Beranda Gaya Hidup BALASAN SANG ANAK

BALASAN SANG ANAK

356
6

Kisah ini menceritakan seorang kakak -adik yang memberikan sebuah balasan berupa hadiah yang tidak terlupakan kepada ibunya. Disebuah rumah kecil hiduplah sepasang suami istri, mereka memiliki 2 anak, 1 kakak perempuan dan 1 anak laki-laki. Mereka hidup sederhana dengan kebutuhan yang terkadang kurang tercukupi. namun demikian, keluarga tersebut tetap hidup dengan bahagia, tanpa mengganggu tetangga sekitar. Suatu ketika sang ibu memutuskan merantau ke malaysia untuk bekerja, alasannya karena ia ingin merubah nasib anak-anak mereka menjadi lebih baik, sang ibu berkeyakinan dengan pergi ke negeri seberang kebutuhan anak-anaknya dapat tercukupi. Keesokan harinya, Sang ibu meminta ijin untuk pamit kepada ayah dan anak-anaknya sebelum pergi merantau.

“ Ayah, ibu mau pamit merantau dulu…minta tolong bisa Ayah panggilkan anak-anak” ucap sang ibu

“ Baik bu, Rara, fikri  ayo kemari ibu sedang memanggil kalian berdua…” ucap sang ayah

“Baik ayah …!” jawab kedua anak tersebut dari kejauhan

Anak – anak tersebut kemudian menghampiri menemui sang ibu

“Iya, ada apa ibu …?” ucap anak pertama

“ Ibu, mengapa ibu membawa tas yang cukup besar…mau pergi kemana ibu …? tanya fikri.

“Nak, ibu mau pamit, ibu akan pergi kenegeri malaysia …” pungkas ibu.

“ibu, … mengapa ibu ingin pergi meninggalkan kami …? ucap fikri

“Ibu tidak meninggalkan kalian terlalu lama, Ibu hanya ingin mencari kerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan sekolah kamu dan kakakmu fikri, disana penghasilannya lebih baik daripada ibu bekerja disini…” Jawab sang ibu menjelaskan ke anaknya.

“Baiklah ibu, Tapi kapan ibu akan pulang ?” ucap fikri

“Insya Allah ibu akan pulang 6 bulan setelah ibu kerja nak…”jawab ibu

“ Baiklah ibu, Hati-hati semoga disana Ibu bisa mendapatkan pekerjaan yang layak dan baik” Jawab fikri

“Amiin terima kasih fikri . Rara, Ibu minta tolong kepadamu, jaga dirimu dan adikmu dengan baik…” ucap ibu

“Baik Ibu…” jawab Rara

Sang ibu kemudian meninggalkan keluarganya untuk bekerja, tak lupa ia melambaikan tangan kearah mereka sambil mengucapkan salam perpisahan. Seketika ruangan terasa hening, mengapa tidak rumah yang selalu ramai dengan suara riang anak – anak dan ibunya menjadi sepi sejak sang ibu meninggalkan mereka. 5 bulan telah berlalu namun mereka tampak murung karena sang ibu tidak berada disamping mereka, tidak seperti biasanya mereka murung seperti itu, terutama fikri  yang dimana ia sangat manja kepada ibunya … Namun sang kakak tidak ingin melihat sang adik sedih merindukan sang ibu,  sang kakak kemudian berbicara kepada sang adik untuk membuat kejutan untuk ibunya…

Fikri  jangan murung terus… Semangat dong…!” ucap Rara

“ Tapi kak, sudah hampir 1 bulan Ibu belum memberi kabar kepada kita …” Ucap Rara dengan rasa sedih

“ Ibu mungkin masih sibuk dengan pekerjaannya, jadi ibu belum bisa memberikan kabar kepada kita. ”

“ Iya kak, mungkin ibu belum punya waktu untuk mengabari kita ” jawab Fikri

begini saja, bagaimana kalau kita belikan t hadiah untuk ibu. Hadiah itu sebagai tanda terima kasih kita karena ibu sudah bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan sekolah kita.” Ucap Rara

“ Wah … bagus sekali ide kakak…! ” ucap fikri

Tapi … emmm, hadiah seperti apa yang bagus untuk kita berikan kepada ibu ya….?” pikir Rara

“ kita belikan mukenah  saja kak, ibu pasti akan senang menerima hadiah itu…”jawab fikri

“ benar sekali ibu pasti senang dengan mukenah yang kita belikan Kebetulan kakak ada uang sedikit buat beli mukenah ” Jawab Rara

“ ayo kak…!” jawab  fikri dengan gembira

Sang kakak dan adik tersebut meminta izin  kepada ayah untuk membelikan mukenah,uang hasil kerja Rara dan ayah yang saat itu terbaring sakit dengan nada suara yang agak serak ayah berkata berangkatlah nak belikan hadiah untuk ibumu semoga ibumu suka barang yang kamu belikan sama adekmu .lantas Rara dan fikri mendapatkan izin lalu rara dan fikri  berbegas membelikan mukenah ke pasar. Seminggu telah berlalu dan akhirnya mukenah hadiah ibu telah selesai di kemas dengan rapi.

“Alhamdulillah, akhirnya mukenah untuk ibu sudah selesai di kemas …!” ucap Rara

“ Iya kak, walaupun mukenahnya gak begitu mahal semoga ibu suka dengan mukenah yang kita belikan ucap…! fikri

“ kerja keras kalian  patut untuk dibanggakan, ibu pasti akan senang melihat hadiah itu” ucap sang ayah

terima kasih ayah,  ” ucap fikri dan Rara

Seminggu Kemudian sang Ibu pulang dari rantaunya. terlihat, Rara dan Fikri sangat gembira dan Rindu akan kepulangan ibunya tersebut. Sang ayah yang sudah sehat  akan menjemput ibu dari bandara. Sebelum pergi mereka sudah menyiapkan sebuah kejutan yang indah untuk kepulangan sang ibu tampak sebuah kue buatan sang ayah di ruangan utama dan tak lupa dengan kado hadiah untuk menyambut sang ibu. Setelah sampai dirumah tiba-tiba sang Ayah menutup mata ibu dengan kain dan…

“Ada apa ayah, kok mata ibu  ditutup..?” tanya sang ibu

“ KEJUTAN…! Selamat datang Ibu …!” Ucap Sang Ayah dan anak-anak

“ Ibu saya dan adek ada hadiah untuk ibu…! Ucap Rara

“Hadiah apa nak ……! Ucap sang ibu

“ Terimalah hadiah ini bu mungkin harganya gak begitu mahal semoga ibu suka dengan hadiah dari aku dan adek….! Ucap rara

Lantas ibu membuka hadiah yang diberikan oleh rara dan fikri di saat ibu membuka isi kadonya betapa terharunya si ibu melihat mukenah yang dulu sempat diingkan tetapi belum mampu untuk membeli

“ Trimakasih nak atas kadonya….!.ucap sang ibu sambil menetaskan air mata

“ Tidak perlu berterimakasih bu saya sebagai anak yang seharusnya berterimakasih

Kepada ibu  yang telah mengandungku selama Sembilan bulan,melahirkanku dengan menaruhkan nyawamu yang sangat berharga,dan membesarkanku dengan susah payah ibu ayah akan kubaktikan semua hidupku untukmu  aku saying kepadmu bu….Ucap rara sambil menangis

  TAMAT

Penulis Moh Syamsudin