Beranda Seputar Kesehatan Public Health BAHAYA MEROKOK

BAHAYA MEROKOK

347
29

Merokok salah satu masalah di dalam masyarakat yang dapat menimbulkan banyak kerugian baik dari segi sosial ekonomi maupun kesehatan. Dampak dari perilaku merokok dapat mengakibatkan berbagai macam penyakit. Di Indonesia merokok merupakan hal tabu dan tidak pantas dilakukan oleh perempuan. Perilaku merokok pada perempuan, cenderung diberi label negatif oleh masyarakat. Hingga saat ini stigma dan anggapan negatif mengenai wanita yang menjadi perokok aktif masih banyak ditemui masyarakat menggangap perempuan yang merokok adalah perempuan yang “tidak baik, nakal atau bahkan “jalang” (Handayani dkk., 2012). Kebiasaan merokok pada remaja dipengaruhi oleh orang tua yang merokok, teman sebaya, kepribadian dan media informasi yang mengiklankan rokok. Menurut Berry dalam Oktavia (2010), teman sebaya mempunyai peran yang sangat berarti bagi remaja karena remaja lebih sering menghabiskan waktunya bersama teman-teman sebaya. Diantara remaja yang memiliki kebiasaan merokok 87% diantaranya mempunyai sekurang- kurangnya satau atau lebih teman yang memiliki kebiasaan merokok.

Indonesia merupakan negara dengan tingkat pengunaan rokok yang cukup tinggi, pada tahun 2030 diperkirakan jumlah kematian akibat merokok mencapai 10 juta jiwa setiap tahunnya dan akan didominasi oleh negara-negara berkembang seperti Indonesia (Sari, 2007). menurut survey GATS 2011, peringkat Indonesia menjadi peringkat 2 terbesar di dunia (Kemenkes RI, 2012). Perokok di masyarakat Indonesia tidak hanya di kalangan dewasa saja, namun sudah merambat ke kalangan remaja.

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 Kementerian Kesehatan RI menunjukkan bahwa prevalensi perokok di Indonesia tahun 2013 pada jenis kelamin laki-laki sebanyak 68,8% sedangkan pada jenis kelamin wanita sebanyak 6,9% dan total prevalensi perokok di Indonesia sebesar 36,3%, pada jenis kelamin laki-laki yang tidak perokok sebanyank 31,2 % dan wanita tidak merokok sebanyak 93,1% dan tidak perokok sebesar 63,7%. Data dari Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Pengurus Daerah (Pengda) Jawa Timur tahun 2016 menyebutkan, jumlah perokok remaja di Jatim mencapai sekitar 2.839.115 jiwa. Jumlah ini terdiri dari perokok di bawah usia 10-14 tahun sekitar 23,9% atau 728.108 anak. Angka yang sangat fantastis terjadi pada usia 15-19 tahun yang mencapai 46% atau
1.423.252 dari total penduduk Jatim di usia itu yang pada 2015 sebanyak 3.094.028 jiwa.

29 KOMENTAR

  1. Merokok telah diketahui menjadi faktor resiko banyak penyakit dan kematian. Meskipun demikian, terdapat peningkatan prevalensi perokok berusia muda. Intervensi untuk meningkatkan angka berhenti merokok diharapkan efektif dilakukan. Desain intervensi tersebut dapat dipengaruhi oleh seberapa tinggi motivasi berhenti merokok. Tujuan: Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi motivasi seseorang untuk berhenti merokok berdasarkan Transtheoretical Model (TTM), untuk menentukan hubungan faktor demografi dan pengetahuan rokok terhadap motivasi berhenti merokok, dan menemukan faktor-faktor yang membedakan motivasi untuk berhenti merokok.

    • Merokok merupakan masalah nasional bahkan juga internasional yang perlu secara terus menerus diupayakan penanggulangannya karena menyangkut berbagai aspek permasalahan dalam kehidupan yaitu aspek ekonomi, sosial, politik dan utamanya aspek kesehatan. Walaupun pemerintah telah melakukan beberapa upaya untuk mengendalikan peningkatan perokok baik itu melalui iklan layanan masyarakat maupun adanya peringatan jelas di kemasan rokok tentang kandungan rokok dan dampak buruk merokok serta pengembangan kawasan tanpa rokok tetapi tetap saja jumlah perokok tidak menurun. Adapun faktor resiko banyak penyakit dan kematian. Meskipun demikian terdapat peningkatan prevalensi perokok berusia muda. Intervensi untuk meningkatkan angka berhenti merokok diharapkan efektif dilakukan. Untuk mengidentifikasi motivasi seseorang untuk berhenti merokok berdasarkan Transtheoritical Model (TTM) untuk menentukan hubungan faktor demografi dan pengetahuan rokok terhadap motivasi berhenti merokok dan menemukan faktor faktor yang membedakan motivasi untuk berhenti merokok. Promosi kesehatan terkait berhenti merokok yang berfokus di kalangan remaja sangat perlu dilakukan. Intervensi yang dapat dilakukan untuk perokok pada tahap kontemplasi adalah mengadakan penyuluhan tentang bahaya merokok dan pemberian informasi adanya NRT ( Nicotine Replacement Therapy).

  2. Menurut saya dengan menggunakan metode Transtheoretical Model (TTM) tidak cukup di dalam untuk mengatasi bahaya merokok di masyarakat di karenakan suatu individu jika sudah terlanjur menggunakan atau memakai rokok tersebut tetap akan menggunakan karena ada beberapa zat kimia yang di dalamnya dapat menyebabkan kecanduan. Maka dari pada itu perlu adanya dorongan dari luar individu seperti keluarga dan teman- teman di sekitar karena oleh bantua mereka individu ini dapat merubah prilakunya secara perlahan dan tidak segnifikan dalam merubah prilaku seseorang. Butuh waktu yang sangat untuk merubah sikap atau prilaku dari seseorang. Seperti contoh dengan cara memberi tahu apa bahaya dari merokok dari hal tersebut maka individu tersebut akan sadar akan bahaya dan dampak merokok.
    Dan juga ada metode yang dapat memudahkan seseorang berhenti merokok adalah menjalani terapi farmakologi, yaitu dengan terapi pengganti nikotin atau Nicotine Replacement Therapy (NRT). Prinsip dasar NRT adalah dengan menggantikan nikotin dalam tubuh dengan selain rokok, sehingga dapat mengurangi gejala–gejala berhenti merokok, seperti depresi, mudah marah, cemas, sakit kepala dan perubahan nafsu makan (WHO, 2016). NRT tersedia dalam beberapa bentuk sediaan, yaitu nikotin transdermal, permen karet, tablet hisap, tablet sublingual, inhaler, dan obat semprot nasal (Rau, 2002).
    Motivasi terbesar berhenti merokok tersebut juga datang dalam diri individu tersebut seperti adanya kesadaran tentang kesehatan itupun terdapat di dalam metode Transtheoretical Model (TTM). Terdapat 5 tahapan TTM, yaitu pre-contemplation (tidak berpikir untuk berhenti merokok), contemplation (berpikir untuk berhenti merokok dalam 6 bulan kedepan), preparation (berpikir untuk berhenti merokok dalam 30 hari kedepan), action (sudah berhenti merokok dalam 6 bulan), dan maintenance (sudah berhenti merokok lebih dari 6 bulan).
    Metode Transtheoretical Model (TTM) ini juga harus terus di kembangan atau di sebarluaskan kepada masyarakat karena di dalam sebuah promosi kesehatan kita harus lebih bersemangat untuk merubah suatu sikap seseorang agar dampaknya untuk kita juga dan masyarakat lainya.

  3. Nama : ADONIA SILPA MARION DRUNYI
    NIM : 191141001
    Menurut saya Trans the oretical model adalah perubahan perilaku yang di dasarkan dari pengambilan keputusan individu adalah tindakan yang sengaja di lakukan.
    TTM merupakan sebuah pendekatan dlm sebuah teori bagian-bagian yang terpenting dalam satu kesatuan.Kandungan zat kimia yang terdapat dalam rokok sangat berbahaya bagi kesehatan Anda dan juga orang-orang di sekitar Anda. Bahaya merokok bagi kesehatan di antaranya yaitu:
    Gangguan Kardiovaskular
    Ketika Anda merokok, Anda akan lebih mungkin terkena serangan jantung. Perokok berisiko dua hingga empat kali lebih tinggi menderita penyakit jantung. Risiko lebih tinggi lagi jika Anda perokok wanita yang sedang mengonsumsi pil KB.

    Saat merokok, Anda memasukkan zat-zat berbahaya yang bisa berdampak buruk bagi tubuh, khususnya jantung, contohnya zat nikotin. Ketika nikotin masuk ke tubuh, zat itu bisa mengurangi kadar oksigen yang dapat masuk ke darah. Zat yang bersifat candu ini juga bisa mempercepat detak jantung, menaikkan tekanan darah, merusak pembuluh darah dalam jantung, dan meningkatkan kemungkinan terjadinya penggumpalan darah yang bisa memicu serangan jantung. Begitu juga dengan akibat-akibat buruk terhadap organ tubuh yang lainnya.

    • Mata kuliah: pendidikan kesehatan/ promosi kesehatan

      Transtheoritical Model merupakan perubahan perilaku yang integrative (integrative model of behavior change), konstruk-konstruk utama teori lain diintegrasikan menjadi satu. Model ini mendeskripsikan bagaimana individu memodifikasi perilaku negatif atau menemuka perilaku positif. Konstruk sentral atau inti dari model ini adalah Stages of Change.
      – Menurut saya hal ini/ masalah merokok merupakan masalah besar yang harus ditangani, karena penghentian perilaku merokok potensinya sangat besar untuk menyelamatkan banyaknya nyawa dan memberikan kesempatan hidup yang lebih baik. Semua harus di lakukan melalui sebuah pendekatan terlebih dahulu guna untuk mengubah perilaku kebiasaan merokok yang tidak baik bagi kesehatan(negatif) menjadi kebiasaan (positif).

    • Meroko sangt merusak dan segera harus ditangani Karne masyarakat Indonesia sekarang sudah hampir semua kalangan telah menikmati rokok
      Jika tidak diatasi maka perokok di indonesi akan semakin banyak dan kemati akan semakin memikat pada sitiap harinya
      Perokok yang berbahaya adalah perokok pasif bukan aktif karena bahaya dari rokok adalah asap sehingga kematian paling banyak adalah orng yg menghirup asap
      Jadi merokok harus dihentika dan harus ada pemberitahuan tentang bahaya rokok bagi kalangan remaja

  4. Mata kuliah : Pendidikan Kesehatan dan Promosi kesehatan

    Transtheoretical Model merupakan model perubahan perilaku yang integrative (integrative model of behavior change).Teori ini memiliki konstruk-konstruk utama teori lain yang diintegrasikan menjadi satu.Model ini mendeskripsikan bagaimana individu memodifikasi perilaku negatif atau menemukan perilaku positif.
    Dari materi tersebut saya menyimpulkan bahwa Trasntheoretical model sebagai model yang menggambarkan perubahan seorang individu dan model tersebut juga bisa mendeskripsikan atau menggambarkan sifat negatif yang terdapat pada seorang individu dan juga membantu seorang individu untuk menemukan sisi positifnya.

  5. Bahaya merokok : jika saat ini Anda berencana berhenti merokok, maka keputusan tersebut merupakan hal yang tepat. Sebab, bahaya merokok bagi kesehatan sama sekali tak main-main. Efek negatifnya terasa dari ujung kaki hingga ujung kepala, termasuk kesehatan fisik, kesehatan jiwa, hingga penampilan diri.
    Bahaya merokok bagi kesehatan tubuh
    Rokok sama sekali tak bermanfaat. Berikut ini bahaya merokok bagi kesehatan Anda yang sudah sepatutnya untuk dipahami:
    1. Kanker paru-paru
    Merokok dapat meningkatkan risiko kanker paru-paru secara signifikan. Bahkan, kanker paru-paru merupakan penyebab kematian pertama sebagai bahaya merokok. Pria perokok mengalami peningkatan risiko kanker paru-paru hingga 25 kali, dan wanita meningkat hingga 25,7 kali.
    Paru-paru yang rusak, termasuk kanker, merupakan efek yang sering diderita perokok
    Tak hanya kanker paru-paru, perokok juga berisiko mengalami peradangan pada saluran pernapasan, seperti bronkitis.
    2. Penyakit jantung
    Salah satu kebiasaan yang sangat berkontribusi terhadap penyakit jantung adalah merokok. Masalah pada jantung tersebut termasuk aterosklerosis dan penyakit arteri perifer.
    Aterosklerosis terjadi ketika adanya penumpukan plak di pembuluh darah. Penumpukan plak ini menghambat jalannya aliran darah sehingga dapat berakibat fatal. Sementara itu, penyakit arteri perifer terjadi ketika pembuluh nadi di kaki dan lengan menyempit, yang juga mengganggu aliran darah.
    3. Kolesterol tinggi
    Merokok dapat menurunkan kadar kolesterol baik (HDL) di tubuh. Sebaliknya, kadar kolesterol jahat (LDL) pun akan meningkat. Merokok pun meningkatkan kadar kolesterol total dan trigliserida, yang sama artinya dengan menimbun lemak di tubuh.
    4. Komplikasi diabetes
    Penderita diabetes tipe 2 yang merokok cenderung mengalami komplikasi dari penyakit tersebut. Pasalnya, merokok meningkatkan resistensi insulin. Selain itu, risiko masalah lain juga bisa terjadi jika Anda masih merokok saat menderita diabetes, seperti gangguan ginjal, masalah mata, dan serangan jantung.
    5. Gigi menguning dan keropos
    Bahaya merokok bagi kesehatan jangka panjang lainnya adalah gigi yang menguning dan terlihat kecokelatan. Tak hanya rusaknya warna gigi, bagian mulut ini juga rentan keropos.
    6. Keguguran
    Merokok selama hamil dapat meningkatkan risiko keguguran. Sang bayi juga rentan mengalami asma, infeksi telinga, gangguan pertumbuhan, kelainan fisik, dan sindrom kematian mendadak pada bayi.
    7. Berbagai jenis kanker
    Tak hanya kanker paru-paru yang menjadi bahaya merokok bagi kesehatan. Berbagai jenis kanker lain pun bisa terjadi di sekujur tubuh, termasuk kanker serviks bagi perempuan, kanker tenggorokan, kanker kandung kemih, kanker mulut, kanker darah, hingga kanker ginjal.
    8. Menopause prematur bagi perempuan
    Wanita yang merokok cenderung mengalami menopause lebih cepat, dibandingkan dengan yang tidak merokok. Selain itu, hot flashes (sensasi panas dalam tubuh) sebagai gejala menopause juga meningkat jika Anda menghisap rokok.
    9. Gangguan mata
    Mata pun tak luput dari bahaya merokok bagi kesehatan. Kebiasaan tak sehat ini dapat mengganggu kemampuan melihat dan meningkatkan risiko berbagai penyakit mata. Penyakit mata tersebut termasuk glaukoma, degenerasi makula, dan katarak.
    10. Masalah daya tahan tubuh
    Menghisap rokok dapat menurunkan kemampuan sistem imun tubuh untuk melawan infeksi. Selain itu, orang yang merokok lebih berisiko untuk mengalami infeksi saluran pernapasan daripada yang tidak merokok.
    11. Gangguan ereksi dan kesuburan
    Karena merokok dapat menyempitkan pembuluh darah, pria perokok akan lebih sulit untuk mengalami ereksi. Sebab, proses ereksi memerlukan aliran darah yang lancar menuju penis.
    Bahaya merokok bagi kesehatan termasuk disfungsi ereksi
    Tak hanya masalah ereksi, pria dan wanita yang merokok juga rentan mengalami gangguan kesuburan, baik jangka panjang atau jangka pendek, dibandingkan yang menghindari benda berbahaya tersebut.
    12. Rasa cemas dan gelisah
    Tak hanya masalah fisik, bahaya merokok juga dapat berupa masalah psikologis, seperti rasa cemas dan gelisah. Efek ini terjadi ketika Anda berusaha menarik diri dari nikotin, zat yang terkandung pada rokok.
    13. Jari menguning dan kulit keriput
    Zat-zat yang terdapat pada rokok dapat membuat kulit kering serta memicu penuaan dini. Terganggunya aliran darah juga membuat kulit menjadi kekurangan nutrisi.
    Selain itu, jika Anda perhatikan, jari perokok juga cenderung menguning. Hal tersebut merupakan efek dari memegang rokok.
    Coba hindari bahaya merokok dengan cara ini
    Bahaya merokok untuk kesehatan di atas memang mengerikan. Namun, telah banyak orang yang berhasil berhenti untuk menghisap benda berbahaya ini. Usaha berikut ini dapat Anda terapkan, tentunya dengan komitmen diri dan bantuan dari orang terdekat:
    • Siapkan tanggal yang pasti untuk berhenti merokok, namun jangan pilih hari dan tanggal yang terlalu jauh. Anda bisa berhenti perlahan-lahan atau berhenti sama sekali.
    • Beritahu orang terdekat dan sahabat, termasuk rekan kerja di kantor.
    • Jauhkan benda-benda yang berkaitan dengan rokok, seperti pemantik api dan asbak.
    • Ikuti konseling dan terapi.
    • Sediakan makanan untuk dikunyah saat keinginan merokok muncul, seperti permen karet.
    • Cari bantuan dokter untuk berkonsultasi.

  6. Mata kuliah: Promosi kesehatan dan pendidikan kesehatan.

    Menurut saya. Para perokok aktif tidak bisa di atasi karena banyak para pelajar, para mahasiswa dan lain-lain sudah mulai menjadi perokok aktif. Mereka menjadi perokok aktif bisa di sebabkan dari lingkungannya, kurang di perhatikan atau pendekatan oleh orang tuanya dan sebagainya. Supaya para pelajar, para mahasiswa, dan lain-lain tidak cendurung masuk ke dalam perokok aktif kita bisa m sering memberikan motivasi yang baik secara pelan-pelan memberitau tentang rokok tidak baik untuk tubuh karena banyak hal dampak negatif untuk kesehatannya, sering melakukan kegiatan positif, dan bagi orang tua sering melakukan pendekatan kepada anak-anaknya, perhatikan lingkungan anak-anaknya dan semakin kita sering memberikan motivasi secara perlahan-lahan suatu saat mereka akan sadar, mulai berfikir, mulai berubah untuk menghenti merokok.

  7. Menurut saya menggunakan transtheoritical model (TTM) cukup membantu untuk melakukan perubahan perilaku merokok. Karena mungkin banyak masyarakat tidak melakukan perubahan karena belum tau dampak yang ditimbulkan akibat merokok seperti mengakibatkan banyak penyakit antaranya kardiovaskular, penyakit pada sistem respirasi, kanker dan masalah kesehatan lain seperti impotensi, kehamilan premature. Karena masyarakat yang sudah terlanjur merokok itu sudah pasti mengalami kecanduan akibat zat zat bahaya yg terkandung dalam rokok itu, juga untuk melakukan perubahan diperlukan kesadaran individu dan antusias serta keniatan yang ditunjukkan individu (Precontemplation). Untuk melakukan perubahan perilaku merokok juga perlu kesadaran masyarakat bagaimana bahaya yang ditimbulkan akibat perilaku itu, mungkin banyak yg sadar bagaimana bahaya merokok akan tetapi mereka masih belum memiliki niat dan antusias untuk melakukan perubahan atas perilakunya (Contemplation). Jika masyarakat sudah melakukan perubahan kecil tetapi mereka belum benar-benar meninggalkan perilaku yang lama (Preparation). Pada saat masyarakat sudah mampu benar-benar meninggalkan perilaku merokoknya, mereka perlu mengganti perilaku itu dengan perilaku yang baru seperti mengkonsumsi permen untuk menghilangkan rasa pahit akibat berhenti merokok (Action). Jika mereka sudah terbiasa dengan perilaku barunya yang sudah dilakukan lebih dari 6 bulan mereka juga perlu memotivasi dirinya sendiri agar tidak melakukan perilaku merokok kembali dan menghindari stress agar merokoknya tidak kambuh (Maintenance). Keluarga dan teman juga ikut serta berperan terhadap terbentuknya perilaku berhenti merokok agar tidak kambuh lagi, dengan cara memberikan motivasi dan melakukan pengawasan (Relaps).

  8. Tetapi model TTM ini tidak efektif digunakan untuk merubah perilaku masyarakat untuk berhenti merokok, karena efek rokok bisa menyebabkan kecanduan dan meskipun sudah dijelaskan bahaya dan komplikasi merokok, bahkan terdapat peringatan pada bungkus rokok, mereka tetap saja mengabaikan dan tidak peduli akan kesehatannya, apalagi pada remaja perempuan, yg merokok bisa menyebabkan kerusakan pada rahim atau janinnya, bahkan perokok mengabaikan aturan atau norma dilarang merokok ditempat umum, sebab efek kecanduannya. Padahal tidak kurang telah menyebarkan informasi dan memberikan penyuluhan kesehatan, namun tetap saja diabaikan.
    Kemudian memasuki tahap procces of change
    – Experience : Mengumpulkan informasi dan prevalensi data orang merokok dan menjelaskan tentang bahaya dan dampak rokok bagi kesehatan tubuh untuk membuat keputusan agar bisa merubah perilaku.
    – Emotional Arousal : Tidak ada ekspresi yang menunjukkan perasaan akan bahaya merokok dan meski sudah ada solusi, mereka tetap tidak sadar sehingga tidak terjadi perubahan.
    – Environmental Reevaluation : Perilaku dari si perokok dapat memberikan efek buruk terhadap orang lain, karena perokok pasif lebih berbahaya daripada perokok aktif.
    Perlu ada dukungan sosial, dari keluarga, teman sejawat, saudara, tetangga, yang pastinya dapat sedikit atau banyak merubah perilaku.
    Butuh dukungan dari diri sendiri atau niat dalam hati untuk benar-benar berhenti merokok agar tidak membuka gerbang menuju penggunaan narkoba yg efeknya juga berlipat-lipat menyebabkan kecanduan.

  9. Nama : Muhammad Shofiyul Umam
    Nim : 191141045

    Menurut saya menggunakan transtheoritical model (TTM) cukup membantu untuk melakukan perubahan perilaku merokok. Karena mungkin banyak masyarakat yang belum tau dampak yang ditimbulkan akibat merokok seperti penyakit kardiovaskular, penyakit pada sistem respirasi, kanker dan masalah kesehatan lain seperti impotensi, kehamilan premature. Karena masyarakat yang sudah terlanjur merokok itu sudah pasti mengalami kecanduan akibat zat zat bahaya yg terkandung dalam rokok itu, juga untuk melakukan perubahan diperlukan kesadaran individu dan antusias serta keniatan yang ditunjukkan individu. Untuk melakukan perubahan perilaku merokok juga perlu kesadaran masyarakat bagaimana bahaya yang ditimbulkan akibat perilaku itu, mungkin banyak yg sadar bagaimana bahaya merokok akan tetapi mereka masih belum memiliki niat dan antusias untuk melakukan perubahan atas perilakunya. Jika masyarakat sudah melakukan perubahan kecil tetapi mereka belum benar-benar meninggalkan perilaku yang lama. Pada saat masyarakat sudah mampu benar-benar meninggalkan perilaku merokoknya, mereka perlu mengganti perilaku itu dengan perilaku yang baru seperti mengkonsumsi permen untuk menghilangkan rasa pahit akibat berhenti merokok. Jika mereka sudah terbiasa dengan perilaku barunya yang sudah dilakukan lebih dari 6 bulan mereka juga perlu memotivasi dirinya sendiri agar tidak melakukan perilaku merokok kembali dan menghindari stress agar merokoknya tidak kambuh. Keluarga dan teman juga ikut serta berperan terhadap terbentuknya perilaku berhenti merokok agar tidak kambuh lagi, dengan cara memberikan motivasi dan melakukan pengawasan.

  10. Membangun perubahan prilaku berdasarkan TTM
    1. Stages of change
    • Precontemplation = tahap dimana masyarakat Indonesia terutama remaja belum ada niat untuk merubah dan kemungkinan belum mengetahui kebiasaannya dapat mengakibatkan / dampak yang buruk pada penyakit sistem kardiovaskular, penyakit pada system respirasi, kanker dan masalah kesehatan yang lainnya seperti impotensi, kehamilan premature, bayi baru lahir rendah (CDC, 2012). Penyakit-penyakit ini dapat timbul karena rokok yang terbuat dari tembakau mengandung 7000 zat kimia yang berbahaya bagi kesehatan, 200 diantaranya adalah zat beracun (Ericksen, 2012). Zat kimia yang dikeluarkan ini terdiri dari komponen gas 85% dan partikel. Diantaranya nikotin, karbon monoksida, tar adalah sebagian dari ribuan zat didalam rokok (Ahmad, 2010) selain ini kita juga mmemberikan edukasi kepada lingkungan terutama keluarga karena bannyak factor yang mempengaruhi merokok adalah di lingkungannya walaupun sudah ada niat untuk berhenti tetapi factor lingkungan tidak mendukung maka akan sulih untuk menghilangkan kebiasaan merokok pada remaja misalnya ditanyakan cita-citanya ; selanjutnya kita beritahu kalau ingin bercita-cita tinggi hars mempunya kebugaran tubuh dan keshatan tubuh yang bagus. Setelah di berikan edukasi maka ini akan ditandai 6 bulan kedepan.
    • Contemplation = tahap dimana sudah ada niat unntuk merubah prilaku dngn di tandai perubahan setelah 6 bulan tetapi blm melakukan. Mungkin dari tahap ini mereka sudah di berikan edukasi lalu memhami dan mempunyai niat untuk berubah, misalnya remaja ini mempunyai cita-cita untuk menjadi polri/tni lalu sama keluarga diberikan edukasi bahwa kalau ingin mengabdi kepada negara tidak boleh merokok, lalu lah di ada niat untuk berubah.
    • Prepation = tahap dimanna orang sudah melakukan perubahan-perubahan kecil namun belum meninggalkan prilaku-prilaku lama. Bisa dilihat dari kebiasaan mrokok pada remaja itu sendiri yang awa mulanya 1 bungkus sehari lalu berubah menjadi 3 batang per hari
    • Action = dimana remaja ini suda merubah prilaku dari kebiasaan merokok hingga total tidak merokok. Tetapi belum memiliki tahap yang lama
    • Mmaintenace = metode dimana remaja itu sudah meninggalkan kebiasaan tidak merokok yang di tandai kalau biasanya sehabis makann merokok tetapi sehabis makan bisa tidak merokok
    • Termination = ada kemungkinan individu tsb ada perubahan prilaku merokoknya dikarenakan factor lingkungan misalkan dari keluarga ataupun temannya, dalam hal ini kita berikan motivasi apa tujuan merekan untuk merubah kebiasaan merokok
    2. Processes of change
    • Experience = a. consiounsness raising = ternyata kebanyakan remaja atau orang dengan kebiasaan merokok itu kalau meninggalkan akan terasa paihit di mulut ini disebabkan karena rokok megandung nikotn yang menyebabkan candu kepada penggunanya.
    b. emotional arusal = jadi kita berikan dukungan bahwa mereka pasti bisa. Misalkan kalau masalahnya pada remaja, kita tanyakan kepada dia cita-citanya apa nah lalu kita berikan dukungan kepada cita-cita remaja itu bahwa merokok ddapat mmenghambat atau mempengaruhi cita-citanya
    c. environmental revalution = lalu kia jjuga contohkan kepada tokoh-tokoh. Misalkan dia ingin bercita-cita ingin menjadi tni ya kita berikan contoh kepada dia seperti eka wira sparko atau juga kita bisa edukasi ke keluargannya supaya ayah atau kakak bisa memberikan contoh yang baik kepada anak atau adikknya
    c. social liberation = lalu kita berikan edukasi social kepada mereka
    d. setelah itu lakukan self reevalution
    • Behavioral
    Dalam tahap ini remaja harus bisa mengontrol jika kemungkinan hawa nafsu kambuh untuk melakukan aktifitas merokok yang dikarenakan bujukan terhadap teman-temannya, nah dalam tahap ini kita harus bisa menolong remaja tersebut dengan merubah pola pikirnya, bahwa dengan merokok semua cita-cita dan apa yg akan dia harapkan tidak akan bisa terwujud. Maka remaja tersebut akan bisa menkondisikan dirinya lalu kita berikan reward kepada remaja tersebut degan memberikan motivasi bahwa dia bisa. Kita juga berikan komitmen lebih kepada remaja tersebut dengan mengganti kebiasaan merokok dengan berolahraga yang shat

    3. Decisional balance
    Setelah kita berikan tahap perubahan prilaku maka individu tersebut maka adan terjadi pra dan kontra. Baik dari keuntungan maupun kerugian. Untuk keuntungannya maka remaja tersebut akan mengalami perubahan yang awalnya tidak sehat menjadi lebih baik. Lalu kerugiannya kemungkinan remaja tsb akan di jahui oleh teman-temannya karena perubahaanya terebut.
    4. Self-efficacy
    Remaja tersebut akan mencerminkan tingkat kepercayaannya. Ada kemungkinan individu akan tergoda untuk mengulanginnya kembali tetapi ddengan tingkat kepercayaan dan motivasi untuk meraih cita-citanya maka individu tersebut tidak mudah tergoda

  11. Promkes

    Menurut saya rokok
    Rokok bisa Di Hentikan dg Transtheoritical Model.yaitu dg tahap 1.Tahap precontemplation, 2.Tahap contemplation, 3.
    Tahap preparation,4.Tahap action,5.Tahap maintenance,6.Tahap termination Tapi Di Tahap²ini bersifat fleksibel,terkadang ada orang yang tidak sampai ke tahapan maintenance tapi kembali ke tahapan precontemplation karena beberapa factor penghambat, seperti lingkungan, ekspektasi dll.tapi dengan kekokahan, dukungan Dr kita, sesorg bisa berhnti.

  12. Merokok salah satu masalah di dalam masyarakat yang dapat menimbulkan banyak kerugian baik dari segi sosial ekonomi maupun kesehatan.Perilaku merokok pada perempuan, cenderung diberi label negatif oleh masyarakat.dan Merokok telah diketahui menjadi faktor resiko banyak penyakit dan kematian. Meskipun demikian, terdapat peningkatan prevalensi perokok berusia muda. Intervensi untuk meningkatkan angka berhenti merokok diharapkan efektif dilakukan. Desain intervensi tersebut dapat dipengaruhi oleh seberapa tinggi motivasi berhenti merokok. Tujuan: Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi motivasi seseorang untuk berhenti merokok berdasarkan Transtheoretical Model (TTM), untuk menentukan hubungan faktor demografi dan pengetahuan rokok terhadap motivasi berhenti merokok, dan menemukan faktor-faktor yang membedakan motivasi untuk berhenti merokok.

  13. Nama : Rosita soares
    Nim : 191141059
    Mata kuliah:promkes
    Tugas TTM bahaya merokok
    Menurut saya TTM dapat digunakan untuk berbagai masalah. Perilaku tersebut diantaranya adalah TTM dapat membantu individu untuk berhenti merokok, berhenti dari kokain, dapat mengontrol berat badan, digunakan untuk diet. Selain itu TTM juga berguna sebagai informasi yang berhubungan dengan hubungan seksual seperti penggunaan kondom.

  14. Menurut saya menggunakan transtheoritical model (TTM) ini cukup membantu untuk melakukan perubahan perilaku merokok. Karena mungkin kebanyakan dari masyarakat saat ini sangat banyak yang belum tau dampak negatif dari merokok. Misalnya, seperti penyakit kardiovaskular, penyakit kanker atau pun bisa mengakibatkan potensi kehamilan premature. Karena masyarakat yang sudah terlanjur merokok sudah pasti akan mengalami kecanduan akibat zat zat bahaya yg terkandung didalam rokok tersebut. Dan untuk melakukan perubahan sangat diperlukan kesadaran dari setiap individu dan juga niat untuk mengubah perilaku tersebut.
    1. Stages of Change :
    • tahap pre-contemplation (pada tahapan ini, seseorang belum memiliki keinginan untuk melakukan perubahan dan sebagian besar tidak peduli atau tidak sadar bahwa perilaku mereka adalah sebuah masalah).
    Jadi perokok cenderung menghindari membaca, berbicara atau berpikir tentang bahaya rokok. Dan rokok juga bisa membuat orang menjadi kecanduan.
    • tahap contemplation (orang tersebut sudah mulai mengetahui atau menyadari bahwa perilaku yang ia miliki adalah sebuah masalah dan mulai melihat keuntungan dan kerugian yang bisa ditimbulkan jika ia tetap melakukan perilaku tersebut).
    Jadi orang tersebut (perokok) sudah mulai mengetahui atau menyadari bahwa perilaku yang ia miliki adalah sebuah masalah dan mulai melihat keuntungan dan kerugian yang bisa ditimbulkan jika ia tetap melakukan perilaku tersebut.
    • tahap preparation (orang tersebut sudah mulai memiliki keinginan untuk melakukan perubahan perilaku dan mungkin ia mulai dari sesuatu yang kecil. Biasanya dalam waktu 30 hari).
    Jadi misalkan orang tersebut (perokok) sudah mulai memiliki keinginan untuk melakukan perubahan perilaku dan mungkin ia mulai dari sesuatu yang kecil, seperti perlahan-lahan mengurangi jumlah rokok yang biasanya dihabiskan.
    • tahap action (orang tersebut sudah mulai melakukan perubahan gaya hidupnya yang mengarah kepada perubahan perilaku yang lebih baik. Biasanya orang pada tahapan ini sudah merubah perilakunya dalam 6 bulan terakhir).
    Misalkan si perokok sudah memulai untuk tidak merokok lagi. Dan sudah mulai tidak merokok lagi dalam waktu 6 bulan terakhir.
    • tahap maintenance (orang tersebut berusaha untuk terus mempertahankan perilaku postif yang ia sudah bangun selama beberapa bulan terakhir. Biasanya orang pada tahapan ini sudah merubah perilakunya lebih dari 6 bulan yg lalu).
    Perokok mulai berusaha mempertahankan untuk tidak merokok lagi walaupun kadang terdapat godaan.
    • tahap termination (orang tersebut berada pada tahapan keyakinan 100% mereka tidak akan kembali ke perilaku buruknya).
    Jadi si perokok tersebut sudah yakin untuk mempertahankan tidak merokok lagi meskipun diluar sana kadang bangak godaan tetapi ia tetap yakin pada pendiriannya yang tidak akan kembali menjadi orang perokok.

    2. Processes of change : Untuk melakukan perubahan maka sangat diperlukan kesadaran dari diri sendiri dan masyarakat di lingkungan sekitar mengenai bahayanya merokok dalam jangka panjang. Kemudian baru melakukan sebuah perubahan perilaku yang awalnya perokok menjadi tidak perokok.

    3. Decisional Balance : Seseorang mulai mengambil keputusan antara keuntungan dan kerugian perubahan dari perilaku merokok.

    4. Self-Efficacy : Mencerminkan tingkat kepercayaan individu dengan memiliki perubahan yg baru, misalkan merubah perilaku yg awalnya perokok menjadi tidak perokok karena untuk menjaga perilaku dalam situasi yang sering memicu kambuh. Jadi perubahan tersebut harus diniatkan dari dalam diri sendiri secara ikhlas, dan harus diimbangi dengan pola hidup yang sehat.

  15. Mata Kuliah : Pendidikan dan Promosi Kesehatan

    BAHAYA MEROKOK

    •Stage of change
    Pre contemplation : sifat merokok yang silit dihilangkan dapat menyebabkan kecanduan sehingga sulit dihilangkan, kebiasaan merokok dapat menyebabkan orang menjadi lebih egois.
    -Contemplation : Akan melakukan perubahan karena sudag mengetahui bahaya merokok dan sudah mengetahui penyakit apa saja yang mungkin akan terjadi akibat kecanduan merokok (diantaranya penyakit pada sistem kardiovaskular, penyakit pada system respirasi, kanker dan masalah kesehatan yang lainnya seperti impotensi, kehamilan premature, bayi baru lahir rendah (CDC, 2012)).
    -Preparation : mengurangi perilaku merokok pada remaja saat ini di telah di laksanakan program anti merokok dilakukan di sekolah, terutama memfokuskan pemberikan informasi tentang bahaya merokok program ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan tentang akibat merokok dan kadang- kadang efektif dalam merubah sikap terhadap merokok, dan merubah pola hidup.
    -Action : si perokok mulai mengurangi rokoknya, misal sehari 8 batang sekarang menjadi 3 batang sehari.
    -Maintenance : si perokok berusaha agar tidak terjadi kekambuhan kecanduan rokok lagi dengan cara mengkonsumsi permen karet.
    -Relaps : jika sudah terbiasa dengan perilaku barunya selama 6 bulan terakgir bila terjadi kekambuhan maka si perokok berserta keluarga dan temannya ikut serta dalam perilaku berhenti merokok agar tidak terjadi kekambuhan dengan cara menerapkan pola hidup sehat.(seperti pola makan,pola istirahat dan melakukan kegiatan yang bermnafaat)

    •Processes of change : Untuk melakukan perubahan pada perokok maka perlu kesadaran diri sendiri dan masyarakat apa bahaya yang terjadi apabila merokok dalam jangka yang Panjang, harus mencari tau juga apa akibat dari seorang pecandu rokok. Setelah itu melakukan sebuah perubahan meninggalkan perilaku yang lama.

  16. Mata Kuliah = Pendidikan dan Promosi Kesehatan

    Bahaya Merokok

    Merokok telah diketahui menjadi faktor resiko banyak penyakit dan kematian. Meskipun demikian, terdapat peningkatan prevalensi perokok berusia muda. Intervensi untuk meningkatkan angka berhenti merokok diharapkan efektif dilakukan. Desain intervensi tersebut dapat dipengaruhi oleh seberapa tinggi motivasi berhenti merokok. Tujuan: Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi motivasi seseorang untuk berhenti merokok berdasarkan Transtheoretical Model (TTM), untuk menentukan hubungan faktor demografi dan pengetahuan rokok terhadap motivasi berhenti merokok, dan menemukan faktor-faktor yang membedakan motivasi untuk berhenti merokok.

    Dalam model Stage of change :
    1. Precontemplation = biasanya para pecandu rokok ketika sudah mengerti apa efek buruk dari merokok mereka tetap menghiraukan hal tersebut karena masih belum terjadi suatu hal terhadap diri mereka.
    2. Contemplation = pada tahap ini mereka para pecandu rokok mulai berfikir dampak yang terjadi setelah merokok guna untuk merubah kebiasaan untuk tidak merokok tapi mereka masih juga mempertimbangkan pro dan kontra dari masyarakat meskipun sudah ada yg terkena musibahnya.
    3. Preparation =
    Para pecandu rokok mulai mengambil tindakan selanjutnya yakni dengan perlahan mengurangi merokok disetiap harinya.
    4. Action = disini Keluarga juga berperan terhadap terbentuknya perilaku pada remaja ada baiknya jika ada salah satu anggota keluarga yang merokok tidak merokok di rumah dan berikan pengawasan terhadap anaknya dalam kegiatannya tetapi tidak boleh berlebihan, selain itu dukungan teman sebaya juga mempengaruhi perilaku remaja alangkah baiknya jika kita memilih teman yang baik tidak mempengaruhi kita untuk mencoba merokok, jika pelajar sudah terlanjur kecanduan merokok secara efektif menghentikan kebiasaan merokok yaitu dengan cara hipnoterapi stop merokok.
    5. Maintenance = didalam tahap ini perokok sudah menjauhi rokok dan berusaha menghindari agar tidak kambuh menjadi perokok lagi baik secara pengawasan dan dukungan lingkungan sekitar yang menguatkan untuk diri sendiri agar tidak kembali merokok.

  17. Mata Kuliah : Pendidikan Kesehatan Dan Promkes
    1.stage of chage
    • Precontemplation : Merokok salah satu masalah di dalam masyarakat yang dapat menimbulkan banyak kerugian baik dari segi sosial ekonomi maupun kesehatan. perilaku merokok dapat mengakibatkan berbagai macam penyakit, merokok merugikan kesehatan karena dapat mengakibatkan banyak penyakit, diantaranya penyakit pada sistem kardiovaskular, penyakit pada system respirasi, kanker dan masalah kesehatan yang lainnya seperti impotensi, kehamilan premature, bayi baru lahir rendah (CDC, 2012).
    • Contemplation : remaja yang memiliki kebiasaan merokok 87% diantaranya mempunyai sekurang- kurangnya satau atau lebih teman yang memiliki kebiasaan merokok,
    • Preparation : Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 Kementerian Kesehatan RI menunjukkan bahwa prevalensi perokok di Indonesia tahun 2013 pada jenis kelamin laki-laki sebanyak 68,8% sedangkan pada jenis kelamin wanita sebanyak 6,9% dan total prevalensi perokok di Indonesia sebesar 36,3%, pada jenis kelamin laki-laki yang tidak perokok sebanyank 31,2 % dan wanita tidak merokok sebanyak 93,1% dan tidak perokok sebesar 63,7%. Data dari Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Pengurus Daerah (Pengda) Jawa Timur tahun 2016 menyebutkan, jumlah perokok remaja di Jatim mencapai sekitar 2.839.115 jiwa. Jumlah ini terdiri dari perokok di bawah usia 10-14 tahun sekitar 23,9% atau 728.108 anak. Angka yang sangat fantastis terjadi pada usia 15-19 tahun yang mencapai 46% atau 1.423.252 dari total penduduk Jatim di usia itu yang pada 2015 sebanyak 3.094.028 jiwa.

    • Action : Upaya untuk mengurangi perilaku merokok pada remaja saat ini di telah di laksanakan program anti merokok dilakukan di sekolah, terutama memfokuskan pemberikan informasi tentang bahaya merokok program ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan tentang akibat merokok dan kadang- kadang efektif dalam merubah sikap terhadap merokok (Soetjiningsih, 2004), pada intinya pencegahan merokok adalah upaya pendidikan yang lebih kuat untuk mencegah anak-anak dan remaja mulai mencoba rokok (Santrock, 2003).
    • Maintenance : pada akhirnya masih tetap banyak orang yang merokok. Berbagai macam masalah yang disebabkan oleh rokok memberikan suatu ancaman terbesar yang diakibatkan dampak dari perilaku merokok, mengingat bahwa kebiasaan rokok sangat merugikan kesehatan orang lain karena menjadikan orang lain sebagai perokok pasif yang jauh lebih berbahaya dibandingkan dengan perokok aktif.
    • Termination : Keluarga juga berperan terhadap terbentuknya perilaku pada remaja ada baiknya jika ada salah satu anggota keluarga yang merokok tidak merokok di rumah dan berikan pengawasan terhadap anaknya dalam kegiatannya tetapi tidak boleh berlebihan, selain itu dukungan teman sebaya juga mempengaruhi perilaku remaja alangkah baiknya jika kita memilih teman yang baik tidak mempengaruhi kita untuk mencoba merokok, jika pelajar sudah terlanjur kecanduan merokok secara efektif menghentikan kebiasaan merokok yaitu dengan cara hipnoterapi stop merokok.

    2. Processes of change : Untuk melakukan perubahan maka sangat diperlukan kesadaran dari diri dan masyarakat di lingkungan sekitar mengenai bahaya merokok dalam jangka panjang. Kemudian melakukan sebuah perubahan perilaku yang awalnya perokok menjadi tidak perokok.Seseorang mulai mengambil keputusan antara keuntungan dan kerugian perubahan dari perilaku merokok.Mencerminkan tingkat kepercayaan individu dengan memiliki perubahan yg baru, misalkan merubah perilaku yg awalnya perokok menjadi tidak perokok karena untuk menjaga perilaku dalam situasi yang sering memicu kambuh.

  18. Bahaya dan kebiasaan merokok terahdap orang tua dan remaja dan banyak sekali roko menagndung zat berbahaya seprti nikotin dan membuat orang kecanduan, Merokok salah satu masalah di dalam masyarakat yang dapat menimbulkan banyak kerugian baik dari segi sosial ekonomi maupun kesehatan. Dampak dari perilaku merokok dapat mengakibatkan berbagai macam penyakit. Di Indonesia merokok merupakan hal tabu dan tidak pantas dilakukan oleh perempuan. Perilaku merokok pada perempuan, cenderung diberi label negatif oleh masyarakat. Hingga saat ini stigma dan anggapan negatif mengenai wanita yang menjadi perokok aktif masih banyak ditemui masyarakat menggangap perempuan yang merokok adalah perempuan yang “tidak baik, nakal atau bahkan “jalang” (Handayani dkk., 2012). Kebiasaan merokok pada remaja dipengaruhi oleh orang tua yang merokok, teman sebaya, kepribadian dan media informasi yang mengiklankan rokok, • Action : Upaya untuk mengurangi perilaku merokok pada remaja saat ini di telah di laksanakan program anti merokok dilakukan di sekolah, terutama memfokuskan pemberikan informasi tentang bahaya merokok program ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan tentang akibat merokok dan kadang- kadang efektif dalam merubah sikap terhadap merokok (Soetjiningsih, 2004), pada intinya pencegahan merokok adalah upaya pendidikan yang lebih kuat untuk mencegah anak-anak dan remaja mulai mencoba rokok (Santrock, 2003).
    • Maintenance : pada akhirnya masih tetap banyak orang yang merokok. Berbagai macam masalah yang disebabkan oleh rokok memberikan suatu ancaman terbesar yang diakibatkan dampak dari perilaku merokok, mengingat bahwa kebiasaan rokok sangat merugikan kesehatan orang lain karena menjadikan orang lain sebagai perokok pasif yang jauh lebih berbahaya dibandingkan dengan perokok aktif.

  19. Mata kuliah :pendikan kesehatan dan promosi kesehatan
    Merokok merupakan salah satu masalah yang dapat menimbulkan kerugian dan menjadi salah satu faktor terbesar penyebab penyakit dan kematian. Berdasarkan metode TTM (transteoritical model) para perokok akan tau efek yang akan timbul dari kebiasaan merokok, jika sudah merasakan efeknya sendiri lalu akan masuk ke tahap berfikir dampak kedepannya untuk merubah kebiasaan dengan pertimbangan, dan menuju tahap lanjutan bersiap untuk melakukan tindakan seperti mengurangi rokok, masuk ketahap selanjutnya yaitu aksi tidak merokok dengan bantuan lingkungan yang mendukung terutama sekolah yang memberikan informasi tentang bahaya merokok, dukungan keluarga juga dapat berperan untuk membentuk perilaku remaja, masuk ketahap akhir yaitu remaja sudah tidak menyentuh rokok dan menghindari kebiasaan buruk yang dapat merusak atau merugikan dirinya, serta didukung oleh sekitar yang akan menjauhkan nya dari kebiasaan lamanya.

  20. Merokok merupakan salah satu faktor risiko Penyakit Tidak Menular (PTM), seperti Penyakit Paru Obstruksi kronik (PPOK), Asma, Jantung dan Stroke. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi motivasi seseorang untuk berhenti merokok berdasarkan Transtheoretical Model (TTM), untuk menentukan hubungan faktor demografi dan pengetahuan rokok terhadap motivasi berhenti merokok, dan menemukan faktor-faktor yang membedakan motivasi untuk berhenti.
    Model Stagr Of Change
    1. Tahap precontemplation : Pada tahap ini orang tidak benar-benar berpikir untuk berhenti merokok, dan jika ditantang mungkin mereka akan mempertahankan perilaku merokok mereka. Beberapa orang bahkan tidak percaya bahwa ia bisa benar-benar berhenti merokok. Perokok masih sulit menerima pesan tentang manfaat bagi kesehatan dari berhenti merokok. Namun pada titik tertentu, sebagian besar orang yang berada pada tahap ini jika ia tetap terbuka dengan informasi tentang dampak negatif dari efek perilaku merokok, seseorang mungkin akan menjadi lebih tertarik berhenti dan pindah ke tahap contemplation
    2. Tahap contemplation : pada tahap ini Upaya untuk mengurangi perilaku merokok pada remaja saat ini di telah di laksanakan program anti merokok dilakukan di sekolah, terutama memfokuskan pemberikan informasi tentang bahaya merokok program ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan tentang akibat merokok dan kadang- kadang efektif dalam merubah sikap terhadap merokok (Soetjiningsih, 2004), pada intinya pencegahan merokok adalah upaya pendidikan yang lebih kuat untuk mencegah anak-anak dan remaja mulai mencoba rokok (Santrock, 2003).
    3. Tahap preparation : tahap ini adalah membuat daftar mengenai siapa saja yang bisa mendukung dalam upaya untuk berhenti merokok serta hal apa saja yang akan dilakukan sebagai upaya untuk berhenti merokok, membuat daftar dan waktu dimana perokok mulai ingin merokok, menyingkirkan asbak ataupun hal-hal yang dapat membuat seseorang ingin berhenti merokok, mulai berkonsultasi dengan konselor maupun dokter terkait dengan pilihan-pilihan metode berhenti merokok dan kemudian menetapkan tanggal untuk berhenti merokok.
    4. Tahap action : pada tahap ini perokok sudah mempunyai beberapa alternatif kegiatan yang bisa dilakukan apabila muncul keinginan untuk merokok, sebuah motivasi yang jelas sebaiknya benar-benar diingat bahkan jika perlu ditulis untuk meningkatkan tekad
    5. Tahap maintenance adalah suatu tahap di mana orang bekerja untuk mencegah kambuh. Ini adalah upaya dimana mereka sedang bertahan untuk tetap berhenti merokok.

  21. Menurut saya Merokok merupakan masalah nasional bahkan juga internasional. Untuk mengidentifikasi motivasi seseorang untuk berhenti merokok berdasarkan Transtheoritical Model (TTM) untuk menentukan hubungan faktor demografi dan pengetahuan rokok terhadap motivasi berhenti merokok dan menemukan faktor faktor yang membedakan motivasi untuk berhenti merokok. Promosi kesehatan terkait berhenti merokok yang berfokus di kalangan remaja sangat perlu dilakukan. Intervensi yang dapat dilakukan untuk perokok pada tahap kontemplasi adalah mengadakan penyuluhan tentang bahaya merokok dan pemberian informasi adanya NRT ( Nicotine Replacement Therapy).

    • Mata kuliah : pendidikan kesehatan dan promosi kesehatan
      1. Stages of changes (tahap perubahan)
      Dalam proses ini terdapat 6 tahan yaitu:
      1. Precontemplation
      Secara umum pengertian dari prakontemplasi adalah belum sadarnya perokok atas tindakan yang ia lakukan dan belum juga menyadari bahwa banyak efek negatif yang akan ditimbulkan.
      2. Contemplation (kontemplasi)
      Dalam tahapan ini perokok sudah menyadari atau mempertimbangkan akan bahaya yang ditimbulkan, namun dalam tahapan ini mereka sering kali bersikap ambivalen, maka dari itu orang dalam tahap kontemplasi sering mencari pendamping ataupun lingkungan yang mendekung.
      3. Preparation/determination (persiapan untuk bertindak/ penentuan)
      Dalam tahap ini perkok sudah dapat memutuskan untuk berhenti merokok dengan mempertimbangkan segala pro dan kontra. Tahap ini memerlukan segala tekad setelah itu pelaku membuat rencana realistis
      4. Action (menerapkan rencana)
      Dalam tahap ini perokok menerapakan rencana yang sebelumnya sudah disusun. Tahapan ini biasanya memerlukan pendampingan agar mendapatkan konseling dan komitmen publik untuk berhenti merokok
      5.maintenance (pemeliharaan)
      Pemiliharaan adalah tahap dimana seseorang dapat mempertahankan perubahanya dalam jangka waktu yang berkelanjutan. Tindakan dan prilaku baru dapat menggantikan kebiasaan buruk tersebut.
      6. Relapse or terminator
      Karena rokok adalah kebiasaan buruk serta bersifat adictive maka pelaku akan dapat merasakan cobaan yang berat karena keinginanya untuk merokok akan kambuh. Agar keiinginan tersebutu tidak terulang maka pelaku harus memiliki kesibukan yang dapat melupakan keiinginan tersebut.

      2. Processes of change (proses perubahan)
      1. Meningkatkan Kesadaran
      Perokok mulai mencari pengetahuan baru untuk mendapatkan pemahaman tentang permasalhanya.
      2. Counterconditioning
      Pernyataan diri untuk mencari kebenaran
      3. Bantuan Drama
      Mengalami dan mengungkapkan perasaan tentang masalah perilaku.
      4. Evaluasi Lingkungan
      Pertimbangan dan penilaian tentang bagaimana perilaku masalah
      5. Membantu Hubungan
      Mempercayai, menerima, dan memanfaatkan dukungan merawat orang lain selama upaya untuk mengubah perilaku masalah.
      6. Pembebasan diri
      Pilihan dan komitmen untuk mengubah perilaku masalah, termasuk keyakinan pada kemampuan untuk mengubah / terapi pengambilan keputusan, resolusi Tahun Baru, teknik logoterapi, teknik peningkatan komitmen.
      7. Evaluasi Diri
      Penilaian kembali nilai-nilai emosional individu
      8. Pembebasan Sosial
      Kesadaran individu dari gaya hidup alternatif, bebas masalah.
      9 Kontrol Stimulus
      Kontrol situasi dan penyebab lain yang memicu perilaku masalah / menambah dorongan.

      3. Decisional balance
      1. Provide : keuntungan dari perubahan.
      2. Cost : biaya yang dibutuhkan untuk perubahan.

      4. Self efficiency
      1. Confidence.
      Merupakan kepercayaan diri untuk melakukan suatu hal
      2. Tempation.
      Dalam proses perubahan diri banyak cobaan serta godaan untuk mengulang perbuatanya

  22. dengan teori TTM maka bahaya rokok pada remaja bisa berkurang dan menjadikan habbits
    dengan metode Stages of change
    • Precontemplation = tahap ini remaja belum ada niatan untuk merubah kebiasaan dan meperoleh dampak yang buruk pada penyakit sistem kardiovaskular,respirasi, kanker dll. rokok memiliki zat berbahaya dan beracun bagi kesehatan, dan jugamemberikan edukasi keluarga nya bisa mendukung kebiasaan anaknya
    • Contemplation = tahap ini sreamaja udah niat untuk merubah prilaku dngn di tandai 6 bulan tapi blm melakukan. remaja diberikan program anti narkoba di sekolahan nya sehingga remaja termotivasi pada program terkaid dan blm melakuakan
    • Prepation = tahap remaja sudah melakukan perubahan kecil tapi belum meninggalkan prilaku lama. remaja sdh merubah kebiaasaan nya walaupun kecil bisa dikatana mengurang tiap batang tiap hari atau mungkin mengantikan dengan permen dan konsultasi ke dokter dan diberikan dukungan orangtuanya
    • Action = remaja sudah merubah tidak merokok.dan memiliki tekat merubah perilakunya
    • maintenace = tahap ini remaja sdh mengubah perilaku nya menjadi haabits

  23. Bahaya merokok
    merokok adalah aktivitas seseorang yang merupakan respons orang tersebut terhadap rangsangan dari luar yaitu faktor-faktor
    yang mempengaruhi seseorang untuk merokok dan dapat diamati secara
    langsung.

    • Stage of Change :
    > Precontemplation : Pada tahap ini remaja pecandu rokok atau kecanduan merokok masih senang senangnya merokok dan belum tahu apa itu akibatnya dari merokok.
    > Contemplation : Pada tahap ini remaja yang kecanduan merokok ada niatan untuk mengubah perilaku yang buruk menjadi perilaku yang lebih baik lagi
    > Prepation : Pada tahap ini seseorang sudah melakukan perubahan-perubahan kecil, namun belum benar benar meninggalkan perilaku yang lama. Misalnya Tiap hari mengurangi jumlah rokok dari sebelumnya.
    > Action : Pada tahap ini seseorang benar benar melakukan perubahan perilaku, yang dimana perilaku lama digantikan dengan perilaku yang baru
    > Maintenance : Pada tahap ini seseorang sudah berubah total dari perilaku yang lama menjadi perilaku yang baru.

  24. Mata kuliah : Promkes
    Bahaya merokok
    Merokok salah satu masalah di dalam masyarakat yang dapat menimbulkan banyak kerugian baik dari segi sosial ekonomi maupun kesehatan. Dampak dari perilaku merokok dapat mengakibatkan berbagai macam penyakit.Perilaku merokok merugikan kesehatan karena dapat mengakibatkan banyak penyakit, diantaranya penyakit pada sistem kardiovaskular, penyakit pada system respirasi, kanker dan masalah kesehatan yang lainnya seperti impotensi, kehamilan premature.
    Dalam model Stage of change yaitu
    1. Pre contemplation : perokok tidak memiliki keinginan untuk berhenti merokok dan sebagian besar tidak peduli atau tidak memahami bahaya merokok.
    2. Contemplation : perokok tersebut mulai memahami atau menyadari dari bahaya merokok dan mulai melihat akibat yang bisa menimbulkan berbagai penyakit jika ia tetap merokok
    3. Preparation : upaya untuk mengurangi perilaku merokok pada remaja saat ini ialah melaksanakan program anti merokok dilakukan di sekolah, memfokuskan pemberikan informasi tentang bahaya merokok program ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan tentang akibat merokok dan kadang- kadang efektif dalam merubah sikap terhadap merokok
    4. Action : Keluarga juga berperan terhadap terbentuknya perilaku pada remaja ada baiknya jika ada salah satu anggota keluarga yang merokok tidak merokok di rumah dan berikan pengawasan terhadap anaknya dalam kegiatannya tetapi tidak boleh berlebihan, selain itu dukungan teman sebaya juga mempengaruhi perilaku remaja alangkah baiknya jika kita memilih teman yang baik tidak mempengaruhi kita untuk mencoba merokok, jika pelajar sudah terlanjur kecanduan merokok secara efektif menghentikan kebiasaan merokok yaitu dengan cara hipnoterapi stop merokok.
    5. Maintenance : didalam tahap ini perokok sudah menjauhi rokok dan berusaha menghindari agar tidak kambuh menjadi perokok lagi baik secara pengawasan dan dukungan lingkungan sekitar yang menguatkan untuk diri sendiri agar tidak kembali merokok.

  25. Menurut saya Transtheoretical model (TTM) adalah prubahan motivasi prilaku manusia yg di sengaja dengan sadar dari sifat negatif ataupun positif, TTM merupakan bagian dari teori yg penting dalam individu. Bahaya merokok bagi kesehatan bukan saja bagi perokok, tetapi juga berakibat bagi orang sekitar karena dampak dari asap rokok atau disebut sebagai perokok pasif. Orang-orang yang merokok mungkin belum tahu tentang pengertian bahayanya merokok atau sudah memahaminya, namun sulit untuk menghentikan kebiasaan merokok karena sudah kencanduan.

    Bagi mereka para perokok, merokok adalah hal yang sudah biasa dan lumrah, jika sehari tanpa merokok mulut mereka terasa kecut dan tidak enak. Sepertinya ada semacam tuntutan dari kandungan nikotin dalam darah yang memerintahkan kepada otak untuk menyeimbangkan kandungan nikotin tersebut. Sehingga jika kandungan nikotin kurang, maka segera akan kelabakan mencari rokok; walaupun tengah malam jika merasa membutuhkan rokok, maka akan segera keluar rumah mencarinya.

    Kandungan Racun dalam Rokok
    Bahwa sudah diketahui banyak sekali zat kimia yang sifatnya racun yang terdapat dalam sebatang rokok yang diisap; karbonmonoksida, nikotin, tar, hidrogen-sianida, benzena, formaldehida, arsenik, kadmium, timbal, metil-etil-ketone, toluena, dll. Didalam sebatang rokok yang diisap terjandung 4000 jenis senyawa kimia, 400 jenis zat berbahaya, dan 43 jenis zat penyebab Kanker ( Karsinogenik ).

    Bahaya Merokok bagi Kesehatan
    Perokok mempunyai risiko 2-4 kali lipat untuk terkena penyakit jantung koroner dan risiko lebih tinggi untuk penyakit kanker paru, di samping penyakit tidak menular lain yang sebenarnya dapat dicegah.

    Penyakit paru-paru menjadi resiko pertama akibat dari rokok karena asap rokok masuk kedalam paru paru yang selanjutnya komponen dalam asap rokok masuk kedalam alian darah. Asap rokok dihisap dan masuk ke dalam paru-paru sehingga menyebabkan paru-paru mengalami radang, bronchitis, pneumonia. Kemudian bahaya dari zat nikotin yang dapat menyebabkan kerusakan sel-sel dalam organ paru-paru yang dapat berakibat fatal yaitu kanker paru-paru.

    Bahaya merokok bagi kesehatan lainnya adalah bisa mengakibatkan impotensi, kasus seperti ini sudah banyak dialami oleh para perokok. Hal ini diakibatkan oleh kandungan bahan kimia yang sifatnya beracun dapat mengurangi produksi sperma pada pria. bahkan resiko berikutnya adalah pada pria juga bisa terjadi kanker pada bagian testis. Demikian halknya pada wanita yang merokok, akibat dari rokok juga bisa mengurangi tingkat kesuburan wanita.

    Bahaya merokok bagi kesehatan juga juga memilki resiko terhadap lambung, karena asap rokok yang masuk ke sistem pencernaan melalui aliran darah akan menyebabkan meningkatnya asam lambung. Apabila hal ini terhadi terus menerus seperti yang terjadi pada para perokok, maka beresiko menjadi penyakit yang lebih kronis pada lambung; seperti tukak lambung yang sulit diobati.

    Para perokok juga memilki resiko menderita serangan stroke, karena pengaruh zat kimia; seperti nikotin, tar, karbon monoksida dan gas oksidan dalam rokok dapat menyebabkan melemahnya pembuluh darah. Kinerja pembuluh darah akan terganggu dan beresiko menyebabkan keklurangan darah di otak. Hal ini beresiko terjadinya stroke meskipun tidak ada riwayat darah tinggi atau penyakit penyebab stroke lainnya.

    KTR (Kawasan Tanpa Rokok)
    Rumah Sakit telah ditetapkan sebagai area KTR (Kawasan Tanpa Rokok); penerapan KTR merupakan upaya perlindungan terhadap masyarakat dari risiko ancaman gangguan kesehatan karena lingkungan tercemar asap rokok. Apalagi di lingkungan Rumah Sakit banyak orang penderita sakit. Dengan penerapan KTR, perilaku merokok diharapkan dapat berkurang, dan kebiasaan merokok hilang secara bertahap, serta dampak bagi perokok pasif berkurang. Dan pemerintah telah ditetapkan juga bahwa setiap kemasan rokok harus dilengkapi dengan peringatan Bahaya Merokok bagi Kesehatan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here