Beranda News Nasional COVID-19 ANTARA ADA DAN TIADA?? TAPI NYATA

COVID-19 ANTARA ADA DAN TIADA?? TAPI NYATA

317
41

Laporan statistik kesehatan dunia adalah kompilasi tahunan World Health Organization (WHO) terbaru, data yang tersedia tentang indikator kesehatan dan yang berhubungan dengan kesehatan untuk 194 Negara anggotanya. Laporan dibuat oleh Divisi Data, Analisis, dan Penyampaian Dampak yang bekerja sama dengan departemen teknis WHO dan kantor wilayah. Pembangunan Berkelanjutan sebagaimana diinformasikan oleh data nasional dan sistem informasi kesehatan. Ketika pandemi COVID-19 sedang berlangsung dan negara-negara merespons, ketidaksetaraan kritis telah muncul, menuntut kerja sama global dan tindakan bersama untuk lebih siap merespons ini dan global lainnya sebagai ancaman kesehatan. Dengan kasus COVID-19 yang baru dikonfirmasi pada level tertinggi sepanjang masa secara global, skala penularan meningkatkan risiko varian yang berpotensi lebih menular, mematikan, dan/atau hilangnya kekebalan tubuh pada diri manusia.

Penghujung tahun 2019, pandemi COVID-19 dengan cepat menjadi ancaman global bagi kesehatan manusia, menginfeksi lebih dari 153 juta orang, dan menelan korban lebih dari 3,2 juta jiwa pada 1 Mei 2021 secara global. COVID-19 telah menjadi penyebab utama kematian. Perkiraan awal WHO menunjukkan total kelebihan kematian global yang disebabkan terhadap COVID-19, baik secara langsung maupun tidak langsung, berjumlah setidaknya 3 juta pada tahun 2020. Ketimpangan prapandemi telah mendorong distribusi vaksin global yang tidak merata dan berisiko meningkatkan kasus pandemic secara konstan, yang pada gilirannya telah memperkuat ketidaksetaraan yang ada dan berisiko dalam ketidaksesuaian jalur perkembangan dalam pembangunan yang telah menjadikan dasar pemetaan.

Dampak Dari Covid-19 Terhadap Kesehatan Populasi

Muncul pada akhir tahun 2019 dan dideklarasikan oleh WHO sebagai pandemi global pada 11 Maret 2020, COVID-19 pandemi telah menimbulkan kehancuran yang belum pernah terjadi sebelumnya pada kesehatan populasi global, menginfeksi lebih dari 153 juta orang pada 1 Mei 2021, dan mengklaim lebih dari 3,2 juta jiwa di seluruh dunia. Bukti yang tersedia menunjukkan bahwa COVID-19 telah memperpendek harapan hidup secara tajam atau Life Expectancy (LE) di banyak negara ke tingkat yang belum terlihat dalam beberapa dekade dan ditemukan memiliki dampak jangka panjang pada morbiditas di antara beberapa individu serta memperburuk kerentanan yang ada terkait dengan ketidakadilan yang mendasarinya. Selain dampak epidemiologis secara langsung, dampak langsung dari pandemi telah mengakibatkan gangguan pada layanan kesehatan secara esensial seperti yang diamati melalui kekurangan obat-obatan, staf, diagnostik dan layanan transportasi umum, serta keragu-raguan untuk berobat karena takut infeksi. Pandemi menimbulkan tantangan kritis bagi sistem kesehatan yang lemah dalam pengaturan sumber daya rendah dan kurangnya pemahaman akan COVID-19 dan selanjutnya, pandemi juga memiliki dampak sosial serta ekonomi yang luar biasa berdampak yang berada di luar bidang kesehatan, antara lain: resesi ekonomi, pengangguran, penutupan sekolah dan isolasi diri, yang semuanya berdampak pada kesehatan dan kesejahteraan penduduk dunia cara-cara tidak langsung.

Kasus Dan Kematian Covid-19

Pada 1 Mei 2021, lebih dari 153 juta dikonfirmasi Kasus COVID-19 dan 3,2 juta kematian yang telah dilaporkan ke WHO. Wilayah Amerika dan Kawasan Eropa telah menjadi paling terpengaruh, bersama-sama terdiri lebih dari tiga perempat quarter kasus yang dilaporkan secara global, dengan tingkat kasus masing-masing per 100.000 penduduk 5999 dan 5455. Dari 23,1 juta kasus yang dilaporkan di Wilayah Asia Tenggara  hingga saat ini, lebih dari 86% dikaitkan dengan India. Hampir setengah (48%) dari semua yang dilaporkan terkait COVID-19 kematian telah terjadi di Wilayah Amerika, dan sepertiga (34%) di Kawasan Eropa. Meskipun penyebaran virus yang luas, COVID-19 kasus sampai saat ini tampaknya terkonsentrasi terutama di negara-negara berpenghasilan tinggi (HICs).

Kematian Berlebih

Angka kematian yang meningkat memberikan sebuah pedoman pada peiode krisis yang sangat krusial dibandingkan dengan permasalahan yang terjadi pada masa non pandemic. Akibat kematian yang meningkat dan hampir diseluruh Negara yang disebabkan oleh COVID-19 memberikan sebuah asumsi tingkat kematian yang cukup besar hanya dalam beberapa tahun terakhir ini, akibat adanya pandemic ini pun akan memberikan sebuah konsekuensi penghambatan yang secara tidak langsung memberikan dampak negative bagi mereka yang terdampak. Di Indonesia saja proses pengahambatan atau memutuskan tali penyebaran virus dengan berbagai macam prosesdur yang diikat pada sebuah peraturan sehingga secara data mencoba meminimalkan angka kematian yang tanjam. Berbagai macam tindakan yang akan dilakukan pemerintah dalam memutuskan penyebarkan dengan berbagaimacam tindakan yaitu jaga jarak, penggunaan masker hingga membersihkan tangan secara konsisten, hal ini mencoba memberikan sebuah jalur alternative sebagai proses penyebaran infeksi dan terinfeksi. Semua ini adalah bagian dari sebuah skema pemutus mata rantai sehingga memberikan dampak penurunan angka kematian yang disebabkan oleh virus COVID-19.

 

41 KOMENTAR

  1. di massa pandemi ini sebenarnya amat sulit kita melakukan aktivitas di luar rumah banyak orang terkena PHK di mana-mana bahkan imbas dari pandemi ini banyak pedagang kecil juga menjerit karena kurangnya orang membeli dagangan mereka, sebenarnya pemerintah sudah mencari solusi dengan hal ini dengan membuat aturan PPKM tetapi justru tidak efektif bahkan banyak menimbulkan kerumunan di masyarakat dengan adanya hal ini, sebenarnya pemerintah serbah salah tapi kita perlu mengapresiasi dengan upaya-upaya mereka melakukan pencegahan penyebaran covid 19, cara satu-satunya yaitu pemerintah dan masyarakat perlu saling bekerja sama dalam mencegah penyebaran covid 19 dengan adanya solusi-solusi yang membuat rakyat kecil dapat beraktifitas seperti biasanya dengan melakukan protokol kesehatan namun hal ini tidak akan mudah karena di masyarakat kita acuh tak acuh dengan anjuran pemerintah namun kalau masyarakat nya tertib dan mengikuti semua anjuran bukan tidak mungkin kita dapat mempercepat pemulihan penyebaran covid 19 ini seperti di negara-negara eropa lainya bahkan mereka sudah melepas masker dan mengadakan pesta olahraga di negara mereka seperti euro, kenapa di negara-negara barat bisa melakukan hal ini karna masyarakatnya menaati aturan dan mengikuti anjuran pemerintah dari otoritas negara tersebut terlepas dari negara tersebut negara maju, sebenarnya untuk negara berkembang mungkin bisa melakukan hal semacam itu tetapi solusi-solusi yang di terapkan pemerintah kadang kurang tepat buat di terapkan, semoga saja pandemi ini cepat berakhir sehingga kita kembali ke new normal dan bisa beraktifitas seperti biasanya.

    • Pernyataan anda sangat luar biasa berkenaan dengan sebuah paparan dan analisis anda selaku manusia terpelajar. pendekatan yang paling minim adalah perilaku kita sendiri bagaimana menyikapi himbauan tersebut. kita ketahui masyarakat kita masih kurang memiliki sebuah kesadaran yang baik akan sebuah kesehatan. contoh kecil saja penggunaan masker nah disini jika kita lihat masrakat masih banyak yang enggan mengikuti himbauan tersebut.

  2. Di masa pademi ini memang sangat meresahkan seluruh masyarakat Indonesia bahkan dunia,mengapa tidak? Covid amat sangat ganas dan sangat cepat penyebarannya,apalagi covid varian terbaru ini,95% masyarakat Jawa timur merasakan gejala seperti panas,batuk,flu,nyeri serta mual dan pusing,dan banyak warga yang tak mau memeriksa kan kondisinya ke Rumah Sakit karena ada Isu bahwa barang siapa yang melakukan cek ke rumasakit akan di diagnosa positif COVID -19. Banyak sekali warga yang beranggapan seperti itu,maka banyak warga yang tidak mau kerumah sakit,selain tidak mau kerumah sakit warna juga tidak mau melakukan vaksin dikarenakan takut mati mendadak ataupun Lumpuh karena masyarakat sering mendengar berita berita dari mulut sesama warga masyarakat,, Ada yang menyebut Covid-19 hanya permainan politik dan ada juga yang menyebut interaksi obat,padahal covid itu benar benar nyata dan banyak IGD rumah sakit ditutup,sementara 95% oksigen dirumah sakit Habis. Kita sebagai Mahasiswa kesehatan harus berpikir kritis mengenai masalah Covid-19 kita juga bisa memberi nasehat kepada keluarga kita yang tak mau di vaksin atau tidak mau memakai masker.

  3. Penyakit virus corona (COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus corona yang baru-baru ini ditemukan.
    Sebagian besar orang yang tertular COVID-19 akan mengalami gejala ringan hingga sedang, dan akan pulih tanpa penanganan khusus.
    Virus yang menyebabkan COVID-19 terutama ditransmisikan melalui droplet (percikan air liur) yang dihasilkan saat orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau mengembuskan nafas. Droplet ini terlalu berat dan tidak bisa bertahan di udara, sehingga dengan cepat jatuh dan menempel pada lantai atau permukaan lainnya.
    Kita dapat tertular saat menghirup udara yang mengandung virus jika Anda berada terlalu dekat dengan orang yang sudah terinfeksi COVID-19. Anda juga dapat tertular jika menyentuh permukaan benda yang terkontaminasi lalu menyentuh mata, hidung, atau mulut kita .

  4. Dalam masa-masa sulit ini, penting bagi komunitas-komunitas untuk bekerjasama dan saling mendukung, untuk mempertahankan keterikatan sosial dan memastikan dukungan yang adekuat untuk orang-orang yang memiliki risiko terbesar untuk terdampak wabah ini.

  5. Saat ini, di tengah pandemi Covid-19 agaknya kita masih belum merata dalam memahami apa dan bagaimana sesungguhnya Covid-19. Di satu pihak ada yang masih menganggapnya tak ada, di pihak lain justru menganggapnya sangat berbahaya sehingga tak aneh bila kemudian apa yang mereka tampilkan sangat berlebihan.

    Dalam hal ini pemerintah harus bisa menjamin keterwakilan masyarakat dalam kebijakan yang dikeluarkan agar tidak menimbulkan perdebatan pro dan kontra maupun penurunan kepatuhan. Sehingga tujuan utama dari diterapkannya kebijakan tersebut bisa terwujud dengan maksimal. Pada dasarnya, kebijakan yang dihasilkan oleh pemerintah adalah hasil dari tuntutan masyarakat dan sudah sepatutnya produk kebijakan yang ada harus mewakili tuntutan rakyat sendiri. Dengan demikian, kebijakan pemerintah tentang larangan mudik lebaran harusnya dapat dilaksanakan dengan baik tanpa ada kebijakan berwisata yang kontradiktif. Jika pemerintah serius ingin menghentikan penyebaran Covid-19, setiap kebijakan haruslah efektif dan ditetapkan secara tegas agar tidak terjadi pergolakan di tengah masyarakat. Karena kalau tidak, hal itu hanya akan menimbulkan masalah baru.

  6. Coronavirus merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan. Pada manusia biasanya menyebabkan penyakit infeksi saluran pernapasan, mulai flu biasa Gejala umum berupa demam ≥380C, batuk kering, dan sesak napas. Jika ada orang yang dalam 14 hari sebelum muncul gejala tersebut pernah melakukan perjalanan ke negara terjangkit, atau pernah merawat/kontak erat dengan penderita COVID-19, maka terhadap orang tersebut akan dilakukan pemeriksaan laboratorium lebih lanjut untuk memastikan diagnosisnya. Daftar negara terjangkit dapat dipantau melalui
    Vaksin untuk mencegah infeksi COVID-19 sedang dalam tahap pengembangan/uji coba.tidak 100% bisa menjamin kita tidak terkontaminasi virus ini benar2 ada
    Maka dari itu kita terapkan Menjaga kesehatan dan kebugaran agar stamina tubuh tetap prima dan sistem imunitas / kekebalan tubuh meningkat. Mencuci tangan secara teratur menggunakan air dan sabun atau handrub berbasis alkohol ,Ketika batuk dan bersin, tutup hidung dan mulut Anda dengan tisu atau lengan atas bagian dalam (bukan dengan telapak tangan).Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut (segitiga wajah). Tangan menyentuh banyak hal yang dapat terkontaminasi virus
    Gunakan masker penutup mulut dan hidung ketika Anda sakit atau saat berada di tempat umum hal hal tersebut sangat wajib untuk mencegah penularan virus tersebut akan tetapi jugak sering2 lah mengkonsumsi makanan bernutrisi ,maka dari itu untuk memutus rangkaikan virus tersebut tetap stay home agar tidak terinfeksi

  7. Menurut saya covid itu ada realitas ganda yaitu pertama dari pemerintah ke dua di masyarakat afa yang terpapar walaupun tidak semua tetapi di jalan jalan keluar rumah tampaklah pasar2 di mana orang bertransaksi tanpa mengindahkan protokol kesehatan tidak memakai masker saat keluar rumah.
    Di tahun 2019 sampek 2020 virus covid di anggap sebagian orang konspirasi atau permainan dari WHO yang mana dilakukan lokdon bedar besaran tpi berbanding terbalik sama 2021 ini ketika angka penderita covid di indonesia khsusnya di jawa sama di bali semakin meningkat .
    Kita sebagai tenaga kesehatan jika ingin melakukan pendekatan ke masyarakat kalau covid itu ada setidaknya kita menerapkan protokol kesehatan pakek masker sehingga ilmu HBM yg kita pelajari bisa bermanfaat bagi kita dan masyarakat sekitar kita

  8. Health Belief Models merupakan model psikologis yang digunakan untuk mencoba dan memprediksi perilaku kesehatan dengan berfokus pada persepsi dan kepercayaan individu terhadap suatu penyakit dan strategi apa yang dapat dilakukan untuk menanggulanginya. Pada akhir tahun 2019 munculnya virus COVID-19 yang menimbulkan kehancuran yang belum terjadi sebelumnya pada kesehatan populasi global, menginfeksi lebih dari 153 juta orang. Selain dampak epidemologis secara langsung, dampak langsung dari pandemi telah mengakibatkan gangguan pada layanan kesehatan secara essensial seperti kekurangan obat-obatan, staf, diagnostik dan layanan transportasi umum, serta keraguan untuk berobat karena takut infeksi. Pandemi juga memiliki dampak sosial serta ekonomi seperti resesi ekonomi, pengangguran, penutupan sekolah dan isolasi diri, yang semua berdampak pada kesehatan dan kesejahteraan masyarakat secara tidak langsung. Berbagai macam tindakan yang akan dilakukan pemerintah dalam memutuskan penyebaran yaitu dengan jaga jarak, penggunaan masker, membersihkan tangan secara konsisten. Hal ini merupakan bagian dari skema pemutus rantai sehingga memberikan dampak penurunan angka kematian yang disebabkan oleh virus COVID-19.

    • Pandemi Covid-19 telah menjadi penyebab utama kematian dan dideklarasi oleh WHO sebagai pandemi global pada tahun 11 maret 2020, covid -19 menimbulkan kehancuran yang belum pernah terjadi sebelumnya pada kesehatan populasi global, menginfeksi lebih dari 153 juta orang pada 1 mei 2021 dan mengeklaim lebih dari 3,2 juta jiwa di seluruh dunia. Bukti yang tersedia mununjukkan bahwa covid-19 telah memperpendek harapan hidup secara tajam atau LE di banyak negara ke tingkat yang belum terlihat dalam beberapa dekade dan ditemukan memiliki dampak jangka panjang pada mobiditas di antara beberapa individu serta memperburuk kerentanan yang ada. Akibat meningkat kematian hampir di seluruh negara yang disebabkan oleh covid-19, berbagai macam tindakan yang dilakukan dengan memutus penyebaran dengan berbagai macam tindakan yaitu dengan jaga jarak, pengunaan masker, hingga membersihkan tangan secara konsisten, karena hal ini mencoba memberikan sebuah jalur alternatif sebagai pemutus penyebaran infeksi dan yang terinfeksi sehingga memberikan dampak penurunan angka kematian yang disebabkan oleh covid-19.

  9. masa masa seperti ini sangat penting bagi kita semua untuk mengkompakkan dan membantu kesehtan dengan cara mendukung adanya vaksinsi,memakai masker,dan juga menyakinkqan mayarakat covid 19 itu benar” ada.

  10. Pandemi COVID 19 indonesia terus berkembang. Penyebaran Penyakit ini telah memakan korban jiwa yang banyak. Hal ini dapat terjadi karena pola pikir yang kurang tepat. Pola pikir untuk menjaga kesehatan dan berobat yang minim menjadi salah satu penyebabnya. Sebagian besar masyarakat masih menganggap Penyakit ini masih jauh, tidak perlu ditakutkan, ini semua akan berlalu. Berbagai cara terus dikembangkan oleh ahli kesehatan untuk menekan angka penularan, salah satunya melalui pencegahan. HBM merupakan model yang kerap digunakan untuk memahami persepsi individu terkait perilaku kesehatan, termasuk prevensi. Pada dimensi perceived Susceptibility, Perceived saverity,dan perceivet benefit, sedangkan perceived berriers hubungan negatif dengan perilaku preventif. HBM adalah salah satu model yang dapat menggambarkan perilaku preventif saat pandemi namun terdapat hal lain berupa tingkat pendidikan,salfefficaci, serta pengetahuan terhadap kondisi kesehatan tersebut.

  11. Kasus covid-19 tertinggi sepanjang masa secara global yang baru dikonfirmasi pada level tertinggi sepanjang skala penularan meningkatkan risiko varian yang berpotensi lebih menular, mematikan dan atau hilangnya kekebalan tubuh pada diri manusia.
    Dampak covid terhadap kesehatan diantara bebarapa individu sering memperburuk.
    Kurangnya obat-obatan, layanan dan transpotasi umum, serta keraguan-keraguan untuk berobat takut infeksi. Berbagai macam tindakan yang dilakukan pemerintah dalam memutuskan penyebaran dengan berbagai macam tindakan yaitu jaga jarak, penggunaan masker dan cuci tangan secara konsisten, hal ini bisa memberikan jalur alternative sebagai proses penyebaran infeksi dan terinfeksi.
    Semua ini adalah skema pemutus rantai sehingga memberikan dampak penurunan angka kematian yang disebabkan oleh virus covid-19. Maka kita harus aware akan tingkat kesehatan, selalu memakai masker dan tertib pada promkes yang berlaku, penuhi tingkat Health Belief Model. Hidup sehat agar memperkecil faktor risiko perkembangan penyakit. Percaya pada kemampuan pengambilan keputusan yang tepat

  12. Kasus covid-19 tertinggi sepanjang masa secara global yang baru dikonfirmasi pada level tertinggi sepanjang skala penularan meningkatkan risiko varian yang berpotensi lebih menular, mematikan dan atau hilangnya kekebalan tubuh pada diri manusia.
    Dampak covid terhadap kesehatan diantara bebarapa individu sering memperburuk.
    Kurangnya obat-obatan, layanan dan transpotasi umum, serta keraguan-keraguan untuk berobat takut infeksi. Berbagai macam tindakan yang dilakukan pemerintah dalam memutuskan penyebaran dengan berbagai macam tindakan yaitu jaga jarak, penggunaan masker dan cuci tangan secara konsisten, hal ini bisa memberikan jalur alternative sebagai proses penyebaran infeksi dan terinfeksi.
    Semua ini adalah skema pemutus rantai sehingga memberikan dampak penurunan angka kematian yang disebabkan oleh virus covid-19. Maka kita harus aware akan tingkat kesehatan, selalu memakai masker dan tertib pada promkes yang berlaku, penuhi tingkat Health Belief Model. Hidup sehat agar memperkecil faktor risiko perkembangan penyakit. Percaya pada kemampuan pengambilan keputusan yang tepat

  13. Saya izin memberi kesimpulan yaitu Coronavirus merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan. Pada manusia biasanya menyebabkan penyakit infeksi saluran pernapasan, mulai flu biasa Gejala umum berupa demam ≥380C, batuk kering, dan sesak napas. Jika ada orang yang dalam 14 hari sebelum muncul gejala tersebut pernah melakukan perjalanan ke negara terjangkit, atau pernah merawat/kontak erat dengan penderita COVID-19, maka terhadap orang tersebut akan dilakukan pemeriksaan laboratorium lebih lanjut untuk memastikan diagnosisnya. Daftar negara terjangkit dapat dipantau melalui
    Vaksin untuk mencegah infeksi COVID-19 sedang dalam tahap pengembangan/uji coba.
    Maka dari itu kita terapkan Menjaga kesehatan dan kebugaran agar stamina tubuh tetap prima dan sistem imunitas / kekebalan tubuh meningkat. Mencuci tangan secara teratur menggunakan air dan sabun atau handrub berbasis alkohol ,Ketika batuk dan bersin, tutup hidung dan mulut Anda dengan tisu atau lengan atas bagian dalam (bukan dengan telapak tangan).Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut (segitiga wajah). Tangan menyentuh banyak hal yang dapat terkontaminasi virus
    Gunakan masker penutup mulut dan hidung ketika Anda sakit atau saat berada di tempat umum hal hal tersebut sangat wajib untuk mencegah penularan virus tersebut akan tetapi jugak sering2 lah mengkonsumsi makanan bernutrisi. Sedangkan kita juga harus menerapkan teori HBM. Teori HBM adalah teori yang merubah perilaku seseorang individu untuk memperoleh kesehatan yang optimal. Teori HBM itu untuk mencegah orang orang tersebut agar tidak sakit. Sedangkan di dalam covid-19 teori HBM itu pasti akan dilakukan. Dengan cara melakukan pencegahan, seperti sosial distancing, psikal distancing, menggunakan masker, menjaga jarak, etika batuk dll. Jadi di teori HBM ini kita bis membuat persepsi orang yang ingin tidak tahu menahu ttg edukasi terkait covid-19. Nah, dengan tidak tahu menahu ttg adanya covid-19, kita beri teori HBM, agar orang itu bisa mencegah/menghindari bahaya covid-19. Jadi teori HBM ini sangat amat diperlukan untuk kalangan masyarakat.

  14. Virus penyebab COVID-19 terutama menyebar melalui droplet (percikan air liur) yang dihasilkan ketika orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau menghembuskan napas. Tetesan air ini terlalu berat untuk bertahan di udara, sehingga jatuh dengan cepat dan menempel di lantai atau permukaan lainnya.Jika Anda terlalu dekat dengan seseorang yang telah terinfeksi COVID-19, Anda mungkin mendapatkannya saat menghirup udara yang mengandung virus tersebut. Jika Anda menyentuh permukaan yang terkontaminasi dan kemudian menyentuh mata, hidung, atau mulut Anda, Anda juga bisa mendapatkannya.
    Coronavirus adalah sekelompok besar virus yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan. Pada manusia, biasanya menyebabkan infeksi pernapasan, pertama-tama flu biasa. Gejala umum termasuk demam 380 derajat, batuk kering dan sesak napas. Jika seseorang telah melakukan perjalanan ke negara yang terinfeksi atau dirawat/telah melakukan kontak dekat dengan pasien COVID-19 dalam 14 hari sebelum timbulnya gejala tersebut, orang tersebut akan menjalani tes laboratorium lebih lanjut untuk memastikan diagnosisnya. Daftar negara yang terinfeksi dapat dipantau dengan cara berikut: Vaksin untuk mencegah infeksi COVID-19 sedang dalam tahap pengembangan/percobaan. Tidak ada jaminan bahwa kita tidak terinfeksi virus ini, virus ini memang ada Oleh karena itu, kami terapkan untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh, menjaga daya tahan tubuh prima, serta memperkuat sistem imun/kekebalan tubuh. Sering-seringlah mencuci tangan dengan sabun dan air atau pembersih tangan berbasis alkohol. Menutup hidung saat batuk dan bersin

  15. Kesimpulan saya tentang covid-19 Antara ada Dan tiada?? Tapi nyata dan dikaitkan dengan materi hari ini yaitu HBM yang berarti suatu kondisi teori perubahan perilaku kesehatan dan model perilaku psikologis di sini dikaitkan dengan kasus covid-19 yang tinggi dan adanya virus varian baru telah dikonfirmasi pada level tertinggi sepanjang masa secara global, skala penularannya pun juga meningkatkan risiko varian yang berpotensi lebih menular, mematikan atau hilangnya kekebalan tubuh pada diri manusia. Di masa pandemi covid 19 yang sedang berlangsung dan negara-negara merespon, ketidaksetaraan kritis telah muncul, menuntut kerjasama global dan tindakan bersama untuk lebih siap merespon ini dan global lain sebagai ancaman kesehatan. Pada pandemi yang terjadi di Indonesia ini masyarakat harus menerapkan HBM yaitu mematuhi peraturan pemerintah dalam memutus penyebaran mata rantai serta menerapkan perilaku jaga jarak, penggunaan masker hingga membersihkan tangan secara konsisten karena semua perilaku tersebut merupakan sebuah skema pemutus mata rantai sehingga memberi dampak penurunan angka kematian yang disebabkan oleh virus covid 19. Di sini HBM merupakan model yang digunakan untuk memahami persepsi individu terkait perilaku kesehatan termasuk prevensi, serta HBM adalah salah satu model yang dapat menggambarkan perilaku preventif saat pandemi. Persepsi-persepsi kunci dalam model ini adalah persepsi kerentanan individu untuk tertular covid-19, persepsi keparahan covid-19 dan konsekuensi yang akan diderita masyarakat apabila terjangkit penyakit ini, persepsi manfaat mematuhi peraturan pemerintah serta melakukan perilaku jaga jarak dan penggunaan masker hingga membersihkan tangan secara konsisten, self efficacy masyarakat untuk berhadapan dengan covid 19, serta sinyal-sinyal terlaksananya peraturan pemerintah dan perilaku jaga jarak serta penggunaan masker hingga membersihkan tangan secara konsisten.

  16. kesimpulan yang dapat dipetik dari artikel ini yang berkaitan dengan teori health beliefe model adalah bahwa teori itu diawal sudah dijelaskan merupakan teori model kepercayaan akan kesehatan individu dalam menentukan atau tidak melakukan sikap terkait dengan kesehatan, dan disinilah begitu penting artinya health beliefe model bagi setiap individu. Tak ada orang yang mampu menjaga kesehatan selain dirinya sendiri.

    diketahui bahwa Covid 19 telah menyerang sebagian banyak orang, didalam negri maupun di luar negri, namun sebagai individu yang memiliki banyak perspektif tentang seberapa bahayakah covid-19 ketika menular, kita akan melakukan pelindungan diri atau pengobatan diri pada sikap kita sendiri seperti : Mematuhi protokol yang ada, mengikuti vaksin yang tersedia, dan yang lainnya.

    Namun jika kita menjumpai seseorang yang tidak mempercayai covid atau tidak ingin ikut vaksin bahkan tidak mematuhi protokol mungkin kita bisa memberitahu mereka dengan bahasa yang halus namun tetap individu tersebut yang bisa mengubah perilaku mereka itu sendiri.

  17. Laporan dari statistik kesehatan dunia adalah komplikasi tahunan World Health Organization (WHO) terbaru, menjelaskan bahwa kasus covid-19 yang baru ini dikonfirmasi bahwa sekarang lagi ada pada level tertinggi sepanjang masa secara global, skala penularan meningkat resiko varian yang berpotensi lebih menular, mematikan,dan hilangnya kekebalan tubuh para diri manusia. Jadi dalam hal ini kita harus menjalankan teori HBM yaitu dengan menggunakan pemikiran perceived susceptibility dimana pemikiran ini juga disebut persepsi kerentanan. Dengan membaca berita seperti itu pasti masyarakat akan berhati-hati dalam segala hal. Dan pada pemikiran ini pasti seseorang akan berfikiran resiko dirinya juga bisa terjangkit virus covid-19 juga. Jadi dengan berfikir perceived sesceptibility itu akan mendorong orang untuk hidup sehat dan mematuhi protokol kesehatan. Dan dengan sudah sangat banya berita kematian yang disebabkan oleh virus covid-19 kita harus menerapkan teori HBM pada diri kita sendiri. Dimana dengan cara kita menerapkan teori HBM pada diri kita sendiri itu akan bermanfaat bagi diri kita sendiri untuk memperoleh kesehatan yang optimal pada diri kita.

  18. Kesimpulan yang saya ambil dari artikel di atas tentang covid-19 antara ada dan tiada? Tapi nyata adalah covid 19 ini sangat bahaya untuk seluruh masyarat, Covid 19 ini akan memberikan virus penyakit yang menular baik itu dalam kesehatan anak kecil, remaja, orang dewasa, orang tua, lansia. oleh sebab itu seluruh masyarat wajib mematuhi protokol kesehatan dan tetap selalu menjaga jarak, cuci tangan, memakai masker agar terhindar dari virus covid-19 dan selalu konsumsi vitamin C agar kekebalan imun di dalam tubuh tetap terjaga kesehatannya.

    Covid 19 ini juga berdapak buruk ke pada kehidupan sehari-hari masyarakat, contohnya pedagang kecil, dimana setiap harinya mencari nafkah untuk kebutuhan sehari-hari tetapi setelah munculnya covid 19 penghasilan pedagang kecil tersebut berkurang bahkan untuk makan besok pun harus mikir 2x karena adanya covid 19 ini, banyak masyarakat yang takut keluar rumah, takut terlular, dan untuk beli makanan yg biasanya di pinggir jalan sekrang banyak yang berpindah lebih milih membeli makanan di supermarket untuk lebih menjaga kesterilannya dan kebersihannya, oleh karena itu banyak pedagang kecil akhirnya berkurang pendapatannya dari dampak covid 19 ini.

    Oleh sebab itu untuk seluruh masyarakat marilah bersama-sama menjaga kesehatan dan selalu mematuhi protokol kesehatan agar covid 19 ini segera reda dan negara kita bisa terbebas dari virus covid 19.

  19. COVID-19 telah menjadi penyebab utama kematian. Perkiraan awal WHO menunjukkan total kelebihan kematian global yang disebabkan terhadap COVID-19, baik secara langsung maupun tidak langsung, berjumlah setidaknya 3 juta pada tahun 2020.

    Bukti yang tersedia menunjukkan bahwa COVID-19 telah memperpendek harapan hidup secara tajam atau Life Expectancy (LE) di banyak negara ke tingkat yang belum terlihat dalam beberapa dekade dan ditemukan memiliki dampak jangka panjang pada morbiditas di antara beberapa individu serta memperburuk kerentanan yang ada terkait dengan ketidakadilan yang mendasarinya.

    Dalam pendekatan Psikologi Kesehatan, dikenal istilah Health Belief Model (HBM).HBM merupakan satu pendekatan yang dapat memberikan gambaran mengapa seseorang mau atau enggan pergi menemui tenaga kesehatan. Kondisi yang dapat membuat mau mencari atau tidak mencari adalah “Persepsi”.

    Dalam kondisi penyebaran COVID19 ini, pada awalnya masyarakat masih banyak yang merasa bahwa penyakit ini masih jauh dan tidak dekat dengan tempat tinggalnya.Penyakit ini akan menimpa seseorang karena perilaku mereka,jika perilaku mereka baik maka tidak akan terkena penyakit tersebut.Jadi kemungkinan akan kena, masih jauh atau bahkan tidak sama sekali.

    hubungan signifikan HBM dengan perilaku preventif.Pada dimensi perceived susceptibility, perceived severity dan perceived benefit menunjukkan hubungan positif dengan perilaku preventif.Ditemukan bahwa HBM adalah salah satu model yang dapat menggambarkan perilaku preventif saat pandemi,namun terdapat hal lain berupa tingkat pendidikan,self efficacy,serta pengetahuan terhadap kondisi kesehatan tersebut.
    Saat keyakinan tidak akan terkena penyakit dan berpikir tidak mungkin terkena,tanpa disadari kita sudah masuk ke dalam kondisi optimistic bias. Kondisi ini adalah kondisi yang meyakini bahwa diri sendiri tidak akan terkena hal – hal yang negatif atau buruk apabila perilaku mereka baik dan mematuhi intruksi2 kesehatan dari pemerintah,dan semua keputusan kembali pada diri masing masing individu.

  20. Kesimpulan
    Covid 19 merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus corona dan menimbulkan gejala utama berupa gangguan pernapasan. Adapun konsep HBM memberikan gambaran bahwa terdapat enam komponen yang dapat membantu individu dalam menjaga perilaku hidup sehat sehingga akan terhindar dari penyakit dan upaya pencegahan penularan COVID-19.
    1. perceived susceptibility yang dirasakan mengacu pada persepsi subjektif seseorang tentang resiko tertular penyaki.
    2. perceived severity ini mengacu pada perasaan seseorang tentang keseriusan tertular penyakit (membiarkan penyakit atau penyakit tidak diobati).
    3.perceived benefit, mengacu pada persepsi seseorang tentang efektivitas berbagai tindakan yang tersedia untuk mengurangi ancaman penyakit.
    4.perceived barriers mengacu perasaan seseorang tentang hambatan untuk melakukan tindakan kesehatan yang disarankan, Individu dapat menimbang efek dari perubahan perilaku yang dilakukan, jika tidak menggunakan masker dengan benar maka dirinya dapat tertular COVID-19.
    5. cue to action mengacu pada stimulus yang diperlukan untuk memicu proses pengambilan keputusan untuk menerima tindakan kesehatan yang direkomendasikan.
    6. self-efficacy mengacu pada tingkat kepercayaan seseorang pada kemampuannya untuk berhasil melakukan suatu perilaku dan menjadi komponen kunci dari perubahan perilaku kesehatan.

  21. Penyakit virus corona (COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus corona yang ditemukan pada tahun 2019.
    Sebagian besar orang yang tertular Covid-19 akan mengalami gejala ringan hingga sedang, dan akan pulih tanpa penanganan khusus.
    Virus yang menyebabkan Covid-19 terutama ditransmisikan melalui droplet (percikan air liur) yang dihasilkan saat orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau mengembuskan nafas. Droplet ini terlalu berat dan tidak bisa bertahan di udara, sehingga dengan cepat jatuh dan menempel pada lantai atau permukaan lainnya.
    Virus ini dapat tertular saat individu menghirup udara yang mengandung virus tersebut, jika kalian berada terlalu dekat dengan individu yang sudah terinfeksi Covid-19, kalian dapat mudah tertular jika menyentuh permukaan benda yang terkontaminasi lalu menyentuh mata, hidung, dan mulut kalian.
    Sebagian orang juga ada yang percaya dan tidaknya Covid-19 mungkin karena orang-orang tersebut kurang edukasi tentang Covid-19, sebagai bagian dari masyarakat kita juga harus mencontohkan perilaku-perilaku yang bisa menyesuaikan dengan protokol kesehatan, seperti menggunakan masker saat keluar rumah ataupun jika ada yang ingin bertamu, menggunakan haind sanitazer, tidak keluar rumah kecuali pada saat genting, dengan berolahraga, makan dan minum yang bergizi dan bisa meningkatkan imun tubuh. Kita juga bisa berbicara dengan sopan dan menjelaskan penyakit Covid-19 seperti apa dan bagaimana, juga bisa menjelaskan kerugiannya yang kita dapatkan dan imbasnya juga bisa ke keluarga kita sendiri dengan menyebarkan virus itu ke dalam rumah.

  22. Virus Covid 19 di Indonesia sangat berkembang pesat. Pleh karena itu kita harus menerapkan pola pikir untuk menjaga kesehatan dan menerapkan prokes. Dampak langsung dari pandemi telah mengakibatkan gangguan pada layanan kesehatan secara essensial seperti kekurangan obat-obatan,staff,diagnostik, dan keraguan untuk berobat karena takut terinfeksi. Berbagai macam tindakan yang akan di lakukan pemerintah dalam memutus penyebaran virus yaitu dengan jaga jarak, membersihkan tangan secara konsisten, penggunaan masker.

  23. Kesimpulan dari artikel diatas yaitu
    Ketika pandemi COVID-19 sedang berlangsung dan negara- negara merespons, ketidaksetaraan kritis telah muncul, menuntut kerja sama global dan tindakan bersama untuk lebih siap merespons ini dan global lainnya sebagai ancaman kesehatan. Dengan kasus COVID-19 yang baru dikonfirmasi pada level tertinggi sepanjang masa secara global, skala penularan meningkatkan risiko varian yang berpotensi lebih menular, mematikan, dan/atau hilangnya kekebalan tubuh pada diri manusia.
    Dalam pandemi ini juga berdampak pada sosial dan ekonomi yang berada di luar bidang kesehatan, seperti : resesi ekonomi, pengangguran, penutupan sekolah dan isolasi diri, yang semuanya berdampak pada kesehatan dan kesejahteraan penduduk dunia.
    Angka kematian yng meningkat dan hampir diseluruh negara yang disebabkan oleh COVID-19 memberikan sebuah asumsi tingkat kematian yang cukup besar hanya dalam beberapa tahin terakhir ini, akibat adanya pandemic ini pun memberikan sebuah konsekuensi penghambatan yang secara tidak langsung memberikan dampak negatif bagi mereka yang terdampak.
    Berbagai macam tindakan yang akan dilakukan pemerintah dalam memutuskan penyebaran dengan berbagai macam tindakan yaitu jaga jarak, penggunaan masker, hingga membersihkan tangan secara konsisten, hal ini mencoba memberikan sebuah jalur alternatif sebagai proses penyebaran infeksi dan terinfeksi. Semua ini adalah bagian dari sebuah skema pemutus mata rantai sehingga memberikan dampak penurunan angka kematian yang disebabkan COVID-19.

    Berhubungan dengan Teori Health Belief Model yaitu menjadi salah satu alternatif teori dalam membentuk perilaku sehat yang mengacu pada tingkat kepercayaan seseorang pada kemampuannya dalam memutus mata rantai COVID-19.
    HBM merupakan model yang kerap digunakan untuk memahami persepsi individu terkait perilaku kesehatan, termasuk prevensi.
    HBM adalah salah satu model yang dapat menggambarkan perilaku preventif saat pandemi, namun terdapat hal lain berupa tingkat pendidikan, selfefficacy, serta pengetahuan terhadap kondisi kesehatan tersebut.
    Sekian dari kesimpulan saya
    terimakasih

  24. Pandemi COVID-19 adalah peristiwa menyebarnya Penyakit koronavirus 2019 (Coronavirus disease 2019, disingkat COVID-19) di seluruh dunia untuk semua Negara. Penyakit ini disebabkan oleh koronavirus jenis baru yang diberi nama SARS-CoV-2. Wabah COVID-19 pertama kali dideteksi di Kota Wuhan, Hubei, Tiongkok pada tanggal 1 Desember 2019, dan ditetapkan sebagai pandemi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada tanggal 11 Maret 2020.
    Upaya untuk mencegah penyebaran virus corona termasuk pembatasan perjalanan, karantina, pemberlakuan jam malam, penundaan dan pembatalan acara, serta penutupan fasilitas.Pandemi ini telah menyebabkan gangguan sosioekonomi global, penundaan atau pembatalan acara olahraga dan budaya,dan kekhawatiran luas tentang kekurangan persediaan barang barang.
    Dan sekarang ini tumbuh lagi virus covid kedua yaitu varian delta dan menyebabkan banyak kembali kasus Kematian yang terjadi dan diberlakukannya ppkm darurat, PPKM Darurat ini sebenarnya adalah untuk menegaskan pentingnya protokol kesehatan kepada masyarakat yang selama ini abai. Abai terhadap protokol tidak hanya membahayakan diri sendiri melainkan lingkungan di sekelilingnya.

  25. Akhir tahun 2019, pandemic covid-19 dengan cepat menjadi ancaman global bagi kesehatan manusia. Walaupun penyebaran virus ini berlangsung dengan sangat cepat, sebagian masyarakat Indonesia masih menggangap ini adalah hal biasa dan bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Penyebaran penyakit ini telah memakan banyak korban jiwa. Hal ini dapat terjadi karena pola pikir masyarakat yang kurang tepat. Pola pikir untuk menjada kesehatan dan mematuhi protocol kesehatan yang masih dianggap remeh masyarakat indonesia menjadi salah satu penyebabnya. Dampak langsung dari pandemi telah mengakibatkan gangguan layanan kesehatan secara mendasar seperti kekurangan obat-obatan, staf, diagnostic dan layanan transportasi umum, serta keragu-raguan untuk berobat karena takut terinfeksi. Selain dampak dari pelayanan kesehatan, dampak sosial dan ekonomi juga terhambat seperti resesi ekonomi, pengangguran, penutupan sekolah dan isolasi diri.

  26. Kasus yg terjadi selama ini tentang kasus covid 19 yg baru dikonfirmasi secara global telah mencapai titik tertinggi dari skala penularan meningkatkan resiko varian yg berpotensi lebih menular mematikan/hilangnya kekebalan tubuh pada diri manusia. karna covid ini banynyak’a menimbulkan kehancuran yg belum pernah terjadi sebelumnya pada kesehatan.covid 19 telah memeprkecil harapan hidup untuk lebih maju dalam beberapa negara tingkat yg belum terlihat dalam beberapa tahun dan memiliki jangka panjang pada beberapa faktor seperti perokonomian menurun mulainya kekeurangan obat obatan tasnportasi umum dan rasa takut dan cemas untuk berobat karena takut terinfeksi.Pendemi ini juga menimbulkan masalah kritis bagi kesehatan yg melemah dalam sumber daya pengetahuan tentang covid 19 selain di luar bidang kesehatan antara lain banyak’a penganguran penutupan sekolah ekonomi menurun dan itu akan berdampak pada kesejahteraan kehidupan masyarakat.maka dari itu perlu beberapa tindakan untuk meminimalisir peningkatan covid 19 dengan menggunakan masker cuci tangan jaga jarak kalo tidak perlu tidak usah keluar dengan cara beginilah tindakan agar membantu untuk memutus penyebaran covid 19.

  27. Pandemi terjadi ketika adanya penyakit baru yang menyebar di seluruh dunia. Dalam mengatasi pandemi ini menggunakan dua intervensi. Intervensi klinis yaitu berusaha menemukan vaksin dan antibody sebagai penanganan virus secara medis dan intervensi non-klinis, yaitu tindakan preventif yang dapat dilakukan masyarakat dalam menurunkan kurva persebaran virus. Tindakan preventif yang dimaksud adalah pembatasan ruang temu, menghindari kerumunan, dan melakukan aktivitas bekerja maupun belajar dari rumah. Masyarakat diharapkan dapat mematuhi perilaku kesehatan yang dianjurkan agar virus tidak tersebar dan tidak ada lagi kasus tertular.
    Dalam mematuhi perilaku kesehatan pada masa pandemi covid 19 dapat dikaji menggunakan Health Belief Model. Misalnya, menghindari tempat-tempat umum,kerumunan, acara publik. .

    Meningkatnya kasus COVID-19 juga membawa kekhawatiran tersendiri bagi masyarakat, kekhawatiran terbesar tidak mengetahui berapa lama kondisi ini akan berlangsung. Di sisi lain kekhawatiran ini diharapkan mampu mengubah perilaku masyarakat menjadi lebih peduli akan kebersihan dan kesehatan. Health Belief Model (HBM) atau model kepercayaan kesehatan adalah sebuah model yang menjelaskan pertimbangan individu sebelum individu berperilaku sehat dan memiliki fungsi sebagai upaya pencegahan terhadap penyakit. Teori ini biasa digunakan dalam menjelaskan perubahan perilaku kesehatan di masyarakat. Beberapa hal yang dikembangkan dalam model teori ini antara lain teori adopsi tindakan (action). Teori ini menekankan pada sikap dan kepercayaan individu dalam berperilaku khususnya perilaku kesehatan. Kepercayaan dan persepsi individu terhadap sesuatu menumbuhkan rencana tindakan dalam diri individu. Adanya persepsi yang baik atau tidak baik dapat berasal dari pengetahuan, pengalaman, informasi yang diperoleh individu yang bersangkutan sehingga terjadi tindakan dalam memandang sesuatu. Individu percaya bahwa penyakit muncul karena suatu perilaku tertentu, artinya individu percaya bahwa jika dirinya tidak melakukan perubahan perilaku, maka dirinya bisa tertular COVID-19 dan bila tidak segera diobati maka dapat menyebabkan kematian bahkan dapat membahayakan orang lain, terutama orang-orang yang beresiko rentan tertular. Individu percaya terhadap manfaat dari metode yang disarankan untuk mengurangi resiko suatu penyakit, artinya jika individu mengikuti protokol kesehatan dengan menggunakan masker dengan benar, sering mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak, maka dapat mencegah penularan COVID-19, jika individu mengalami gejala demam, batuk, dan disertai dengan sesak nafas maka harus segera mendatangi dokter untuk mendapat perawatan yang tepat.

  28. Dalam kondisi penyebaran Covid-19 ini, mungkin masih banyak masyarakat yang belum percaya terkait tentang wabah penyakit yang sedang menjadi trend issue pada saat ini. Penyebaran virus ini berlangsung dengan sangat cepat, sebagian besar masyarakat masih menganggap ini adalah hal biasa dan bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Pemikiran bahwa ini adalah virus yang mirip dengan influenza ada di benak sebagian besar orang dan pemikiran tersebut menjadi keyakinan awal dan menganggap remeh.
    Penyebaran penyakit ini telah memakan korban jiwa yang banyak. Hal ini dapat terjadi karena pola berpikir yang kurang tepat. Pola pikir untuk menjaga kesehatan dan berobat yang minim menjadi salah satu penyebabnya. Ini yang disebut dengan Perceive Susceptibility (kerentanan apa yang dirasakan atau diketahui).
    Perceive severity (Bahaya atau keparahan penyakit yang dialami), masyarakat juga memiliki pemikiran bahwa ini adalah penyakit seperti influenza. Kalau hanya sakit pilek (Influenza), maka penyakit itu tidak akan membuat banyak orang meninggal dunia.
    Kondisi ini akan diperparah dengan pemikiran bahwa apabila pergi ke dokter, maka akan mengeluarkan uang yang banyak karena berobat itu mahal. Lebih baik uang yang ada dipakai untuk keperluan lain daripada berobat.
    Hal ini disebut sebagai Perceive Benefit Of Action (apa manfaat yang akan didapatkan dari tindakan yang dilakukan
    Apa keuntungan yang akan didapatkan dengan pergi ke dokter, selain mengeluarkan uang? Kesehatan? Kenyataannya saat ini tidak sakit. Lalu, saat pemerintah mengumumkan 14 hari bekerja di rumah, maka yang dipikirkan adalah, kalau tidak keluar rumah, tidak bekerja, maka bagaimana dapat uang? Apabila tidak ada uang, bagaimana dapat makan? Kalau tidak makan, maka akan kelaparan. Jadi, himbauan untuk 14 hari berdiam di rumah, apabila tidak ditunjang kebijakan lain yang menyertai, akan sulit untuk diikuti oleh masyarakat karena keuntungan yang akan diperoleh tidak terlihat.
    Perceive Barrier To Action (hambatan dari tindakan yang akan dilakukan). Hambatan-hambatan yang dapat muncul didasari beberapa faktor, seperti usia, jenis kelamin, tempat tinggal, penilaian mengenai diri sendiri, apakah sanggup atau tidak sanggup mengatasi penyakit tersebut ataupun keyakinan bahwa tidak akan terkena penyakit tersebut karena berbagai faktor penguat keyakinan tersebut.
    Terakhir adalah Cues To Action (Isyarat untuk melakukan tindakan). Pada akhirnya tindakan apa yang akan diambil dan dilakukan terhadap penyakit corona dengan memeriksakan diri saat gejala muncul dan mematuhi adanya himbauan pemerintah dengan cara melakukan social distancing, physical distancing, memakai masker jika keluar rumah dan berpergian, tidak keluar rumah jika tidak ada kepentingan yg mendesak.

  29. Kesimpulan mengenai covid 19
    Covid 19 merupakan salah satu jenis penyakit yang bisa menular dan menyebar dari satu manusia ke manusia yang lain dan penyakit covid 19 ini menyerang pada sistem pernafasan.Dengan kasus covid 19 yang baru dikonfirmasi pada level tertinggi sepanjang masa secara global,skala penularan meningkatkan resiko varian yang berpotensi lebih menular,mematikan,dan hilangnya kekebalan tubuh pada diri manusia.
    Saran untuk covid 19 ini sendiri ialah agar menghindari bertemu dengan orang yang sudah menderita atau positif covid 19,memakai masker ketika ingin bepergian,dan sering mencuci tangan.

  30. Kesimpulan dari artikel diatas,
    Ketika pandemi covid-19 sedang berlangsung dan negara-negara merespons, ketidaksetaraan kritis telah muncul, menuntut kerja sama global dan tindakan bersama untuk lebih siap merespons ini dan global lainnya sebagai ancaman kesehatan.
    Selain dampak epidemiologis secara langsung, dampak langsung dari pandemi mengakibatkan gangguan pada layanan kesehatan secara esensial seperti yang diamati melalui kekurangan obat-obat an, staf, diagnostik dan layanan transportasi umum, serta keraguan-raguan untuk berobat karena takut infeksi. Pandemi juga memiliki dampak sosial serta ekonomi yang luar biasa berdampak yang berada di luar bidang kesehatan, antara lain: resesi ekonomi, pengangguran, penutupan sekolah dan isolasi diri yang semuanya berdampak pada kesehatan dan kesejahteraan penduduk dunia cara-cara tidak langsung.

    Angka kematian yang meningkat memberikan sebuah pedoman pada periode krisis yang sangat krusial dibandingkan dengan permasalahan yang terjadi pada masa non pandemic. Akibat kematian yang meningkat dan hampir seluruh negara yang disebabkan oleh cofid19 memberikan sebuah asumsi tingkat kematian yang cukup besar hanya dalam beberapa tahun terakhir, akibat adanya pandemic ini pun akan memberikan sebuah konsekuensi penghambatan yang secara tidak langsung memberikan dampak negatif bagi mereka yang terdampak.

    Berbagai macam tindakan yang akan dilakukan pemerintah dalam memutuskan penyebaran dengan berbagai macam tindakan yaitu jaga jarak, penggunaan masker hingga membersihkan tangan secara konsisten, hal ini mencoba memberikan sebuah jalur alternatif sebagai proses penyebaran infeksi dan terinfeksi. Semua ini adalah bagian dari sebuah skema pemutus mata rantai sehingga memberikan dampak penurunan angka kematian yang disebabkan oleh virus covit 19.

    • Dengan berkaitan teori HBM yakni merupakan teori perubahan perilaku kesehatan dan modal psikologis yang dikembangkan pada tahun 1966 untuk mempelajari dan mempromosikan peningkatan pelayanan kesehatan. Pada teori hbm bahwa memiliki 2 komponen perilaku yang berhubungan dengan kesehatan adalah 1. keinginan untuk menghindari penyakit atau sebaliknya sembuh jika sudah sakit, 2. keyakinan bahwa tindakan kesehatan tertentu akan mencegah atau menyembuhkan penyakit.
      Pada akhirnya Setiap tindakan individu sering tergantung pada persepsi seseorang tentang manfaat dan hambatan yang terkait dengan perilaku kesehatan.
      Pemahaman seseorang terkait tindakan yang akan berhubungan dengan kesehatan, juga mempengaruhi untuk menentukan apa yang baik bagi dirinya yaitu 1. persepsi kerentanan. 2. keparahan yang dirasakan. 3. Manfaat yang dirasakan. 4. Hambatan yang dirasakan. 5. Isyarat untuk bertindak. 6. Self-efficacy.
      Konstruksi individu berguna, tergantung pada hasil kesehatan yang menarik.

  31. Perubahan perilaku atau Health Belief Model (HBM) merupakan suatu yang berhubungan dengan psikologi, dengan cara memahami perilaku melalui asesmen dan mengubah atau memodifikasinya / mengubah melalui intervensi. Tentunya dalam melakukan asesmen dan intervensi, berdasarkan konsep teoretis sebagai dasar berpikir dan bertindak. Perilaku yang kita praktekkan tersebut tidak hanya berupa respon jangka pendek terhadap wabah COVID-19 tetapi lebih luas lagi merupakan respon adaptif yang berjangka panjang.
    Jika pada konsep Health Belief Model (HBM) pasti lebih banyak mencakup perubahan perilaku jangka pendek sebagai respon negatif terhadap wabah COVID-19. Perilaku tersebut berkaitan dengan menjaga jarak kontak fisik, menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun, menggunakan handsanitizer, dan menjaga daya tahan tubuh / imun.
    Perubahan perilaku tersebut dapat diterapkan dengan berperilaku hidup sehat, perilaku menggunakan teknologi menggunakan media sosial sebagai informasi promkes, perilaku dalam pendidikan, dan perilaku sosial serta keagamaan.

  32. Penyakit virus corona (COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus corona yang baru-baru ini ditemukan. Sebagian besar orang yang tertular COVID-19 akan mengalami gejala ringan hingga sedang, dan akan pulih tanpa penanganan khusus.an saat ini pandemi ini sangat meningkat maka kita harus menjaga kesehatan agar kita tidak terkena virus Corona. Dan kita harus menaati protokol kesehatan yang sudah di terapkan oleh pemerintah.dan juga angka kematian yang meningkat Hampir di seluruh negara yang di sebabkan oleh COVID -19.maka dari itu kita harus mencegah agar kita tidak terinfeksi virus covid seperti menjaga jarak minimal 1 meter dari orang lain, dan jangan dulu ke luar rumah kecuali ada keperluan mendesak,Gunakan masker saat beraktivitas di tempat umum atau keramaian,rutin mencuci tangan dengan air dan sabun atau hand sanitizer,Jaga kebersihan benda yang sering disentuh dan kebersihan lingkungan, termasuk kebersihan rumah’.

  33. Covid19 muncul pada akhir tahun 2019, dan telah dideklarasikan oleh WHO sebagai pandemi global pada11 maret 2020. Yang telah menginfeksi lebih dari 153 juta orang pada 1 mei 2021.
    Covid19 memberikan sebuah asumsi tingkat kematian yang cukup besar hanya dalam beberapa tahun terakhir. dan di Indonesia pemerintah telah membuat prosedur beberapa cara untuk memutuskan penyebaran virus covid19 ini dan untuk mengurangi angka kematian di Indonesia yang sangat banyak. Seperti PPKM dan Vaksin saat ini.
    Makanya sangat di perlukan Theory Model Kepercayaan Kesehatan (HBM)…..
    Theory Model Kepercayaan Kesehatan (HBM), merupakan teori perubahan perilaku Kesehatan dan model psikologis., HBM merupakan teori paling umum digunakan dalam Pendidikan Kesehatan dan promosi Kesehatan. Teori HBM didasarkan pada pemahaman bahwa sesorang akan mengambil tindakan yang akan berhubungan dengan Kesehatan.
    Yaitu dengan beberapa cara :
    1. Tinggal di rumah
    Anda harus membatasi aktivitas di luar rumah, kecuali untuk memperoleh layanan kesehatan.
    2. Menggunakan masker
    Gunakan masker saat berada di sekitar orang lain, binatang peliharaan, atau jika akan tempat publik
    3. Sering mencuci tangan
    Cuci tangan lebih sering dengan menggunakan sabun dan air setidaknya 20 detik.
    4. Membersihkan permukaan benda yang sering disentuh
    Permukaan benda yang seringkali disentuh, termasuk meja, gagang pintu, perlengkapan kamar mandi, toilet, telepon, keyboard, tablet, hingga tempat tidur.
    5. Menghindari penggunaan alat-alat pribadi bersama
    Penggunaan alat-alat pribadi bersama yang harus dihindari misalnya adalah gelas, peralatan makan, dan handuk. Setelah digunakan, peralatan tersebut harus segera dicucui dengan sabun dan air.
    6. Menutupi batuk dan bersin
    Tutupi mulut dan hidung Anda dengan tisu ketika batuk atau bersin. Buang tisu yang telah digunakan dalam tempat sampah.
    7. Tidak berjabat tangan
    Dengan tidak berjabat tangan, akan menghindarkan terjadinya kontak kulit. Hal itu akan sedikit mampu mencegah penyebaran virus corona.
    8. Hindari kontak dekat
    Sebisa mungkin, hindari kontak dekat dari orang lain yang sedang sakit. Selain itu, jangan memegang binatang peliharaan ataupun hewan lain saat sakit.
    9. Perhatikan gejala yang muncul
    Carilah pertolongan medis sebelum penyakit semakin memburuk. Sebelum mencari layanan tersebut, jangan lupa untuk menghubungi terlebih dahulu dan menceritakan apa yang dialami untuk segera dievaluasi.
    10. Mengunjungi layanan kesehatan
    Sebelum mengunjungi layanan kesehatan, Anda dapat menghubungi dokter untuk memastikan apakah anda mungkin mengalami Covid-19 atau tidak.

  34. Kesimpulan mengenai artikel ” covid-19 antara ada dan tiada?tapi nyata ” adalah
    WHO mendeklarasikan pada akhir tahun 2019 muncul covid-19 yang menimbukan kehancuran yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dalam beberapa dekade dan ditemukan memiliki jangka panjang pada morbiditas diantara beberapa individu serta memperburuk kerentanan yang ada terkait dengan ketidakadilan yang mendasarinya. Dampak langsung dari pandemi telah mengakibatkan gangguan pada layanan kesehatan secara esensial seperti, kekurangan obat-obatan, staf, layanan transportasi umum, serta ragu dalam berobat karena takut infeksi. Pandemi juga menimbulkan tantangan kritis bagi sistem kesehatan yang lemah dalam pengaturan sumber daya dan kurangnya pemahaman akan covid-19. Sebagai masyarakat indonesia di masa pandemi ini sebaiknya kita menerapkan “Health Belief Model” ( HBM ) untuk mencegah penularan lebih lanjut yaitu dengan : Selalu menerapkan protokol kesehatan, Menjaga jarak, Pemakaian double Masker. Karena perilaku tersebut bisa mencegah penularan virus covid-19 dan jika kita menerapkan HBM pada diri kita sendiri setidaknya kita sudah mecegah penularan virus dan menurunkan angka kematian.

  35. penyakit virus corona adalah penyakit yang menular disebabkan virus corona yang ditemukan 1/2 tahun yang lalu.
    Maka dari itu kita harus mencegah agar kita tidak terinfeksi oleh virus tersebut seperti menjaga jarak minimal 1meter dari orang lain , jangan keluar rumah kecuali ada kepentingan , gunakan masker saat beraktivitas diluar atau di tempat umum dan jangan lupa ruting untuk mencuci tangan.

  36. Penyakit virus corona (COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus corona yang baru-baru ini ditemukan.
    Sebagian besar orang yang tertular COVID-19 akan mengalami gejala ringan hingga sedang, dan akan pulih tanpa penanganan khusus.

    Infeksi virus Corona disebut COVID-19 (Corona Virus Disease 2019) dan pertama kali ditemukan di kota Wuhan, China pada akhir Desember 2019. Virus ini menular dengan sangat cepat dan telah menyebar ke hampir semua negara, termasuk Indonesia, hanya dalam waktu beberapa bulan.

    Hal tersebut membuat beberapa negara menerapkan kebijakan untuk memberlakukan lockdown dalam rangka mencegah penyebaran virus Corona. Di Indonesia sendiri, diberlakukan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menekan penyebaran virus ini.

    Coronavirus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru (pneumonia).

    Virus ini menular melalui percikan dahak (droplet) dari saluran pernapasan, misalnya ketika berada di ruang tertutup yang ramai dengan sirkulasi udara yang kurang baik atau kontak langsung dengan droplet.

    Selain virus SARS-CoV-2 atau virus Corona, virus yang juga termasuk dalam kelompok ini adalah virus penyebab Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) dan virus penyebab Middle-East Respiratory Syndrome (MERS). Meski disebabkan oleh virus dari kelompok yang sama, yaitu coronavirus, COVID-19 memiliki beberapa perbedaan dengan SARS dan MERS, antara lain dalam hal kecepatan penyebaran dan keparahan gejala.

  37. Kesimpulannya pandemii COVID-19 di Indonesia terus berkembang, dengan 79,6% dari total kasus terdiri dari 18-45 tahun (per 20 Agustus 2020). Berbagai cara terus dikembangkan oleh ahli kesehatan untuk menekan angka penularan, salah satunya melalui pencegahan. HBM merupakan model yang kerap digunakan untuk memahami persepsi individu terkait perilaku kesehatan, termasuk prevensi. Penelitian dilakukan dengan survei online sebesar 231 responden, menggunakan alat ukur yang disusun dari awal untuk HBM serta alat ukur adaptasi untuk perilaku preventif. Studi menunjukkan hubungan signifikan HBM dengan perilaku preventif. Pada dimensi perceived susceptibility, perceived severity dan perceived benefit menunjukkan hubungan positif dengan perilaku preventif, sedangkan perceived barriers menunjukkan hubungan negatif dengan perilaku preventif. Ditemukan bahwa HBM adalah salah satu model yang dapat menggambarkan perilaku preventif saat pandemi, namun terdapat hal lain berupa tingkat pendidikan, selfefficacy, serta pengetahuan terhadap kondisi kesehatan tersebut. Penelitian memiliki berbagai kelemahan, yaitu sebaran kelompok usia yang tidak merata, serta kuesioner self-report yang rawan bias

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here