Beranda Religion AIR BERSUCI

AIR BERSUCI

484
0

Merupakan kitab fiqih yang bermazhab imam Ash syafi’i. yang mengutib dari kitab taqrib. Bab pertama dalam kitab ini adalah thaharah (bersuci). Bersuci adalah salah satu perbuatan yang menjadikan seseorang boleh beribadah. Dalam ibadah tertentu tentu kita di wajibkan bersuci dan ada juga yang di sunahkan bersuci. Contoh

wajib : pada waktu sholat kita akan di wajibkan berwudlu terlebih dahulu. Pada saat kita terkena najis mugholadoh kita harus mandi wajib dan menghilangkan najis tersbut. Pada saat perempuan haid dan nifas wajib membersihkan dirinya dari najis tersebut, pada saat selesai berhubungan intim juga perlu bersuci. Dan lain-lain.

Sunnah : bersuci Ketika ingin mengajarkan hadist, membaca al quran, bersuci di hari raya, padasaat hendak mencritakan/ mengajarkan tentang baginda nabi Muhammad saw. dan lain-lain.

Pada penjelasan pertama mengajar tentang macam macam air yang dapat di pakai untuk bersuci, air yang di anggap sah untuk bersuci ada tujuh macam diantaranya sebagai berikut.

  1. Air hujan
  2. Air laut
  3. Air sungai
  4. Air embun
  5. Air salju atau es
  6. Mata air ( adalah air yang muncul sendiri
  7. Air sumur

Ketuju air di atas di bagi menjadi dua golongan yaitu air yang turun dari langit dan air yang keluar dari bumi dengan berbagai corak dan peristiwa yang menyertainya. Kenapa saya menyebutkan peristiwa, karena terkadang ada beberapa mukzizat dan karomah yang di berikan Alloh SWT. kepada nabinya dan hambanya atau orang yang di kehendaki oleh Alloh SWT untuk di karuniai Kelebihan.

Contoh : peristiwa Ketika jari jemari nabi Muhammad saw. dapat mengeluarkan air. Riwayat lain dari sela sela jari jemari bliau. Peristiwa Air zam zam Dan banyak lagi

Air menurut jenisnya di bagi menjadi 4

  1. Air Mutlaq

Ialah air yang suci dan dapat mensucikan. Air Mutlaq dapat di peroleh dari 7 keterangan air di atas.

  1. Air musyammas

Air musyammas adalah air yang suci mensucikan tapi makruh digunakan. Kemakruhan ini di karenkan air yang akan di gunakan telah terpapar sinar mata hari dan menjadi panas, maka air ini makruh di gunakan bersuci, karena dapat merusak jaringan kulit, Adapun jika air sudah dingin maka tidak makruh jika di gunakan. Adapun makruh juga jika menempatkan air dan makanan di bejana atau wadah yang terbuat dari  emas dan perak. Karena dua zat ini mudah terurai Ketika terkena panas.

  1. Air musta’mal

Air ini adalah air yang telah di gunakan bersuci  atau air bekas dipakai membersihkan najis atau hadats. Air ini suci tapi tidak bisa mensucikan, menurut mazhab imam syafi’I karena ada Riwayat yang menjelaskan tentang sabda Rosululloh saw. yaitu bekas air whudlu yang membawa atau menggugurkan dosa dosa seseorang yang telah berwudhu tersebut. Air suci bisa berubah menjadi air musta’mal apabila kurang dari 2 kullah.

  1. Air Mutanajis

Air mutanajis adalah air yang terkena atau kemasukan najis. Ini bisa terjadi karena air kurang dari dua kulah, dan kemasukan najis maka air ini najis bila di gunakan, atau brubah warna, bau, rasa meski air lebih dari dua kullah maka di hukumi tetap najis. Sebaliknya jika lebih dari dua kullah dan terkena najis tetapi tidak brubah warna, rasa, dan baunya maka di hukumi tetap suci.

Menurut kitab fiqhul islami 2 kullah = 270 liter. Menurut imam Nawawi 174,580 liter atau dalam wadah yang berbentuk kubus 55,9 cm3.

Penulis Ferdi Kurniawan