Beranda Seputar Kesehatan Public Health BAHAYA MEROKOK

BAHAYA MEROKOK

473
29

Merokok salah satu masalah di dalam masyarakat yang dapat menimbulkan banyak kerugian baik dari segi sosial ekonomi maupun kesehatan. Dampak dari perilaku merokok dapat mengakibatkan berbagai macam penyakit. Di Indonesia merokok merupakan hal tabu dan tidak pantas dilakukan oleh perempuan. Perilaku merokok pada perempuan, cenderung diberi label negatif oleh masyarakat. Hingga saat ini stigma dan anggapan negatif mengenai wanita yang menjadi perokok aktif masih banyak ditemui masyarakat menggangap perempuan yang merokok adalah perempuan yang “tidak baik, nakal atau bahkan “jalang” (Handayani dkk., 2012). Kebiasaan merokok pada remaja dipengaruhi oleh orang tua yang merokok, teman sebaya, kepribadian dan media informasi yang mengiklankan rokok. Menurut Berry dalam Oktavia (2010), teman sebaya mempunyai peran yang sangat berarti bagi remaja karena remaja lebih sering menghabiskan waktunya bersama teman-teman sebaya. Diantara remaja yang memiliki kebiasaan merokok 87% diantaranya mempunyai sekurang- kurangnya satau atau lebih teman yang memiliki kebiasaan merokok.

Indonesia merupakan negara dengan tingkat pengunaan rokok yang cukup tinggi, pada tahun 2030 diperkirakan jumlah kematian akibat merokok mencapai 10 juta jiwa setiap tahunnya dan akan didominasi oleh negara-negara berkembang seperti Indonesia (Sari, 2007). menurut survey GATS 2011, peringkat Indonesia menjadi peringkat 2 terbesar di dunia (Kemenkes RI, 2012). Perokok di masyarakat Indonesia tidak hanya di kalangan dewasa saja, namun sudah merambat ke kalangan remaja.

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 Kementerian Kesehatan RI menunjukkan bahwa prevalensi perokok di Indonesia tahun 2013 pada jenis kelamin laki-laki sebanyak 68,8% sedangkan pada jenis kelamin wanita sebanyak 6,9% dan total prevalensi perokok di Indonesia sebesar 36,3%, pada jenis kelamin laki-laki yang tidak perokok sebanyank 31,2 % dan wanita tidak merokok sebanyak 93,1% dan tidak perokok sebesar 63,7%. Data dari Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Pengurus Daerah (Pengda) Jawa Timur tahun 2016 menyebutkan, jumlah perokok remaja di Jatim mencapai sekitar 2.839.115 jiwa. Jumlah ini terdiri dari perokok di bawah usia 10-14 tahun sekitar 23,9% atau 728.108 anak. Angka yang sangat fantastis terjadi pada usia 15-19 tahun yang mencapai 46% atau
1.423.252 dari total penduduk Jatim di usia itu yang pada 2015 sebanyak 3.094.028 jiwa.