga beresiko terhadap penyakit yang dapat diturunkan, akan tetapi sebagian besar keluarga tidak mengetahui bahwa predisposisi genetik/keturunan merupakan faktor resiko dari penyakit tersebut. (Keluarga harus lebih mengetahui faktor beresiko dari suatu penyakit)
    2. Reinforcing : keluarga merasa belum dapat memenuhi kebutuhan seluruh anggota keluarga dengan baik tetapi bukan karena jumlah anggota yang besar. (Kurangnya pendapatan ekonomi keluarga)
    3. Enabling : pekerjaan dengan penghasilan yang tidak menentu.

  22. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESEHATAN KELUARGA
    Dari artikelnya sudah di jelaskan bahwa betapa pentingnya mengetahui ataupun memahami tentang kesehatan keluarga yaitu pengetahuan tentang keadaan sehat fisik, jasmani dan sosial dari individu maupun yang terdapat dalam satu keluarga. Antara individu yang satu dengan lainnya saling mempengaruhi dalam lingkaran keluarga untuk mencapai derajat kesehatan keluarga yang optimal, Sebelum ada feadbacknya yang mempengaruhi yaitu kebersihan, kesehatan, pendidikan, pengetahuan dan lainnya.
    Yang jika di kaitkan dengan teori precede dan procede artikel diatas yaitu ancaman keluarga yang di pengaruhi sebagai berikut :
    1. Predisposing ( kurangnya pengetahuan kesehatan keluarga sehingga pengetahuan tentang keturunan, pendidikan, pengetahuan keluarga tentang sehat dan sakit, ekonomi keluarga, lingkungan,dan budaya atau kebiasaan yang melekat dan merugikan kesehatan.)
    2. Reinforcing ( dukungan dari orang tua dalam memberikan informasi kesehatan, bagaimana Sikap dan pengetahuan keluarga terhadap ancaman kesehatan keluarga).
    3. Enabling yaitu pendukung (tingkat kesehatan khususnya keluarga akan terpengaruh jika fasilitas ata sarana perasarana itu kurang lengkap).

  23. Faktor yang mempengaruhi kesehatan keluarga jika menggunakan teori precede and procede ada 3 yaitu
    1. Predisposing : sebuah keluarga harus memiliki pengetahuan yang cukup tentang genetik atau terkait merupakan faktor risiko dari penyakit tersebut
    2. Reinforcing : perilaku yang di lakukan oleh keluarga yg kurang dapat memenuhi kebutuhan keluarga atau pendapatannya tidak menentu juga dapat mempengaruhi sebuah faktor kesehatan keluarga. Karena jika sebuah keluarga dapat memenuhi kebutuhan dengan cukup maka mereka akan lebih memperhatikan kesehatan keluarga nya
    3. Enabling : lingkungan juga mempengaruhi sebuah keluarga dalam faktor yang mempengaruhi kesehatan. Jika sebuah keluarga hidup di lingkungan yang mempunyai fasilitas kesehatan lengkap akan berbeda dengan keluarga yang hidup di lingkungan yang fasilitas kesehatannya tidak memadai

  24. 1. Predisposing
    keluarga beresiko terhadap penyakit yang dapat diturunkan, akan tetapi sebagian besar keluarga tidak mengetahui bahwa predisposisi genetik/keturunan merupakan faktor resiko dari penyakit tersebut.
    2. Enabling
    fasilitas kesehatan keluarga atau sarana tidak dapat terpenuhi, dan juga terjadi ketidak seimbangnya antara permintaan dengan sumber-sumber keluarga dan upaya koping dari suatu keluarga
    3. Reforcing
    Sebagai tenaga kesehatan yang mempunyai wawasan tentang medis yang harus sebaiknya harus memberikan edukasi, dan sikap yang baik untuk masyarakat

  25. Ketika kita melakukan interfensi pada keluarga yang bertujuan untuk merubah pola pikir, prilaku serta kebiasaan masyarakat itu, kita tentunya menggunakan 3 faktor prilaku, yakni :

    1. faktor predisposisi ( predisposing faktor ) Yaitu : Faktor yang mencakup pengetahuan dan sikap terhadap kesehatan, tradisi, dan kepercayaan keluarga terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan.
    2. faktor pemungkin ( enabling faktor) yaitu : faktor yang mencakup berbagai keterampilan keluarga merupakan poin penting Yang diperlukan untuk melakukan perubahan perilaku keluarga.
    3. Faktor penguat (reinforcing faktor) yaitu : faktor yang meliputi sikap dan perilaku dalam memenuhi kebutuhan keluarga.

  26. Jika dikaitkan dengan Teori precede and procede artikel diatas adalah:
    1. Predisposing yakni pengetahuan keluarga akan resiko akan penyakit tersebut dapat diturunkan.
    seperti penyakit menular. penularan tersebut hanya sedikit kemungkinan. banyak keluarga yang kurang memahami dan kurangnya wawasan diri terhadap penyakit.
    2.Reinforsing yakni kurang dapatnya memenuhi kebutuhan (ekknomi/pendapatan keluarga) yang dapat mempengaruhi tingkat kesehatan khususnya keluarga yang kurang mengerti kesehatan dan kurang memenuhi fasilitas kesehatan dalam keluarga.
    3. Enabling yakni ketidak seimbangan antara permintaan dengan sumber-sumber keluarga dan upaya koping keluarga. seperti anak yang meminta haknya pada orang tua. dalam hal ini orang tua harus mencukupi semua hak anak tetapi faktor ekonominya tidak dapat menyeimbangkan

  27. 1. Predisposing yaitu penyakit menular hanya sedikit yang ditemukan dalam keluarga, oleh karena itu ketika ditanya bagaimana proses penularan penyakit, ternyata kebanyakan keluarga kurang memahami dan tidak mampu untuk menjelaskan bagaimana penyakit dapat menular kepada anggota keluarga yang lain.
    2.Reinforsing yakni kurang dapatnya memenuhi kebutuhan (ekknomi atau pendapatan keluarga) yang dapat mempengaruhi tingkat kesehatan khususnya keluarga yang kurang mengerti kesehatan dan kurang memenuhi fasilitas kesehatan dalam keluarga.
    3.Enabling yaitu Ketidakseimbangan antara permintaan dengan sumber- sumber keluarga dan upaya koping keluarga

  28. 1. Predisposing yaitu penyakit menular hanya sedikit yang ditemukan dalam keluarga, oleh karena itu ketika ditanya bagaimana proses penularan penyakit, ternyata kebanyakan keluarga kurang memahami dan tidak mampu untuk menjelaskan bagaimana penyakit dapat menular kepada anggota keluarga yang lain.
    2.Reinforsing yakni kurang dapatnya memenuhi kebutuhan (ekknomi atau pendapatan keluarga) yang dapat mempengaruhi tingkat kesehatan khususnya keluarga yang kurang mengerti kesehatan dan kurang memenuhi fasilitas kesehatan dalam keluarga.
    3.Enabling yaitu Ketidakseimbangan antara permintaan dengan sumber- sumber keluarga dan upaya koping keluarga

  29. 1. Predisposing yaitu penyakit menular hanya sedikit yang ditemukan dalam keluarga, oleh karena itu ketika ditanya bagaimana proses penularan penyakit, ternyata kebanyakan keluarga kurang memahami dan tidak mampu untuk menjelaskan bagaimana penyakit dapat menular kepada anggota keluarga yang lain.
    2.Reinforsing yakni kurang dapatnya memenuhi kebutuhan (ekknomi atau pendapatan keluarga) yang dapat mempengaruhi tingkat kesehatan khususnya keluarga yang kurang mengerti kesehatan dan kurang memenuhi fasilitas kesehatan dalam keluarga.
    3.Enabling yaitu Ketidakseimbangan antara permintaan dengan sumber- sumber keluarga dan upaya koping keluarga

  30. a. Faktor pendorong (predisposing factor)
    Faktor predisposing merupakan faktor yang menjadi dasar
    motivasi atau niat seseorang melakukan sesuatu. Faktor pendorong
    meliputi pengetahuan, sikap, kepercayaan, keyakinan, nilai dan
    persepsi, tradisi, dan unsure lain yang terdapat dalam diri individu
    maupun masyarakat yang berkaitan dengan kesehatan (Heri, 2009).

    b. Faktor pendorong atau pendorong (reinforcing factor)
    Faktor reinforcing merupakan faktor-faktor yang mendorong atau
    memperkuat terjadinya perilaku seseorang yang dikarenakan adanya
    sikap suami, orang tua, tokoh masyarakat atau petugas kesehatan.

    c. Faktor pemungkin (enabling factor)
    Faktor enabling merupakan faktor-faktor yang memungkinkan atau
    yang memfasilitasi perilaku atau tindakan. Faktor pemungkin meliputi
    sarana dan prasarana atau fasilitas-fasilitas atau sarana-sarana
    kesehatan. Untuk berperilaku sehat, masyarakat memerlukan sarana
    dan prasarana pendukung, misalnya perilaku Pemeriksaan Payudara
    Sendiri (SADARI), perempuan yang ingin mendapatkan informasi
    harus lebih aktif dalam mencari informasi melalui pelayanan kesehatan
    seperti puskesmas, rumah sakit, posyandu, dokter atau bidan praktik,
    dan juga mencari informasi melalui media massa seperti media
    internet, media cetak, media elektronik, dan media sosial.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

PRIORITAS KESEHATAN MANUSIA

Kehidupan penuh dengan berbagai macam cobaan dan memiliki sebuah kerentangan dalam setiap unsur, salah satunya adalah kesehatan. Kesehatan sangat penting bila dilihat dari sebuah kebutuhan manusia, bahkan dalam “teori hirarki kehidupan” memaparkan bahwa setiap individu memiliki kebutuhan yang utama adalah kebutuhan fisiologis yang ditinjau dari factor fisiologi.

Kampanye Sosial Media: Saatnya Kaum Millenial Cerdas Memilih dan Anti Money Politic

Pada akhir tahun nanti, pemilihan kepala daerah akan serentak dilaksanakan di beberapa provinsi maupun kabupaten atau kota. Ada satu opini masyarakat yang sudah mendarah daging. Money Politic atau politik uang. Rasanya tidak sah bagi pemilih apabila uang tidak hinggap ditangannya. Celetuk dari salah satu warga Surabaya,”Gak ono duite yo males nyoblos”. Ulasnya. Yang artinya tidak ada uang, maka mereka enggan untuk memilih.

IMPLEMENTASI SEBUAH KEBIJAKAN

Implementasi kebijakan merupakan salah satu tahapan dalam keseluruhan proses kebijakan, yaitu tahapan perumusan, tahapan implementasi, dan tahapan evaluasi yang berlangsung dalam suatu sistem kebijakan yang kompleks dan dinamis dan akan menentukan berhasil tidaknya suatu kebijakan.

UPAYA TERAPEUTIK

Klinis seharusnya mempertimbangkan kisaran dari ekspresi pasien untuk merumuskan pemahaman pengalaman pasien dan untuk merefleksikan signifikansinya. Klinis mengingat norma dan klasifikasi pengalaman dan gejala yang mungkin relevan dengan sabar tetapi pada saat yang sama memungkinkan adanya karakter yang unik dari pengalaman pasien individu.

ADAPTASI KOMUNIKASI EFEKTIF DITELAAH DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT

Kesadaran manusia tidak dapat dipisahkan dari komunikasi. Kondisi komunikasi dalam konteks klinis ditentukan oleh niat peduli dan ketidaksetaraan hubungan, yang menyiratkan tanggung jawab khusus dari pihak klinisi.